Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 10 November 2015

By on November 10, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 261 kali

Market Review Hari Ini – Emas mencoba bangkit lagi setelah pada hari Jumat minggu lalu melemah karena data Nonfarm payrolls Amerika yang mengesankan dan ekspektasi kenaikan suku bunga AS. Pada perdagangan kemarin emas menguat tipis dilevel $ 1095 namun belum mampu melewati level $ 1100 sudah kembali melemah lagi. Faktor kenaikan suku bunga yang mempengaruhi pergerakan emas sejak awal tahun memberikan tekanan dalam beberapa hari terakhir, khususnya setelah chairwomen Federal Reserve, Janet Yellen, menegaskan keinginan untuk menaikkan suku bunga di akhir tahun, meski masih bergantung pada data ekonomi. Sepanjang pekan lalu, probabilitas kenaikan suku bunga AS naik sebanyak dua kali, menjadi 60% pasca komentar Yellen, dan naik lagi menjadi 70% pasca data tenaga kerja AS.  Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan bisa mengirim emas test support $ 1077 dan test support selanjutnya $ 1070. Jika sentimen positif, kalau ada penguatan maka emas akan test resistance $1100.

Minyak mentah melemah hingga dibawah level $ 44. Produksi dari Rusia, Arab Saudi dan beberapa Negara produsen minyak terus digenjot sehingga membanjiri pasokan minyak secara global. Sedangkan permintaan belum ada peningkatan. OPEC mengatakan bahwa mereka perkirakan permintaan global masih akan kuat pada tahun depan. Sekretaris Jenderal OPEC, Abdullah al-Badri mengatakan bahwa dia perkirakan pasar minyak akan menjadi lebih seimbang di tahun 2016 karena permintaan masih terus tumbuh. OPEC akan mengadakan pertemuan pada 4 Desember mendatang untuk membahas strategi yang akan di ambil setelah pada tahun lalu menolak untuk menurunkan produksi minyak. Sentimen negatif lainnya datang dari sisi konsumen, China yang merupakan konsumen minyak terbesar kedua di dunia melaporkan penurunan ekspor impor pada hari Minggu kemarin, yang menjadi indikasi masih lesunya kegiatan ekonomi. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 43.50 dan $ 43.00. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 45.00 dan $ 45.80

Euro rebound dari level terendah 6-1/2 bulan terhadap dollar pada hari Senin, investor melakukan aksi profit taking terhadap dollar yang melesat pada pekan lalu pasca rilis data tenaga kerja AS yang meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga di bulan Desember oleh Federal Reserve AS. Euro pada hari Jumat merosot tajam hingga menyentuh level terendah sejak pertengahan April, dan turun hampir 6% dalam dua pekan terakhir pasca European Central Bank mengindikasikan akan menambah program pembelian aset dan menurunkan suku bunga deposito. Beberapa analis memperkirakan sikap dovish ECB akibat euro yang menguat, fakta berbaliknya euro saat ini kemungkinan akan menunda niat ECB untuk menurunkan suku bunga deposito, yang menjadi sentimen positif bagi mata uang 19 negara ini.

Aussie melemah terhadap dollar pada hari Senin setelah China pada hari minggu melaporkan surplus necara perdagangan bertambah menjadi $61,64 milyar di bulan Oktober dari $60,34 di bulan September, dengan ekspor menunjukkan penurunan 6,9% sementara impor merosot 18,8%. Surplus di bulan Oktober menjadi rekor tertinggi bulanan, lebih dikarenakan merosotnya impor daripada kenaikan ekspor. Kenaikan surplus tersebut juga menjadi salah satu alasan naiknya cadangan devisa China. Sedangkan dari Australia, data menunjukkan kenaikan jumlah iklan lapangan pekerjaan di bulan Oktober sebesar 0,4% dari bulan September yang naik 3,8%.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down dilevel 22424. Bursa saham AS akhiri hari Senin dengan penurunan terbesar dalam enam pekan, menandai untuk pelemahan empat sesi beruntun untuk S&P 500. Beberapa analis mengatakan bahwa kerugian mungkin disebabkan oleh meningkatkan keyakinan bahwa akan ada kenaikan suku bunga Federal Reserve AS di bulan Desember setelah laporan kerja yang solid di pekan lalu. ndeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 242.55 poin. Indeks S&P 500 ditutup turun hampir 1% atau 20.57 poin di 2,078.60. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 22100. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 22700.

news

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart AUDUSD time frame 60 menit  terlihat Formasi Triangle, Kemungkinan kenaikan ke 0.70720

Klik gambar untuk memperbesar

AUDUSD.mH1