Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 16 Oktober 2015

By on October 16, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 260 kali

Market Review Hari Ini – Emas sempat menguat ke level $ 1191, namun kembali bergerak turun setelah rilis data Inflasi AS dan klaim pengangguran AS yang ternyata tidak seburuk ekspektasi para analis. Logam mulia bergerak melemah untuk pertama kalinya setelah sempat rally selama 4-sesi beruntun. Data ekonomi Amerika yang dirilis tadi malam menjadi berita baik untuk para penentu kebijakan yang sudah menantikan sinyal pertumbuhan inflasi AS untuk lebih yakin menjalankan rencananya untuk menaikkan suku bunga. Peluang kenaikan suku bunga merupakan sentimen negatif pada aset non-bunga emas. Menurut survey Reuters 55% peluang Federal Reserve akan menaikkan suku bunga di bulan Desember. Dollar AS kembali rebound seiring data Inflasi dan klaim pengangguran Amerika yang baik. Sementara itu sejumlah pengamat emas cukup cepat mengatakan bahwa laporan dari China menunjukkan kesalahan, Morgan Stanley mengatakan trend jangka panjang menunjukkan penurunan lebih lanjut. Analis yang dipimpin oleh Tom Price saat ini mengatakan bahwa emas dapat turun hingga mencapai level $800 per ons, menurut laporan Bloomberg News. Mereka memprediksikan bahwa era stabilitas harga emas saat ini akan segera berakhir. Para analis juga memperkirakan emas kemungkinan akan tertahan di atas area $1,050, mereka juga mengatakan kenaikan suku bunga di AS, koreksi lebih lanjut pada bursa saham China dan aksi jual cadangan emas oleh Bank Sentral, dapat memicu skenario terburuk yaitu anjloknya harga emas menuju level $800 per ons. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan bisa mengirim emas kembali bergerak di bawah level $ 1170. Jika sentimen positif, kemungkinan emas melanjutkan penguatannya dan test psikologis price $ 1200.

Laporan EIA tadi malam menyebutkan bahwa pasokan minyak mentah di Amerika naik 7.6 juta barel. Sementara itu American Petroleum Institute ( API ) melaporkan pasokan minyak mentah di Amerika naik 9.3 juta barel. Kenaikan stok minyak mentah di Amerika bisa menghambat harga minyak untuk menguat dan ditambah lagi Dollar AS yang kembali rebound. Kenaikan stok cadangan minyak merupakan sinyal bearish untuk market seiring ketidakseimbangan supply dan demand, yang telah menghambat penguatan harga minyak semenjak musim panas lalu. Disisi lain jumlah rig minyak di Amerika yang bertambah dalam 19 pekan terakhir turut memberikan masih adanya sinyal bearish pada minyak karena jumlah permintaan minyak tidak sebesar volume persediaan yang meningkat. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 45.00 dan $ 44.50. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 47.50 dan $ 48.00.

Salah satu petinggi the Fed pada hari Kamis mengatakan bahwa dirinya mendukung kenaikan suku bunga tahun ini jika perekonomian berjalan sesuai estimasi. Bagaimanapun juga, William Dudley mengatakan bahwa data ekonomi belakangan ini menandakan perekonomian sedang melambat. Dudley mengatakan ketatnya peraturan kebijakan moneter akan menghambat respon the Fed terhadap krisis keuangan. Dollar memangkas penguatan terhadap sejumlah mata uang utama pada hari Kamis seiring data dari Federal Reserve Philadelphia menunjukkan kontraksi lebih lanjut pada aktivitas bisnis di wilayah Atlantik Tengah AS di bulan Oktober. Laporan dari the Fed regional tersebut mengikis optimisme pasca kenaikan lebih tinggi dari ekspektasi pada laju inflasi konsumen di bulan September yang kembali menghidupkan spekulasi kenaikan suku bunga AS tahun ini. Inflasi AS masih berkontraksi, 0,2% lebih rendah di bulan September dan indeks manufaktur regional dari wilayah New York dan Philadelphia menggambarkan kondisi yang muram. Sementara itu, kejutan kenaikan 0,2% inflasi inti AS pada bulan lalu dan klaim pengangguran mingguan yang berada di level terendah dalam beberapa dekade mengurangi keuntungan Yen di sesi New York.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap up dilevel 23068, Hangseng seolah mendapatkan nafas baru setelah kemarin PBoC menyuntikan dana ke bursa sebesar 50 miliyar yuan. Sementara itu Bursa saham AS Bursa saham AS berjangka terkerek naik di hari Kamis merespon serangkaian data ekonomi AS yang turut mereduksi peluang kenaikan suku bunga The Fed di tahun ini. Penguatan Wall Street mengikuti reli di bursa Eropa dan Asia, menyusul data penjualan ritel AS yang lemah di hari Rabu sebelumnya sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menjadi minim. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 22900. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 23300.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart EURUSD time frame 240 menit  terlihat Formasi Channel Up,  Kemungkinan penurunan ke 1.13300

Klik gambar untuk memperbesar

EURUSD.mH4

 

Pada Chart USDCAD time frame 30 menit, terlihat Formasi Triangle,  Kemungkinan kenaikan ke 1.29200

Klik gambar untuk memperbesar

USDCAD.mM30

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty