Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 16 September 2015

By on September 16, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 402 kali

Market Review Hari Ini – Emas melemah tipis setelah beberapa data ekonomi Amerika dirilis sehingga membuat Dollar US kembali rebound menjelang rapat The Fed. Meskipun emas tertekan, namun emas masih mampu bertahan diatas level $ 1100. Beberapa permintaan dari kawasan Asia masih menopang emas bertahan diatas level $ 1100. Investor masih wait and see sampai The Fed mengeluarkan pernyataan mengenani suku bunga US. Emas diperkirakan akan diperdagangkan dalam rentang terbatas menjelang pertemuan 2-hari bank sentral AS karena pelaku pasar menahan diri berinvestasi dalam volume besar. Di lain sisi, ketidakpastian kondisi perekonomian China serta koreksi tajam pasar negara emerging menyebabkan investor beralih ke Emas, selain itu jika The Fed masih menunda kenaikan suku bunga acuannya, maka Emas masih berpotensi tertopang lebih lanjut. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan emas akan bergerak di bawah area $ 1100, support selanjutnya $ 1086. Jika sentimen positif, kemungkinan emas akan test resistance $ 1115 dan $ 1120.

Tadi pagi, American Petroleum Institute ( API ) melaporkan persediaan minyak mentah di AS turun 3,1 juta barel. Di Cushing, stok minyak mentah juga turun sebanyak 1,5 juta barel. Untuk laporan dari EIA akan dirilis nanti malam jam 21.30 wib. Analis dari Global Blackrock Invesment Strategist mengatakan, dari sisi penawaran, Produksi minyak Amerika menurun selama 3 bulan terakhir. Sementara efesiensi produksi minyak Amerika membaik dan produksi masih 1 juta barel per hari lebih tinggi ketika awal tahun 2014. Sedangkan produsen lain seperti Negara OPEC menghasilkan produksi 32,5 juta barel perhari. Naik 2 juta barel perhari sejak musim panas lalu. Sedangkan Arab Saudi meningkatkan produksi dalam upaya mempertahankan pangsa pasar serta bagi Negara Iran menjelang pencabutan sanksi pada tahun 2016. Dari sisi permintaan, masih terkendala pertumbuhan ekonomi sehingga membuat permintaan akan minyak belum sesuai harapan, terutama perekonomian China yang sedang melemah. Perdagangan minyak pada hari selasa lalu, minyak rebound diperkirakan seiring antisipasi penundaan kenaikan suku bunga The Fed. Selain itu indikasi harga rebound juga diperkirakan sebagian analis seiring berkurangnya pasokan dari sektor shale oil AS dan negara member non OPEC lainnya seiring kejatuhan harga minyak mulai mengurangi produksi. Secara teknikal, pada daily chart terbentuk pola segitiga dengan support $ 43.20, jika harga tersebut berhasil ditembus, kemungkinan minyak akan bergerak ke support berikutnya $ 42.50 dan $ 42.00. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 46.00.

Dollar AS kurangi pelemahan terhadap mata uang Yen Jepang dan Euro di hari Selasa setelah dilaporkan laju penjualan ritel domestik yang masih sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di bulan Agustus mengindikasikan tingkat belanja konsumen yang solid selama Q3, sehingga dapat menjadi pondasi bagi kenaikan suku bunga The Fed di hari Kamis. Sedangkan Poundsterling melemah terhadap Dollar AS di hari Selasa setelah data ekonomi menunjukkan laju inflasi Inggris melemah lagi ke level nol di bulan Agustus, sejalan dengan perkiraan namun sedikit melegakan ketimbang laju inflasi yang terperosok ke teritori negatif. Kondisi inflasi ini kemungkinan akan mengurangi tekanan bagi Bank of England untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Kemarin BoJ menahan diri untuk menggelontorkan stimulus moneter lebih lanjut, dengan Dollar AS tertahan di sekitar level terendah 3-minggu versus sejumlah mata uang menjelang rapat kebijakan 2 hari Federal Reserve. Kemerosotan saham China juga memacu permintaan untuk Yen sebagai safe haven. Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda juga mempertahankan optimisme bahwa pemulihan moderat ekonomi Jepang masih akan berlanjut seiring ekspor meningkat secara bertahap.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap up dilevel 21673 sedangkan Shanghai Comp dibuka dengan turun 0,2 %. Sementara itu Bursa saham Wall Street ditutup menguat lebih dari 1%,  seiring investor fokus  pada sejumlah data menjelang pertemuan penting Federal Reserve. Dow Jones ditutup naik sekitar 230 poin, atau sebesar 1.4%, setelah menguat lebih dari 250 poin. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 21250 dan jika di tembus, kemungkinan harga akan test level support selanjutnya 21000. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan bergerak diarea resistance 21800 dan test psikologis price 22000.

news

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart AUDUSD time frame 60 menit, terlihat Formasi Channel Up, Kemungkinan penurunan ke 0.70700

Klik gambar untuk memperbesar

AUDUSD.mH1

 

Pada Chart NZDUSD time frame 60 menit  terlihat Formasi Triangle,  Kemungkinan kenaikan ke 0.64150

Klik gambar untuk memperbesar

NZDUSD.mH1