Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 16 November 2015

By on November 16, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 278 kali

Market Review Hari Ini – Emas di perdagangkan di level $ 1091 pada perdagangan sesi asia pagi ini. Peristiwa pengeboman yang melanda beberapa tempat di Prancis telah membut sedikit perubahan pada open market awal minggu ini. Emas dibuka dengan open gap up dilevel $1089 dari penutupan kemarin diarea $ 1081. Tampaknya situasi yang kurang kondusif dari keamanan zona Eropa oleh serangan teroris dimanfaatkan emas untuk menguat. Namun kenaikan suku bunga The Fed masih membayangi pergerakan penguatan terbatas emas. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik investasi bullion yang tidak memberikan imbal hasil, dan sebaliknya akan melambungkan Dollar AS. The Fed telah bersiap untuk menaikan suku bunga untuk pertama kalinya setelah hampir 1 dekade suku bunga AS mendekati nol. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan bisa mengirim emas test support $ 1080 dan test support selanjutnya $ 1070. Jika sentimen positif, kalau ada penguatan maka emas akan test resistance $1100.

Harga minyak mentah kembali melemah lebih dari 2% pada hari jumat minggu lalu dan mencapai terendah $ 40.22 serta mencatatkan kerugian mingguan terbesar dalam 8-bulan, tertekan oleh pembengkakan persediaan di darat maupun laut. Kinerja minyak diperburuk oleh data Baker Hughes yang menunjukkan kenaikan jumlah rig aktif di AS untuk pertama kalinya dalam 11 minggu. Jumlah rig dilaporkan naik sebanyak 2 menjadi total 574, dibandingkan dengan 1.578 rig pada waktu yang sama tahun lalu. International Energy Agency (IEA) mengatakan bahwa pertumbuhan permintaan minyak global akan melambat menjadi 1.2 juta barel perhari di tahun 2016, setelah melonjak ke 1.8 juta barel perhari pada tahun ini, yang juga merupakan level tertinggi lima tahun. IEA juga mengatakan bahwa cadangan yang berada di dekat rekor tiga miliar barel berikan pasar dunia dengan tingkat kenyamanan dan menawarkan “sebuah penyangga yang belum pernah terjadi sebelumnya” terhadap gangguan suplai yang tak terduga. Cadangan diantara negara-negara di OPEC “dapat melindungi pasar dari gangguan suplai yang seharusnya bisa terjadi di saat cuaca dingin,” ucap IEA. Namun perkiraan saat ini menunjukkan cuaca dingin yang bersahabat di Eropa dan AS. Jika ternyata benar, semakin bertambahnya cadangan akan berikan tekanan lebih lanjut dan pasar minyak bear mungkin tidak akan berhenti. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 40.00 dan $ 39.00. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 42.00 dan $ 43.00

Yen Jepang dibuka menguat terhadap pasangan mata uang utamanya dengan dukungan sentimen risk aversion dan mengabaikan laporan pertumbuhan yang berkontraksi selama dua kuartal beruntun. Penguatan Dollar AS terhadap pasangan mata uang utama lain tidak berpengaruh pada Yen, yang dianggap sebagai save haven, yang menjadi buruan investor sebagai dampak serangan di Paris pada hari Jumat (13/11) malam waktu setempat. Sementara itu Poundsterling tertekan terhadap Dollar AS di hari Jumat, seiring komentar dovish dari pejabat senior BoE yang menyatakan bahwa kenaikan suku bunga The Fed tidak serta merta memicu respon kenaikan suku bunga yang serupa dari bank sentral Inggris. Sehari setelah kepala ekonom BoE Andy Haldane menyatakan bahwa Inggris belum memerlukan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat akibat ketidakpastian outlook pertumbuhan upah dan ekonomi global. Haldane mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga masih lama karena inflasi masih lemah.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down dilevel 21886. Bursa saham AS turun untuk sesi ketiga beruntun pada hari Jumat pekan lalu dengan kerugian besar, hentikan penguatan selama enam pekan beruntun. Kerugian pekan lalu adalah yang terbesar dalam 12 pekan. Kerugian pada hari Jumat didorong oleh aksi jual di sektor retail setelah laporan earnings yang mengecewakan dari departemen store besar seperti Nordstrom Inc dan J.C Penney. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 1.2%, menjadi 17,245.10. Indeks S&P 500 tergelincir 1.1%, menjadi 2,023.04 dan mencetak kerugian mingguan sebesar 3.6%. Indeks Nasdaq akhiri perdagangan 1.5% lebih rendah di 4,927.88 dan melemah 4.3% untuk pekan lalu. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 21600. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 22300.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart EURGBP time frame 60 menit  terlihat Formasi Head and Shoulders, Kemungkinan penurunan ke 0.70150

Klik gambar untuk memperbesar

EURGBP.mH1

 

Pada Chart EURUSD time frame 60 menit, terlihat Formasi Triangle ,  Kemungkinan penurunan ke 1.06750

Klik gambar untuk memperbesar

EURUSD.mH1