Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 16 Desember 2015

By on December 16, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 276 kali

Market Review Hari Ini – Emas bergerak range antara $ 1068 – $ 1059 pada perdagangan kemarin. Data inflasi AS untuk bulan November memulihkan valuasi Dollar AS dari level rendah 6-pekan. Fokus pasar emas tidak hanya tertuju pada keputusan tingkat suku bunga acuan AS, tapi juga pada pernyataan, proyeksi ekonomi yang menyertai pengumuman kebijakan suku bunga, serta sesi konferensi pers yang dilangsungkan setengah jam usai pengumuman Federal Funds Rate. Sinyal dovish dalam pernyataan atau pun proyeksi dari para pejabat FOMC besok pagi akan berpotensi mengurangi tekanan dalam perdagangan emas. Proyeksi ekonomi, suku bunga dan pengumuman hasil rapat kebijakan para anggota The Fed akan diumumkan dini hari nanti jam 02.00 wib dan konferensi pers oleh Gubernur The Fed, Janet Yellen akan diadakan jam 02.30 wib. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan emas akan test support $ 1053 dan support berikutnya $ 1046. Jika sentimen positif, kemungkinan emas akan test resistance $ 1072 dan resistance berikutnya $ 1079.

Harga minyak kembali rebound seiring antisipasi para investor bahwa AS akan menghapus larangan ekspor minyak dan harapan atas penambahan cadangan minyak China. Sentimen positif terpicu oleh optimisme bahwa larangan ekspor minyak AS yang diterapkan selama 40 tahun terakhir akan dihapus oleh pemerintah di akhir tahun, dimana hal ini akan memberikan pangsa pasar konsumen minyak yang lebih luas bagi AS. Selain itu China juga mengambil keuntungan dari level harga minyak yang rendah dengan menumpuk cadangan strategis minyaknya, berdasarkan data pemerintah China. Minyak rebound hingga level $ 37.87 namun kembali rontok setelah penutupan market sesi Eropa. Trader menduga salah satu faktor pendorong kenaikan harga minyak adalah pasar yang berbondong-bondong membeli harga minyak yang murah setelah sempat mendekati $33.19 per barel, level rendah saat krisis finansial 2009. Selain itu, pasar juga meyakini pemimipin kongres AS berpeluang besar akan menyepakati pencabutan larangan ekspor minyak AS yang telah berlangsung 40-tahun, strategi yang dapat mengurangi tekanan tingginya simpanan minyak di negara produsen miyak terbesar dunia tersebut. Sementara itu data API mengenai stok minyak mentah di Amerika mengalami peningkatan sebesar 2,3 juta barel sedangkan data versi EIA akan dirilis nanti malam jam 22.30 wib. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 35.00 dan support berikutnya $ 34.50. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 38.00 dan resistance selanjutnya 38.50

Dollar AS berupaya rebound dari titik rendah 6-pekan di hari Selasa, akibat trend inflasi AS mulai menunjukkan penguatan. Selain itu salah satu titik terang pada survey aktivitas manufaktur The Fed adalah kenaikan outlook manufaktur 6-bulan (38.5 vs 20.3) mengindikasikan resesi manufaktur kemungkinan hanya bersifat sementara. Sementara indeks sektor perumahan NAHB turun 1 poin ke 61, meski ke level terendah sejak Agustus namun masih dekat level tinggi secara historis. Bagaimanapun The Fed sempat memberikan sinyal untuk menaikkan suku bunga acuan hanya secara gradual, suatu sikap yang cenderung dovish. Mempertimbangkan berbagai faktor lainnya, maka masih terdapat resiko jika The fed dapat mengambil opsi kenaikan suku bunga yang cenderung dovish, ditambah downgrade proyeksi kenaikan suku bunga berikutnya.

Sterling melemah  ke level terendah 5-hari terhadap Dollar AS pada hari Selasa pasca hasil sebuah survey menunjukkan meningkatnya dukungan bagi Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa. Jumlah orang Inggris yang menginginkan berpisah dengan Uni Eropa telah meningkat menjadi 51%, sementara 49% lainnya masih ingin bertahan di blok tersebut, menurut hasil polling Survation yang dipublikasikan hari Selasa. Angka tersebut 3% lebih tinggi dibandingkan hasil survey serupa pada 17 November lalu. Sementara kenaikan pertama harga konsumen Inggris dalam 4-bulan gagal mendongkrak kinerja Sterling.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down tipis dilevel 21527.  Bursa saham AS ditutup menguat pada hari Selasa, tertopang oleh stabilnya harga minyak dan tingginya ekspektasi kenaikan suku bunga pertama kalinya dalam 9 tahun. Indeks saham utama terlepas dari level tinggi sesi, namun masih menuju penguatan mingguan lebih dari 1%, menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve hari Kamis dini hari. n Dow Jones, yang ditutup menguat sekitar 150 poin setelah sempat rally lebih dari 250 poin. Nasdaq gagal bertahan di atas level psikologis 5,000 namun masih ditutup menguat, mengabaikan penurunan hampir sebesar 1.8% pada saham Apple. Saham sektor energi dan keuangan melejit lebih dari 2% masing-masing untuk memimpin penguatan pada sektor S&P 500. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 21300. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 21800.

NEWS

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart AUDJPY time frame 15 menit  terlihat Formasi Ascending Triangle,  Kemungkinan kenaikan ke 87.900

Klik gambar untuk memperbesar

AUDJPY.mM15

 

Pada Chart USDJPY time frame 15 menit, terlihat Formasi Rising Wedge,  Kemungkinan  penurunan ke 121.350

Klik gambar untuk memperbesar

USDJPY.mM15