Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 17 Februari 2016

By on February 17, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 225 kali

Market Review Hari Ini – Emas telah turun sekitar 4% dalam tiga hari terakhir, ini adalah penurunan terbesar dalam tujuh bulan, membuat logam mulia menjauh dari level tertinggi dalam setahun yang dicapai pada tahun lalu dan terancam untuk memangkas reli yang saat ini harga terlihat masih menguat 13% sepanjang tahun ini. Pada perdagangan kemarin, emas melemah hingga di bawah level psikologis $ 1200, akibat optimisme para investor pada laju perekonomian global setelah bursa saham reli dan ECB menyatakan siap menambah stimulus. Presiden ECB Mario Draghi menegaskan bank sentral tidak akan ragu menambah stimulus di rapat moneter bulan Maret jika diyakini kekacauan pasar keuangan atau kejatuhan harga minyak dapat membebani laju inflasi semakin rendah, sehingga meredakan ketakutan para investor yang cemas atas kekacauan pasar keuangan seperti era 2008. Goldman Sachs merekomendasikan untuk menjual emas, di dorong oleh keyakinan bank bahwa reli akhis-akhir ini terlihat sudah berakhir, pernyataan tersebut menambahkan sentimen bearish di pasar. Secara teknikal, jika sentiment negative masih mempengaruhi pergerakan emas, kemungkinan emas akan kembali test support $ 1088 dan support berikutnya $ 1076. Jika sentiment positif, emas kemungkinan akan test resistance $ 1217 dan $ 1228.

Minyak telah turun sekitar 21% pada tahun ini pada spekulasi bahwa surplus di seluruh dunia akan bertahan di tengah tingginya cadangan minyak mentah AS dan outlook untuk meningkatnya pengiriman minyak Iran. Minyak sempat melonjak naik pada perdagangan kemarin namun kembali melemah dan bergerak di area $ 29 karena Russia, Saudi Arabia, Venezuela dan Qatar menyetujui untuk membekukan produksi minyak pada level tertentu yang sudah dianggap cukup tinggi. Namun, deal ini juga akan bergantung pada produsen lain yang bergabung, oleh sebab itu investor dan analis menjadi ragu apakah member OPEC lainnya, seperti Iraq dan Iran akan berpartisipasi dalam deal ini. Analis Commerzbank AG mengatakan kesepakatan tersebut tampaknya tidak berarti banyak karena tidak adanya kerja sama dari Iran dan Irak, yang sedang meningkatkan output mereka. Keempat negara yang melakukan kesepakatan memproduksi rata-rata 23.75 juta barrel per hari pada bulan January, atau menyumbang lebih dari 25% total produksi minyak global. Russia dan Saudi Arabia khususnya telah membawa produksi ke level rekor dan bersaing di papan atas produsen besar dunia. Russia memproduksi rekor 10.989 juta barrel per hari di bulan January, sementara Saudi Arabia memproduksi 9.95 juta barrel. Secara teknikal, jika sentiment negative masih menyelimuti harga minyak, kemungkinan akan menguji support $ 28.00 dan support berikutnya $ 27.00. Jika sentiment positif, kemungkinan harga minyak akan menguji resistance $ 30.80 dan resistance berikutnya $ 31.50.

Sterling melemah terhadap Dollar AS hingga menyentuh level 1.4275 dan pada sesi Asia pagi ini bergerak di dekat level 1.43000. sterling melemah setelah kemarin data menunjukkan adanya perlambatan dalam pertumbuhan inflasi inti Inggris yang memupuskan harapan Bank of England bersedia menaikkan suku bunga pada tahun ini. Pertumbuhan inflasi inti tahunan, yang berarti tidak memasukkan harga volatil seperti makanan dan energi, melambat menjadi 1,2% dari 1,4% pada bulan Desember, meski tingkat inflasi mencapai level tertinggi dalam setahun. Namun kenaikan 0,3% inflasi Inggris pada bulan Januari masih jauh dari target 2% bank sentral Inggris. Sterling juga tertekan ke level terendah 2-pekan terhadap Dollar sebelum konferensi Uni Eropa di Brussels yang menjadi penentuan kesepakatan keanggotaan Inggris.

Dollar AS melemah terhadap Yen untuk pertama kalinya dalam tiga sesi pada hari Selasa dalam fluktuasi harga minyak mentah yang membuat sentimen risk appetite investor berkurang. Sentimen mengarah pada kehati-hatian setelah harga minyak mentah bergerak naik-turun. Keputusan beberapa eksportir minyak terbesar dunia untuk mempertahankan produksi di level tinggi mengecewakan investor minyak sehingga keuntungan besar pasar minyak pada Asia pun terkuras. Yen juga menguat terhadap Euro, Sterling, serta sejumlah mata uang komoditas. Penguatan mata uang Jepang juga solid meskipun Dollar menguat terhadap mayoritas mata uang utama.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan open gap up di area 19234. Bursa Saham Wallstreet menguat di hari Selasa, tertopang oleh reli saham yang telah tertekan sepanjang tahun ini, namun pelemahan di saham sektor energi masih membatasi penguatan. Penguatan di saham industri, konsumen, dan teknologi telah mendorong reli indeks secara keseluruhan.  Pelaku pasar menantikan hasil meeting The Fed yang akan dirilis besok pagi. Secara teknikal, jika sentiment negative kemungkinan indeks saham hangseng akan menguji support 18800 dan jika sentiment positif kemungkinan indeks saham hangseng akan menguji resistance 19500.

new

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart USDJPY timeframe 15 menit, terlihat formasi Channel Up, kemungkinan penurunan ke 113.780

Klik gambar untuk memperbesar

USDJPY.mM15

 

Pada Chart NZDUSD timeframe 30 menit, terlihat formasi Channel Down, kemungkinan kenaikan ke 0.66000

Klik gambar untuk memperbesar

NZDUSD.mM30

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty