Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 12 Oktober 2015

By on October 12, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 348 kali

Market Review Hari Ini – Mengawali pekan ini emas dibuka dilevel $1156 terjadi koreksi setelah kemarin jumat menguat hingga level $ 1159. Setelah minutes dari pertemuan kebijakan anggota The Fed terbaru menunjukan bahwa bank sentral Amerika tidak terburu-buru untuk naikan suku bunga, sikap tersebut kembali menekan Dollar AS. Bank sentral Amerika sangat berhati-hati terhadap kebijakan pengetatan moneter bahkan sebelum perilisan data kerja yang pesimis pada pekan lalu yang menunjukkan penurunan tajam di dalam penerimaan pekerja di AS. Salah satu data ekonomi AS yang dirilis mengecewakan adalah data tenaga kerja yang juga merupakan salah satu indikator bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga. Buruknya data tenaga kerja tersebut, ditambah dengan kecemaasan terhadap rendahnya inflasi membuat pasar berekspektasi The Fed tidak akan menaikkan suku bunga di tahun ini. Secara teknikal, Jika sentiment negative, terjadi aksi taking profit bisa mengirim emas kembali bergerak di bawah level $ 1150 dan test support berikutnya $ 1144. Jika sentimen positif, kemungkinan emas melanjutkan penguatannya dan test resistance $ 1165 serta test resistance berikutnya $ 1170.

Minyak sempat menyentuh level $ 50.92 pada hari jumat lalu setelah 2 bulan lebih berkutat di bawah level $ 50-an. Minyak juga diuntungkan rendahnya valuasi Dollar AS yang tengah tertekan dengan keberpihakan the Fed pada kebijakan pelonggaran moneter sampai target inflasi bisa yakin tercapai. Pelemahan Dollar menjadikan minyak mentah yang diperdagangkan dalam Dollar AS akan dinilai lebih murah oleh investor sehingga berpengaruh pada tingkat permintaan. PIRA Energy Group, perusahaan berpengaruh yang setahun yang lalu memprediksi kejatuhan harga minyak, menyatakan murahnya harga minyak akan membuat harga dapat naik menjadi $70 per barel tahun depan dan $75 di tahun 2017. Terakhir kali minyak diperdagangkan di kisaran harga $75 per barel adalah sekitar bulan November tahun lalu. Disisi Fundamental lainnya konfliks di Suriah yang masih berlangsung dan kemungkinan kolaborasi diantara para produsen minyak raksasa, namun harga ditutup masih di bawah level kunci $50. Data yang menunjukkan adanya penurunan di dalam jumlah rig aktif di AS juga mendukung harga minyak pada akhir pekan ini, di saat ekspektasi akan melambatnya aktivitas kilang di AS yang berpotensi membantu memperlebar melimpahnya suplai minyak yang telah menahan penguatan harga. Jumlah rig aktif yang dirilis oleh Baker Hughes adanya penurunan rig sekitar 9 rig. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 49.00 dan $ 48.50. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 51.00 dan $ 51.50.

Aussie melesat ke level tertinggi tujuh pekan pada hari Jumat, setelah dollar AS kehilangan momentum penguatan, sementara rally bursa saham global mendorong risk appetite untuk aset dengan yield lebih tinggi seperti aussie. Aussie mencatat pekan terbaik sejak akhir 2011. Ahli strategi dari Morgan Stanley memprediksi aussie akan menyentuh 0.75 setelah kecemasan akan pelambatan ekonomi global terlihat mulai mereda. Analis dari BK Asset Management mengatakan kurs aussie kemungkinan akan menuju 0.75 jika harga komoditas terus naik disisa tahun ini. Sementara itu Sterling melemah terhadap dollar, turun dari level tertinggi dua pekan setelah data menunjukkan defisit neraca perdagangan Inggris turun lebih sedikit dari perkiraan. Office for National Statistic (ONS) melaporkan defisit neraca perdagangan Inggris turun menjadi £11,1 milyar di bulan Agustus, dan defisit bulan Juli direvisi menjadi £12,2 milyar dari rilis awal £11,08 milyar. £10 milyar. Laporan tersebut dirilis sehari setelah Bank of England mempertahankan suku bunga 0,50%, kebijakan yang telah diperkirakan banyak pihak. Suku bunga di Inggris bertahan sejak Maret 2009.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down dikisaran 22477. Sementara itu Bursa Wall Street, ditutup lebih tinggi pada hari Jumat, mencetak penguatan yang soild untuk pekan ini, karena investor mencerna indikasi dari the Fed pada waktu kenaikan suku bunga menjelang musim earnings. Indeks Dow Jones naik untuk enam sesi beruntun. Indeks blue chips menguat 33.74 poin, atau 0.2%, menjadi 17,084.49, dan membukukan kenaikan 3.7% pada pekan lalu, ini adalah kenaikan terbesar sejak Februari. Indeks Nasdaq Composite akhiri hari dengan naik 19.68 poin, atau 0.4%, di 4,830.47 dan menguat 2.6% untuk pekan lalu. Indeks S&P 500 ditutup naik 1.46 poin atau kurang dari 0.1% di 2,014.89 dan telah menguat 3.3%. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 22300. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 22800.

news

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart CLS10 time frame 60 menit  terlihat Formasi Channel Up  Kemungkinan penurunan ke 49.00

Klik gambar untuk memperbesar

CLS10H1

 

Pada Chart XAUUSD time frame 30 menit, terlihat Formasi Rising Wedge Kemungkinan penurunan ke 1153.00

Klik gambar untuk memperbesar

XAUUSD.mM30

 

Pada Chart USDCAD time frame 15 menit, terlihat Formasi Triangle  Kemungkinan penurunan ke 1.29150

Klik gambar untuk memperbesar

USDCAD.mM15

 

Pada Chart EURJPY time frame 30 menit, terlihat Formasi Rising Triangle , Kemungkinan penurunan ke 136.30

Klik gambar untuk memperbesar

EURJPY.mM30