Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 14 Januari 2016

By on January 14, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 301 kali
Gold and Dollar

Market Review Hari Ini – Emas kembali menunjukkan penguatan setelah pada sesi perdagangan Asia kemarin mengalami pelemahan hingga lanjut ke sesi Eropa ke level $ 1079. Namun pada sesi Amerika, emas menguat hingga level $ 1095 seiring terkoreksi Dollar AS setelah beberapa sesi mengalami penguatan. Dari sisi fundamental,  Beberapa investor membeli Emas seiring keyakinan bahwa logam mulia akan memiliki nilai yang lebih baik dibanding aset lainnya ditengah periode inflasi tinggi. Kebanyakan pelaku pasar memperkirakan era harga minyak dan gas alam yang murah akan memicu inflasi, alhasil ketika Dollar terkoreksi lemah, Emas berhasil menguat. Selain itu Emas juga tertopang oleh aksi bank sentral, yang menambah 55 ton Emas pada cadangan devisa di bulan November, naik dari 29 ton di bulan Oktober, berdasarkan laporan World Gold Council. Pembeli terbesar tampak dari China dan Russia, yang masing-masing menambah 21 ton dan 22 ton Emas. Faktor lain yang dapat memicu bullish emas adalah Tahun Baru Imlek. Secara tradisional permintaan emas sebagai hadiah akan meningkat selama periode Tahun Baru Imlek di China. Sementara itu Analis Barclays memprediksi perkiraan rata – rata emas di tahun 2016 adalah di level $ 1054 karena mereka melihat ada tanda – tanda stabilitasi di China dan jumlah gaji yang menunjukkan ekonomi Amerika masih solid. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan emas akan test support $ 1083 dan support berikutnya $ 1074. Jika sentimen positif, kemungkinan emas akan test resistance $ 1100 dan resistance berikutnya $ 1106.

Energy Information Administration melaporkan suplai minyak mentah komersil AS bertambah sebanyak 200,000 barel pekan lalu. Sementara itu suplai bensin bertambah 8.4 juta barel pekan lalu. Analis sebelumnya memperkirakan peningkatan masing-masing 1,2 juta barel untuk bensin dan minyak distilasi. Sedangkan beberapa jam sebelumnya American Petroleum Institute melaporkan sepanjang pekan lalu persediaan minyak mentah AS berkurang sebanyak 3,9 juta barel. Sedangkan stok bensin naik 7 juta barel. Tekanan bearish minyak masih besar setelah banyak analis memperkirakan penurunan lebih lanjut, bahkan hingga menyentuh $20 per barel. Bursa China pagi ini dibuka dengan gap down, dikhawatirkan akan turut menyeret harga minyak untuk test level bawah lagi. Saat ini minyak running di level $ 30.30. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 29.30 dan support berikutnya $ 28.50. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 31.45 dan resistance selanjutnya 32.37

Dollar AS pangkas keuntungannya terhadap beberapa mata uang utama setelah seorang pejabat Federal Open Market Committee (FOMC) tahun ini memperingatkan adanya risiko pada rencana kenaikan suku bunga bank sentral di tengah perlambatan ekonomi global. Presiden Fed area Boston, Eric Rosengren, mengatakan gejolak dalam pasar saham China, pelemahan pasar minyak, dan beberapa faktor lain menambahkan kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global telah melambat secara signifikan.

Sterling belum beranjak dari level rendah 5,5 tahun pada pekan ini, seiring kecemasan mengenai China membantu mendorong mundur ekspektasi kenaikan suku bunga Inggris yang telah lama dinantikan pasar. Saat Federal Reserve menaikkan tingkat suku bunga bulan lalu, Bank of England diusung sebagai bank sentral negara maju pertama yang akan menyusul dalam waktu dekat. Namun inevstor mengatakan bahwa merebaknya kecemasan terkait China telah menutupi prospek kenaikan suku bunga di Inggris.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down dilevel 19548 ada sekitar 372 poin dari penutupan kemarin. Sementara itu Shanghai Comp dibuka turun 2,6 %. Bursa saham AS berbalik melemah di hari Rabu, Sebelumnya bursa global sempat menguat searah dengan rebound harga minyak di awal sesi setelah kemerosotan laju ekspor impor China, meredakan kekhawatiran atas kesehatan ekonomi China. Namun bukti terbaru atas melimpahnya pasokan minyak dunia membebani harga minyak dan saham sektor energi, kedua aset tersebut berhasil terpantul, meski masih dibawah level sebelumnya setelah data menunjukkan stok cadangan minyak menyentuh level rekor tinggi baru. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 19100. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 19920.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart EURGBP time frame 60 menit terlihat Formasi Ascending Triangle Kemungkinan kenaikan ke 0.76200

Klik gambar untuk memperbesar

EURGBP.mH1

 

Pada Chart USDCHF time frame 60 menit, terlihat Formasi Channel Up,  Kemungkinan penurunan ke 1.00100

Klik gambar untuk memperbesar

USDCHF.mH1