Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 13 November 2015

By on November 13, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 253 kali

Market Review Hari Ini – Dalam sebuah pembukaan konferensi pada hari Kamis, Chairwomen Federal Reserve, Janet Yellen tidak memberikan komentar yang menyangkut waktu kenaikan suku bunga atau ekonomi AS. Namun secara terpisah, Presiden Fed New York William Dudley mengatakan bahwa menunggu kenaikan inflasi sebelum memperketat kebijakan moneter secara cepat akan mempertinggi risiko “hard landing”ekonomi. Sentimen market yang negatif terpengaruhi oleh spekulasi kenaikan suku bunga The Fed, karena kenaikan suku bunga acuan menyebabkan aset Emas kurang atraktif ketimbang aset sekuritas yang memberikan yield/imbal hasil ketika bunga naik. Disisi lain, Total permintaan emas dari China dan India yang sempat merosot di antara Maret hingga Juni, turun rebound di kwartal ketiga seiring dengan pelemahan harga Emas. Permintaan terkuat terutama tampak di India seiring dengan kejatuhan nilai tukar rupee turut menopang permintaan musiman Emas. Hampir sebulan rally turun emas dan low kemarin menyentuh level $ 1074. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan bisa mengirim emas test support $ 1067 dan test support selanjutnya $ 1060. Jika sentimen positif, kalau ada penguatan maka emas akan test resistance $1100.

Harga minyak melemah sejak perdagangan sesi Eropa hingga berlanjut sesi Amerika, tadi malam setelah laporan Energy Information Administration (EIA) AS menunjukkan stok meningkat 4,2 juta barrel pekan lalu, dibandingkan ekspektasi kenaikan 1 juta barrel dalam survey Reuters. Pasar juga terpukul oleh proyeksi OPEC yang menyebutkan jika level output kartel saat ini akan mendorong pertumbuhan pasokan minyak sekitar 500.000 barrel/hari pada tahun depan. EIA juga melaporkan penurunan persediaan bensin sebesar 2,1 juta barrel, sementara stok minyak distilasi mencatat kenaikan sebesar 400.000 barrel pada pekan lalu. Laporan sebelumnya dari American Petroleum Institute (API) melaporkan persediaan minyak mentah di Amerika mengalami kenaikan 6.3 juta barel, stok bensin turun 3.2 juta barel. Sementara itu melambatnya pertumbuhan output pabrik Chinatelah menjaga kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi terbesar ke-2 di dunia, yang mempersuram outlook permintaan energi. Perlambatan di China telah menyeret sektor komoditas secara keseluruhan, dengan produk seperti minyak mentah, tembaga, gas alam cair, batubara, dan biji besi merosot antara 20% sampai 30% pada tahun ini. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 40.50 dan $ 40.00. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 42.50 dan $ 43.00

Mata uang Euro sempat melemah dibawah level psikologis 1.0700 di hari Kamis tidak lama setelah Presiden ECB, Mario Draghi memberikan komentar mengenai apresiasi mata uang Euro sejak bulan Mei sebagai alasan utama memburuknya outlook inflasi. Dalam testimoni Draghi yang sudah dipersiapkan sebelumnya didepan parlemen Eropa, nilai tukar Euro bergejolak setelah sebelumnya merespon angka nonfarm payrolls AS yang positif yang membuka peluang kenaikan suku bunga acuan The Fed di bulan mendatang. Bagaimanapun penurunan Euro tidak berlangsung lama, mata uang tunggal berhasil rebound lagi menjauhi level rendah 1.0674 akibat kecemasan bahwa The Fed berisiko menunda kenaikan suku bunga bulan depan seiring dengan komentar Yellen yang relatif dovish.

Poundsterling sentuh level tertinggi 3-bulan terhadap Euro di hari Kamis, setelah komentar Presiden ECB, Draghi menggeser fokus pada perbedaan outlook kebijakan moneter yang mencolok antara Inggris dengan zona Euro. Gap antara yield obligasi Inggris pada tenor 10-tahun dengan Jerman otomatis melebar dengan gap terlebar sejak awal Mei, sehingga mendongkrak permintaan terhadap Poundsterling. Presiden ECB, Mario Draghi memberikan pernyataan pada pemangku kebijakan Eropa bahwa dinamika inflasi telah melemah di zona Euro, sebagian besar dipicu oleh kejatuhan harga minyak, serta imbas yang tertunda oleh apresiasi nilai tukar Euro, sehingga membuka peluang kebijakan moneter akomodatif lebih lanjut pada bulan mendatang.

Bursa saham AS mengalami sesi terburuk dalam lebih dari sebulan pada hari Kamis seiring rendahnya harga komoditas membebani saham energi dan material. Beberapa komentar petinggi Federal Reserve yang isyaratkan kenaikan suku bunga juga turut mengikis sentimen. Indeks Dow Jones Industrial Average turun lebih dari 250 poin untuk ditutup di 17,448.07, dipimpin depresiasi saham Goldman Sachs. Indeks Nasdaq Composite turun lebih dari 1% untuk berakhir sedikit di atas level 5,000. Indeks S&P 500 merosot 1.4%, untuk ditutup di 2,045.97, dan kembali ke teritori negatif untuk pertama kalinya sejak 22 Oktober.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart EURGBP time frame 30 menit  terlihat Formasi Flag, Kemungkinan penurunan ke 0.70750

Klik gambar untuk memperbesar

EURGBP.mM30

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty