Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 17 November 2015

By on November 17, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 280 kali

Market Review Hari Ini – Faktor safe haven tampaknya belum berlaku bagi emas di tengah situasi keamanan yang melanda Negara Prancis. Pada perdagangan kemarin emas sempat menguat pada awal sesi Asia namun kembali melemah sampai menjelang sesi Amerika tutup dan menyentuh low $ 1081. Investor emas kembali fokus ke ekspektasi untuk The Fed yang akan menaikan suku bunga di bulan Desember. Analis senior investasi di AS mengatakan bahwa kejadian di Perancis telah membuat dorongan yang cukup signifikan untuk penguatan harga logam mulia.
Namun setelah itu, saya pikir pasar kembali mengalihkan perhatianya ke fundamental pasar secara luas. Dia juga mengatakan bahwa kami melihat peningkatan resiko namun fundamental yang dipengaruhi oleh The Fed benar-benar menjadi fokus besar dan tampaknya itu susah digeser. Sementara itu Analis dari Citi mengatakan bahwa emas dibuka menguat di awal sesi dibalik apa yang terjadi selama akhir pekan yang dipengaruhi oleh resiko geopolitik, namun tampaknya itu hanya berjalan singkat karena masalah makroekonomi yang lebih besar adalah penguatan dollar dan (perkiraan) kenaikan suku bunga AS. Dollar menguat terhadap mata uang utama dan pasar ekuitas AS dan Eropa menguat moderat, karena pasar tumbuh lebih yakin bahwa the Fed akan naikan suku bunga pada bulan depan dan investor mengurangi ketakutannya atas serangang di Jumat malam di Paris. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan bisa mengirim emas test support $ 1070 dan test support selanjutnya $ 1060. Jika sentimen positif, kalau ada penguatan maka emas akan test resistance $1100.

Harga minyak kembali terdorong naik oleh berita dari OPEC yang menyebutkan bahwa output dari OPEC mengalami penurunan untuk bulan ketiga secara beruntun, ditengah serangan udara Perancis di Suriah yang mengingkatkan kecemasan atas potensi gangguan pasokan di Timur Tengah. Berdasarkan survei Platts dari OPEC, pejabat industri minyak serta analis yang dirilis pada hari Senin menunjukkan bahwa poduksi minyak OPEC di bulan Oktober turun 120.000 barel perhari dari sebulan yang lalu, ke level terendah sejak bulan Mei, menandai untuk penurunan bulanan ketiga beruntun. Platts melaporkan bahwa penurunan dipimpin oleh penurunan output di Arab Saudi dan Irak. Arab Saudi sebelumnya menyuarakan ketidaksediaannya untuk memangkas produksi karena mereka ingin mempertahankan pangsa pasar. Platts menambahkan bahwa output telah turun 350.000 bael perhari sejak Juli. Menurut ekonom di The 7:00’s Report mengatakan bahwa survei Platts jelas memicu pergerakan bullish pada harga karena “kebijakan terbaru”dari semua anggota OPEC adalah memompa pada kapasitas maksimum dan anda tidak dapat perkirakan untuk melihat penurunan bulanan lebih lanjut dengan kebijakan seperti itu. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 40.00 dan $ 39.00. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 42.50 dan $ 43.00

Euro melemah pada hari Senin investor bereaksi terhadap serangan berdarah yang terjadi di Paris pada hari Jumat, dan beralih ke aset safe haven seperti dollar AS dan yen Jepang. Sebelum tragedi Paris euro telah tertekan akibat ekspektasi pelonggaran moneter oleh European Central Bank di bulan depan, dengan kemungkinan penurunan suku bunga dan penambahan program pembelian aset. Sementara itu Eurostat melaporkan inflasi zona euro naik 0,1% di bulan Oktober dari bulan September yang turun 0,1%. Meski kembali mengalami inflasi, tekanan harga di zona euro masih lemah, dan memberikan tekanan bagi ECB untukk melonggarkan moneter. Pada sesi asia pagi ini, Euro melemah terhadap Dollar AS hingga level 1.06600. Sementara itu Yen melemah terhadap dollar pada hari Senin setelah ekonomi Jepang kembali mengalami resesi yang meningkatkan ekspektasi Bank of Japan (BoJ) akan menambah program quantitative easing dalam rapat moneter selama dua hari yang dimulai Rabu. Produk domestik bruto (PDB) Jepang berkontraksi 0,8% pada periode Juli – September dari tahun sebelumnya, lebih besar dari perkiraan ekonom yang disurvei Reuters 0,2%. Di kuartal sebelumnya PDB berkontraksi 1,2%.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap up dilevel 22251. Bursa saham AS rebound setelah pekan terburuk sejak aksi jual di bulan Agustus, ditopang oleh saham sektor energi di tengah spekulasi bahwa dampak dari serangan teroris di Paris hanya akan sebabkan dampak yang terbatas. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 237.77 poin, atau 1.4%, menjadi 17,483.01. Indeks S&P 500 ditutup 30.15 poin lebih tinggi, atau menguat 1.5% di 2,053.19. Indeks Nasdaq Composite akhiri hari dengan naik 56.73 poin atau 1.2% di 4,984.62. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 22000. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 22550.

NEWS

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart EURUSD time frame 60 menit  terlihat Formasi Head and Shoulders, Kemungkinan penurunan ke 1.06450

Klik gambar untuk memperbesar

EURUSD.mH1

 

 

Pada Chart GBPJPY time frame 30 menit, terlihat Formasi Channel Up,  Kemungkinan penurunan ke 186.000

Klik gambar untuk memperbesar

GBPJPY.mM30

 

Pada Chart CLS10 time frame 60 menit, terlihat Formasi Falling Wedge , Kemungkinan kenaikan ke 43.00

Klik gambar untuk memperbesar

CLS10H1

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty