Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 13 Juni 2016

By on June 13, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 352 kali
Gold and Dollar

Market Review Hari Ini – Emas ditutup lebih tinggi pada hari Jumat dan sukses membukukan kenaikan mingguan ke-2 berturut-turut, seiring pelemahan saham global membantu mendongkrak daya tarik logam safe haven. Namun rebound  Dollar  AS nampaknya masih membatasi setiap kenaikan harga emas. Sejumlah analis memperkirakan bullion masih akan diperdagangkan cenderung menguat dalam 2 minggu ke depan, di tengah berlanjutnya kekhawatiran tentang referendum keanggotaan Inggris di Uni Eropa pada 23 Juni mendatang. Fokus investor emas minggu ini adalah hasil rapat kebijakan moneter The Fed  dan pers konferens besok kamis pagi jam 01.30 wib. Secara teknikal, jika sentiment negative kemungkinan emas akan kembali test support 1293. Jika sentiment positif, emas kemungkinan akan test resistance 1252.

Harga minyak mentah AS anjlok sekitar 3% untuk kembali ditutup di bawah $50 per barrel pada hari Jumat, sepanjang pergerakan minyak pada hari jumat lalu, minyak melemah sejak sesi Asia hingga menjelang penutupan sesi Amerika, seiring kenaikan 2-minggu beruntun jumlah rig pengeboran aktif di AS menambah kekhawatiran tentang pertumbuhan produksi. Apresiasi dollar AS dan sentimen negatif di pasar keuangan menjelang pertemuan Federal Reserve pada 14-15 Juni mendatang juga turut membebani emas hitam. Jumlah rig yang beroperasi di ladang minyak AS bertambah sebanyak 3 menjadi 328 setelah meningkat sebanyak 9 rig dalam pekan yang berakhir 3 Juni, menurut laporan Baker Hughes. Jumlah tersebut masih jauh di bawah 635 rig aktif yang tercatat setahun lalu. Pada sesi Asia pagi ini, harga minyak di perdagangkan di level 48.38 per barrel. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak akan menguji support 46.30. Jika sentiment positif, kemungkinan harga minyak akan menguji resistance 51.36.

Poundsterling merosot tajam di hari Jumat seiring kenaikan biaya hedging terhadap swing nilai tukar pada referendum 23 Juni terkait keanggotaannya di Uni Eropa meroket ke level tertinggi dalam 7 tahun terakhir. Sejak anjlok ke level rendah $1.38 di bulan Februari, poundsterling cukup stabil menghadapi kekhawatiran bahwa voting untuk meninggalkan Uni Eropa akan melemahkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan masalah dengan gap neraca berjalan yang sangat besar. Namun investor spekulatif dan berbagai perusahaan telah mendorong biaya lindung nilai secara perlahan dan pergerakan harga saat ini menyiratkan swing hampir 24 persen dalam nilai mata uang di bulan depan. Ancaman Brexit telah menjadi faktor penggerak sejak tahun lalu, dan turut memicu pelemahan lebih dari 10 persen pada indeks Sterling sejak pertengahan November dan pertengahan April.

Yen dan Swiss franc menguat pada hari Jumat karena turunnya harga minyak dan saham perbankan yang membuat pasar ekuitas global bergerak lebih rendah, mendorong adanya gelombang permintaan baru untuk aset beresiko rendah. Ketegangan terhadap refrendum tanggal 23 Juni yang terkait keanggotaan Inggris di Uni Eropa juga meningkatkan permintaan untuk investasi safe haven, ucap para analis. Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh ORB untuk surat kabar The Independent yang dipublikasikan hari Jumat menunjukkan voter yang memilih untuk “meninggalkan” unggul 10 poin dari yang ingin “bertahan.“ Selain itu pelaku pasar juga fokus pada hasil kebijakan moneter The Fed kamis pagi.

Bursa saham AS ditutup lebih rendah pada hari Jumat, dibebani oleh kecemasan terhadap pertumbuhan global terbaru dari catatan turunnya yield patokan dan kekhawatiran menjelang pemungutan suara Inggris tentang apakah mereka akan meninggalkan Uni Eropa atau tidak. Indeks Dow Jones industrial Average ditutup 119.85 poin lebih rendah, atau 0.67%, di 17,865.34, dengan saham Goldman Sachs pimpin pelemahan dan Verizon pimpin penguatan. Indeks S&P 500 ditutup turun 19.41 poin, atau 0.92%, di 2,096.07, dengan energi dan keuangan pimpin delapan sektor lebih rendah dan hanya telekomunikasi dan kebutuhan konsumen yang menguat. Indeks Nasdaq komposit ditutup turun 64.07 poin, atau 1.29%, di 4,894.55.

Pasar saham Eropa ditutup melemah tajam pada hari Jumat seiring sentimen investor terbebani oleh penurunan harga minyak, beberapa agenda ekonomi berisiko dalam waktu dekat dan kekhawatiran pertumbuhan ekonomi. Indeks FTSE 100 Inggris mencatat penurunan harian terbesar sejak 11 Februari, merosot 1,86% ke 6,115.76, dipicu kinerja buruk sektor perbankan. Sementara penguatan dollar juga telah membebani saham komoditas utama. Saham Barclays PLC terpantau anjlok 3,8%, diikuti oleh penurunan 3,7% saham Royal Bank of Scotland PLC. Indeks DAX Jerman anjlok 2,52% ke 9834.62, terseret kejatuhan 5,6% saham Lufthansa AG pasca mengumumkan pengunduran diri CFO Simone Menne yang mengejutkan. Di Perancis, pelemahan sektor keuangan, utilitas dan kesehatan menghantarkan indeks CAC40 ditutup 2,24% lebih rendah di 4306.72.

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart CLS10 timeframe 4 Jam terlihat formasi Channel Up, kemungkinan penurunan ke 46.80

Klik gambar untuk memperbesar

CLS10.mH4

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty