Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 15 Desember 2015

By on December 15, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 274 kali

Market Review Hari Ini – Dalam beberapa jam kedepan akan segar dimulainya pertemuan para pembuat kebijakan Federal Reserve yang diperkirakan akan mengumumkan kenaikan suku bunga pertama kalinya dalam hampir 1 dekade. Emas kembali melemah hingga menjelang ditutupnya sesi Amerika tadi pagi. Emas melemah hingga level $ 1058 namun sesi Asia pagi ini, emas mencoba mencari kekuatan untuk rebound kembali. Investor memangkas posisinya terhadap emas dalam antisipasi kenaikan suku bunga dan sejauh ini emas telah turun sekitar 9% dalam tahun ini. Kenaikan suku bunga dapat mengikis permintaan aset yang tidak membayarkan suku bunga, sembari juga melambungkan nilai tukar dollar. Penurunan sebesar 4% pada harga minyak menuju level rendah 11-tahun juga turut menekan emas, yang dianggap sebagai alat lindung inflasi. Investor juga akan fokus pada laju siklus pengetatan The Fed dan seberapa cepat normalisasi kebijakan moneter. Trader option juga menguatkan spekulasi mereka bahwa harga emas akan menyentuh level $1,000 per ons dalam waktu dekat, menurut data pekan lalu. Tingkat permintaan fisik dari negara konsumen terbesar di dunia yaitu India juga berkurang. Harga emas di India turun untuk pertama kalinya dalam sebulan pada hari Senin. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan emas akan test support $ 1053 dan support berikutnya $ 1046. Jika sentimen positif, kemungkinan emas akan test resistance $ 1072 dan resistance berikutnya $ 1084.

Minyak mencoba menjauhi level rendah kemarin yang sempat menyentuh level $34.53. saat ini diperdagangan sesi Asia, harga minyak bergerak diatas level $ 36. Output minyak AS telah mengalami penurunan meski tidak banyak, sementara tingkat produksi dari Rusia, produsen minyak besar no-OPEC lainnya, telah meningkat. Suplai minyak OPEC diperkirakan untuk naik sebanyak 1 juta barel per hari, menurut Morgan Stanley. Hampir semua kenaikan suplai di tahun 2016 akan datang dari Iran, Irak, dan Arab SaudiSalah satu pelaku pasar mengatakan bahwa pasar minyak mungkin sudah berada di dasar. Harga minyak telah turun sangat jauh dan sangat cepat, sehingga mungkin sudah mencapai dasarnya, ucapnya, menambahkan bahwa dirinya memperkirakan harga minyak mentah akan anjlok ke dekat level rendah kembali di akhir Februari saat musim pemeliharaan kilang di musim semi berlangsung. Iran telah berjanji untuk menaikkan pasokan minyaknya ketika sanksinya dicabut. Pihak Teheran diperkirakan akan menaikkan ekspor minyak mentah dan kondensasi sebanyak 700,000 barel per hari hingga akhir tahun 2016. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 34.50 dan support berikutnya $ 33.70. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 36.80 dan resistance selanjutnya 37.50

Pejabat resmi Federal Reserve kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga acuan dari dekat level nol persen di hari Rabu, dengan ekspektasi kenaikan secara gradual hingga diatas 3 persen dalam kurun waktu 3 tahun. Namun terdapat kecemasan dari The Fed jika kenaikan bunga tersebut tidak didukung dengan kondisi ekonomi maka suku bunga akan dipangkas kembali. Beberapa faktor yang berpotensi memaksa The Fed berbalik arah dan memangkas suku bunga antara lain, shock ekonomi AS akibat eksternal, kondisi inflasi rendah secara berkepanjangan, gelembung keuangan yang pecah dan berimbas pada ekonomi, atau mengurangi momentum siklus bisnis.

Mata uang Dollar Canada yang pergerakannya seperti harga minyak juga ikut melemah ke titik rendah 11 ½ tahun terakhir terhadap Dollar AS di hari Senin kemarin, seiring kejatuhan harga minyak ke level rendah 7-tahun, sementara Swiss Franc dan Yen Jepang melejit seiring sentimen pengalihan resiko para investor akibat kejatuhan harga minyak dibawah $35 per barrel ditambah ketakutan melimpahnya pasokan minyak dunia akan bertambah di bulan mendatang.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap up dilevel 21266.  Bursa saham AS ditutup menguat pada hari Senin, terbantu oleh terhentinya penurunan harga minyak di tengah kecemasan mengenai pasar obligasi ber-yield tinggi. Investor juga menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve pekan ini. Dow Jones menguat sekitar 100 poin setelah sempat anjlok lebih dari 100 poin, S&P 500 mempertahankan penguatan, ditopang oleh sektor telekomunikasi, setelah sempat anjlok ke bawah level psikologis pada 2,000 di sesi tengah hari untuk pertama kalinya sejak pertengahan Oktober. Nasdaq tertekan di area negatif seiring saham Apple turun lebih dari 1% di tengah berita bahwa Morgan Stanley memangkas proyeksi penjualan iPhone di tahun 2016 dan earnings miliknya. Nasdaq ditopang naik oleh penguatan sejumlah saham teknologi besar seperti Microsoft dan Amazon. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 20950. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 21550.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart AUDJPY time frame 60 menit  terlihat Formasi Channel Down,  Kemungkinan kenaikan ke 88.500

Klik gambar untuk memperbesar

AUDJPY.mH1

 

Pada Chart USDCHF time frame 60 menit, terlihat Formasi Falling Wedge,  Kemungkinan  kenaikan ke 0.99250

Klik gambar untuk memperbesar

USDCHF.mH1

 

Pada Chart USDJPY time frame 60 menit, terlihat Formasi Falling Wedge,  Kemungkinan kenaikan ke 121.400

Klik gambar untuk memperbesar

USDJPY.mH1

 

Pada Chart CLS10 time frame 60 menit, terlihat Formasi Falling Wedge , Kemungkinan kenaikan ke 38.00

Klik gambar untuk memperbesar

CLS10H1