Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 15 Januari 2016

By on January 15, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 283 kali

Market Review Hari Ini – Rally bursa saham AS telah membuat pamor emas berkurang. Emas sempat mencapai level tertinggi dua bulan $1.112 pada pekan lalu akibat volatilitas bursa saham China dan emas menjadi safe haven namun setelah itu emas cenderung bergerak choppy. Pada perdagangan kemarin, emas menyentuh rendah dikisaran $ 1071. Pelemahan euro pasca rilis notulensi rapat moneter European Central bank yang terkesan dovish, menambah tekanan bagi emas, ditambah lagi dengan aksi take profit pelaku pasar dari penguatan emas belakangan ini. Sementara itu SPDR Gold Trust, ETF berbasis emas terbesar di dunia, melaporkan kenaikan kepemilikan aset sebesar 2,4 ton di hari Rabu, sehingga total inflow di awal tahun sebesar 11,7 ton. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan emas akan test support $ 1068 dan support berikutnya $ 1057. Jika sentimen positif, kemungkinan emas akan test resistance $ 1092 dan resistance berikutnya $ 1100.

Aksi short covering pelaku pasar telah membuat harga minyak kembali menguat mencoba menjauhi level terendah 12 tahun, Namun kecemasan akan potensi penambahan stok global menyusul rencanan Iran menaikkan jumlah ekspor membatasi pergerakan. International Atomic Energy Agency diperkirakan akan merilis detail apakah Iran telah memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk mencapai kesepakatan dengan pihak Barat. Laporan tersebut memberikan indikasi sanksi Iran berpeluang dicabut pekan ini. Iran sebelumnya mengatakan ekspor akan naik 1 juta barel dalam enam bulan setelah sanksi dicabut. Dalam 2 hari terakhir, harga minyak bergerak cenderung range, antara $ 31.70 – $ 30.00. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 30.27 dan support berikutnya $ 29.50. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 31.80 dan resistance selanjutnya 32.55

Sterling diperdagangkan stabil dekat level rendah 5-1/2- tahun terhadap dollar pada hari Kamis setelah minutes dari pertemuan terkini Bank of England dinilai kurang dovish. BoE mengatakan proyeksi inflasi terbarunya saat ini nampak terlalu optimis, sebagian besar disebabkan oleh penurunan tajam pada harga minyak mentah. Menurut minutes, mayoritas anggota dewa mengatakan bahwa ekspektasi kenaikan laju inflasi akan sedikit lebih bertahap dalam jangka pendek dibandingkan proyeksi Laporan Inflasi BoE bulan November lalu. Volatilitas pada pasar keuangan belakangan ini juga menggarisbawahi resiko perlambatan laju perutmbuhan global, menurut minutes. Bank of England juga mengingatkan bahwa laju pertumbuhan upah masih tertahan, setelah data pemerintah menunjukkan laju pertumbuhan upah melambat hingga 2% bulan lalu. Rencana pemerintah untuk menggelar referendum terhadap keanggotaannya di Uni Eropa mungkin menjadi alasan pelemahan pound sejak awal tahun ini, menurut minutes.

Dollar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama pada hari Kamis, terbantu oleh data yang menunjukkan klaim pengangguran AS masih menunjukkan kesehatan pasar tenaga kerja dan seiring kecemasan atas anjloknya harga minyak. Dollar juga sempat menguat, seiring harga minyak Brent turun ke bawah level $30 untuk pertama kali sejak 2004, tertekan turun oleh kelebihan suplai global dan kecemasan perlambatan di China.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down tipis dari penutupan kemarin, hari ini dibuka dilevel 19780. Bursa saham AS menguat pada hari Kamis, bergerak stabil pasca mengalami sell off, terbantu oleh pulihnya harga minyak dan pernyataan anggota Federal Reserve yang memberikan indikasi laju kenaikan suku bunga secara bertahap dan lebih lambat. Indeks Dow Jones menambah 227,646 poin atau 1,4% menjadi 16.379,05. Indeks S&P naik 31,56 poin atau 1,7% menjadi 1.921,84, sedangkan Nasdaq melesar 8% atau 88,94 poin menjadi 4.615,00.Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 19300. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 20000.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart GBPJPY time frame 30 menit terlihat Formasi Falling Wedge, Kemungkinan kenaikan ke 170.600

Klik gambar untuk memperbesar

GBPJPY.mM30