Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 12 Februari 2016

By on February 12, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 263 kali
gold-for-oil

Market Review Hari Ini – Emas benar – benar memancarkan pesonanya pada perdagangan kemarin, emas mengalami rally naik hingga menyentuh level $ 1263 merupakan level tinggi setahun terakhir. Pada perdagangan kemarin emas dan Yen yang menguat juga dalam beberapa hari terakhir mengalami penguatan sedangkan bursa saham dan Dollar merosot tajam setelah Presiden Fed Janet Yellen memperingatkan bahwa kekacauan yang terjadi pasar keuangan global berpotensi melukai laju pertumbuhan ekonomi AS. Dalam testimony Yellen di depan Kongress, Yellen menyatakan perekonomian AS masih melanjutkan progress mendekati kondisi normal, namun terdapat kecemasan atas outlook China dan pengetatan sektor keuangan yang menjadi tidak suportif bagi pertumbuhan ekonomi AS serta pasar tenaga kerja domestik. Yellen juga tidak memberikan petunjuk sama sekali pada prospek kenaikan bunga di rapat FOMC bulan Maret. Emas diuntungkan oleh melemahnya Dollar AS dan suku bunga global yang rendah. Para trader mengatakan keprihatinan tentang ketidakstabilan keuangan muncul menyusul kejatuhan saham-saham bank Eropa ke posisi terendah beberapa tahun, dengan pertumbuhan dan tingkat suku bunga yang rendah telah memicu kekhawatiran atas profitabilitas bank. Secara teknikal, jika sentiment negative dan terjadi aksi taking profit setelah rally panjang,  kemungkinan emas akan test support $ 1229 dan support berikutnya $ 1221. Jika sentimen positif, penguatan emas masih berlanjut kemungkinan emas akan test resistance $ 1275 dan resistance berikutnya $ 1289.

Pada perdagangan kemarin, harga minyak masih melanjutkan penurunan hingga menyentuh level $ 26.04 dan kembali menguat setelah The Wall Street Journal memberitakan jika anggota OPEC mungkin siap untuk bekerja sama mengurangi output, mengutip komentar yang dilontarkan Menteri Energi UEA Suhail bin Mohammed al-Mazrouei kepada Sky News Arabia. Rendahnya harga minyak saat ini belum membuat para produsen serius membicarakan penurunan produksi, bahkan sesama anggota OPEC kini perang harga untuk meraih pangsa pasar. Iran dilaporkan menawarkan diskon harga minyak ke pasar Asia. Iran biasanya menetapkan harga minyak setara dengan Arab Saudi, namun untuk bulan Maret Iran menawarkan diskon 10 sen per barel. Harga minyak mentah tercatat telah kehilangan hampir 75% sejak pertengahan tahun 2014 seiring para produsen bersaing memompa 1-2 juta barrel minyak lebih banyak dibandingkan permintaan harian, sementara pertumbuhan ekonomi China menyentuh laju paling lambat dalam satu generasi.  Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 26.00 dan support berikutnya $ 25.00. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 28.50 dan resistance selanjutnya 29.30.

Mata uang Yen Jepang membukukan penguatan mingguan terbesarnya sejak era krisis keuangan 2008 pada hari Kamis, sebelum akhirnya terkoreksi dengan tajam seiring spekulasi bahwa pejabat Bank of Japan akan melakukan intervensi untuk meredam arus modal masuk yang mencari safe haven. Berbagai dealer dan bank meredam spekulasi bahwa BoJ telah mengambil langkah intervensi di sesi Eropa setelah terjadi lonjakan harga dalam waktu 2-menit dari level 112 ke level 113 yen. Pada perdagangan kemarin yen sempat tembus level 111 sebelum BoJ melakukan intervensi.

Poundsterling melemah ke level terendah 15-bulan terhadap berbagai mata uang utama di hari kamis, tenggelam hampir 3 persen terhadap mata uang safe haven seperti Yen, seiring ketegangan para investor terhadap pertumbuhan global dan mendiskon peluang pemangkasan suku bunga Inggris. Sedangkan Sterling terhadap Dollar AS juga melemah hingga level 1.43820. Pasar interest rate sendiri menunjukkan bahwa peluang kenaikan suku bunga BoE tidak akan terjadi sampai tahun 2020.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap up dilevel 18272. Pada perdagangan kemarin indeks Hangseng melemah 4.25% ke level terendah sejak pertengahan 2012. Bursa saham Asia melemah pada hari Kamis kemarin seiring investor mencerna pernyataan dari Gubernur Federal Reserve Janet Yellen dan harga minyak yang masih volatile. Sementara itu Bursa Saham Wall Street kembali melemah seiring kecemasan bahwa perlambatan ekonomi global akan menambah tekanan terhadap suku bunga. Namun saham energi mampu membantu pasar memangkas kerugian, setelah sebuah laporan menyebutkan jika OPEC mungkin siap untuk mengurangi produksi minyaknya. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 254 poin atau 1.6% di level 15,660. Indeks S&P 500 juga melemah 22 poin atau 1.2%, dan ditutup di 1,830. Indeks Nasdaq melemah 16 poin atau 0.4%, untuk berakhir di 4,266. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 18000. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 18700.

NEWS

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart AUDJPY time frame 15 menit terlihat Formasi Triangle, Kemungkinan penurunan ke 79.000

Klik gambar untuk memperbesar

AUDJPY.mM15

 

Pada Chart XAUUSD time frame 15 Menit, terlihat Formasi Triangle,  Kemungkinan penurunan ke 1231

Klik gambar untuk memperbesar

XAUUSD.mM15

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty