Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 11 Juni 2015

By on June 11, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 398 kali

Market Review Hari Ini – Emas mencoba naik kembali diatas $ 1190-an seiring pelemahan dollar US kemarin malam. Komentar Gubernur BOJ yang memicu penguatan mata uang jepang terhadap dollar US juga menjadikan kekuatan emas untuk menanjak naik. Sementara status Yunani masih terlihat negosiasi yang panjang dengan para kreditur, sudah lebih dari 3 bulan, negosiasi belum juga kunjung usai padahal akhir bulan ini Yunani harus menyelesaikan cicilan pinjaman kepada IMF. Tarik ulur negosiasi ini bisa memicu emas untuk naik jika saja negosiasi masih buntu. Emas akan menjadi pilihan safe haven jika keadaan perekonomian dan keuangan yang tidak stabil. Akan tetapi kenaikan emas bisa terbatas jika sentiment kenaikan suku bunga The Fed kembali dihembuskan dibursa. Minggu depan The Fed akan menggelar rapat yang sangat dinantikan keputusannya. Secara teknikal, jika sentiment kembali negative oleh spekulasi kenaikan tingkat suku bunga US, kemungkinan emas akan mencoba test $ 1160 dan $ 1150. Jika sentiment positif oleh buntunya negosisasi Yunani dan pembelian emas di harga rendah, emas kemungkinan akan berusaha melewati $ 1196 dan akan mencoba menembus $ 1200 jika didukung oleh pembeli emas dari kawasan asia.

EIA ( Energy Information Administration ) akan merilis laporannya mengenai persediaan minyak di amerika yang mengalami pengurangan sebanyak 6.8 juta barel jauh turun tajam dibandingkan estimasi para analis yang hanya 1.5 juta barel. Sementara itu laporan dari badan industry American Petroleum Institute (API) juga menunjukkan penurunan yang jauh lebih tajam dari prediksinya. EIA mengatakan pertumbuhan tingkat produksi minyak di amerika hanya akan berlanjut pada akhir tahun depan, sedangkan agensi pemerintah amerika menaikan proyeksinya mengenai permintaan minyak secara global tahun 2015 sekitar 20.000 barel perhari menjadi 1.25 juta barel perhari. Diharapkan China kembali menaikan jumlah impor minyak. Persediaan minyak secara global yang berlebihan akan menjadi hambatan bagi harga Crude Oil untuk naik. Secara teknikal, jika sentiment negative, harga Crude akan kembali diarea $ 60.50 – $ 60.00. jika sentiment positif dengan harapan China kembali agresif membeli minyak, kemungkinan harga Crude Oil akan test resistance $ 62.50 dan akan mencoba menembus $ 63.00

Pagi tadi Bank Sentral Selandia Baru menurunkan suku bunganya untuk pertama kalinya dalam kurun waktu 4 tahun supaya dapat meningkatkan inflasi. RBNZ memangkas suku bunga sebesar 0.25% menjadi 3.25% dan RBNZ kemungkinan juga akan memotong kembali suku bunganya pada pertengahan tahun 2016 tentu saja dengan melihat serangkaian data ekonomi domestic Negara Selandia Baru. Pergerakan NSDUSD langsung melemah tajam seiring pemotongan suku bunga oleh RBNZ, running sesi asia pagi ini 0.7028. Fokus pelaku pasar asia hari ini adalah data China Industrial Production yang akan dirilis nanti siang jam 12.30 wib. Sedangkan data US retail sales dan Unemployment claims akan dirili nanti malam jam 19.30 wib

Sementara itu pagi ini data dari Australia yaitu Employment Change mengalami kenaikan 42 k lebih tinggi dari estimasinya 12.1k dan Unemployment Rate turun 0.1 %, data tersebut membuat AUDUSD terbang hingga 0.7791. sedangkan komentar Presiden BOJ kemarin yang mengejutkan pasar membuat harga Yen menguat terhadap Dollar US hingga 122.44. Untuk sterling kembali mengalami penguatan oleh data domestic inggris yang mengesankan serta terkoreksinya Dollar US membuat sterling naik hingga 1.55533 kemarin malam.

news

Analisa Teknikal Chart

USDJPY, Timeframe H4, terlihat penembusan 123.78, target turun ke 122.10

USDJPYH4