Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 1 Oktober 2015

By on October 1, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 299 kali

Market Review Hari Ini – Selama 4 sesi perdagangan, emas melemah oleh sentiment pidato beberapa pejabat The Fed yang memberikan keyakinan jika suku bunga Amerika akan naik pada tahun ini, kondisi inilah yang terus dihembuskan beberapa pejabat The Fed secara terus menerus sehingga membuat investor melepaskan posisi emas. Disisi lain data ADP Nonfarm naik ke 200 K dari estimasinya 192 K, semakin membuat pergerakan emas melemah. Sementara itu pidato Gubernur The Fed, Janet Yellen tadi pagi, membuat pergerakan tipis pada emas. Pada sesi asia pagi ini, emas bergerak dilevel $ 1115. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan test support $ 1108 dan support berikutnya $ 1100. Jika sentimen positif, kemungkinan emas melanjutkan penguatannya dan test resistance $ 1125 dan $ 1134.

Laporan EIA (Energy Informatioan Administration ) mengatakan bahwa stok minyak mentah di America bertambah 4 juta barel sedangkan data dari API ( American Petroleum Institute ) yang menyebutkan bahwa persediaan minyak mentah di Amerika mengalami kenaikan sebesar 4.6 juta barel. Meskipun persediaan minyak di Amerika mengalami kenaikan, namun disisi lain gejolak di suriah dengan adanya serangan udara Rusia ke Islamic State di Suriah telah memicu kekhawatiran akan pecahnya perang di Timur Tengah sedangkan ancaman badai di Pantai Timur Amerika, hal ini telah membuat harga minyak naik sehingga membuat investor mengabaikan laporan dari EIA dan API. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 45.00 dan $ 44.50. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 46.00 dan $ 46.50.

Dollar AS menguat terhadap mata uang rivalnya pada hari Rabu, terangkat oleh data tenaga kerja sektor swasta, yang menaikkan ekspektasi kenaikan suku bunga di tahun ini. Automatic Data Processing Inc. (ADP) melaporkan penambahan tenaga kerja sebanyak 200.000 di bulan September, lebih baik dari perkiraan dan memberikan indikasi pasar tenaga kerja cukup tangguh untuk menahan kenaikan suku bunga. Sementara itu Euro yang melemah terhadap Dollar AS karena data domestic Amerika yang tangguh dan data zona Eropa yang buruk, indeks harga konsumen (year-on-year) zona euro turun 0,1% (deflasi) di bulan September, dari bulan sebelumnya yang naik 0,1%. Penurunan di bulan September juga dibawah ekspektasi, dan jauh dari target European Central Bank sebesar 2%. Eurostat mengatakan penurunan indeks akibat rendahnya harga minyak, harga energi sendiri turun 8,9%. ECB meluncurkan program pembelian aset senilai €60 milyar per bulan pada bulan Maret dan berlangsung hingga September 2016 untuk menangkal rendahnya inflasi di zona euro. Aussie melonjak naik tipis dari level 0.70340 ke level 0.70470 setelah rilis data Caixin Manufacturing PMI dan Caixin Services yang dirilis pagi ini.

Bursa Wall Street ditutup sekitar 1,5% lebih tinggi pada hari Rabu, namun ke-3 indeks utama masih membukukan kinerja kuartalan terburuk dalam 4-tahun. Penguatan didukung oleh kinerja solid sektor produsen kebutuhan konsumen, material dan perawatan kesehatan. Indeks Dow Jones ditutup naik 235.57 poin, dipimpin oleh saham Nike. Indeks blue chips ini mengakhiri bulan September dengan 1.5% lebih rendah dan membukukan kerugian kuartalan sebesar 7.6%. Indeks S&P 500 reli sebesar 1.9% untuk ditutup di 1,920, setelah dibuka di bawah level psikologis 1.900, namun harus membukukan kerugian bulanan sebesar 2.7% dan turun 7% dalam basis kuartalan. Sementara indeks Nasdaq mencatat penguatan harian terbesar dalam 3-minggu dengan naik 102.84 poin.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart AUDJPY time frame 30 menit, terlihat Formasi Head and Shoulders, Kemungkinan penurunan ke 83.800

Klik gambar untuk memperbesar

AUDJPY.mM30