Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 1 Juli 2015

By on July 1, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 417 kali

Market Review Hari ini –  Kegagalan emas mengumpulkan permintaan safe haven ketika situasi Yunani yang default telah membuat emas melemah hingga $ 1166 pada area support kemarin. Dollar US kembali mengalami penguatan setelah hari senin kemarin open gap up namun dilanjutkan dengan koreksi seiring komentar beberapa pejabat eropa seputar status Yunani yang akan default dan zona eropa telah mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi pada Yunani. Dengan demikian Yunani sebagai Negara pertama yang akan keluar dari zona Eropa. Hari ini agenda rapat para pemimpin Eropa akan digelar dan Yunani akan mengajukan proposal baru lagi akan tetapi Kanselir Jerman mengatakan tidak akan ada proposal baru Yunani setelah referendum. Sedangkan pergerakan emas lebih cenderung melemah tampaknya investor lebih memilih masuk pasar emas setelah referendum Yunani sehingga investor bisa melihat dampak dari default Yunani yang mungkin melebar ke Negara lain di zona Eropa. Investor emas memprediksi emas kemungkinan menguat setelah referendum Yunani digelar. Selain masalah Yunani, investor emas juga fokus pada data nonfarm payrolls yang akan dirilis hari kamis besok, jam 19.30 wib dan untuk hari ini data ADP Non farm US yang akan dirilis nanti jam 19.15 wib. Sedangkan FOMC meeting akan digelar minggu depan. Secara teknikal, Jika sentiment kembali negative, emas akan koreksi diarea support $ 1165 dan test support berikutnya $ 1159. Jika sentiment kembali positif, emas akan mencoba meraih resistance $ 1186.

Crude Oil kembali mengalami penguatan seiring perpanjangan waktu sepekan untuk negosiasi antara Iran dan Enam Negara mengenai nuklir Iran yang belum menemui titik temu. Waktu tenggat adalah tanggal 30 Juni namun diperpanjang sepekan lagi. Tujuan dari perundingan nuklir Iran adalah untuk mengatur mekanisme diverifikasi untuk memotong jalur bagi Iran untuk mendapatkan senjata nuklir. Barrack Obama melihat adanya perbedaan yang mendalam dalam perundingan dengan pihak Iran. Harga Crude Oil kembali menguat diatas level $ 59 seiring masih diperpanjangnya perundingan Iran namun jika kesepakatan nuklir Iran disahkan maka akan semakin banyak persediaan minyak mentah global karena Iran siap mengekspor minyak ke Asia diatas 1 juta barel perhari dan hal ini bisa menambah beban berat harga Crude Oil. Sementara itu laporan American Petroleum Institute ) stok minyak mentah US naik 1,9 juta, stok bensin naik sebanyak 334.000 barel, stok minyak mentah di Cushing turun 19.000 berel. Sementara itu laporan dari EIA ( Energy information Administration) akan melaporkan persediaan minyak US nanti malam jam 21.30 wib. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga Crude Oil akan mencoba test support $ 58.12 dan memicu harga kembali turun dibawah level $ 58. Jika sentiment kembali positif, harga Crude Oil akan bergerak diatas level $ 59 dan kemungkinan test resistance $ 59.85

Yunani akan menggelar referendum tanggal 5 juni, rakyat Yunani akan menentukan nasibnya sendiri. Beberapa pejabat eropa tampaknya sudah siap dengan kemungkinan yang akan terjadi jika Yunani keluar dari zona Eropa. Hari ini para pemimpin Zona Eropa akan menggelar rapat kembali dan diharapkan Yunani kembali membawa proposal baru lagi namun Kanselir Jerman, Angela Markel mengatakan tidak ada lagi proposal Yunani setelah adanya referendum. Euro terhadap Dollar US kembali melemah akibat ketidakpastian nasib Yunani. Sementara itu berita dari surat kabar Jerman mengatakan pihak Yunani telah mengajukan permohonan penundaan pembayaran hutang kepada IMF. Fokus pelaku pasar saat ini adalah menunggu hasil dari rapat para pemimpin Zona Eropa. Harga Euro terhadap Dollar US siap bergejolak ketika ada komentar dari pihak terkait mengenai hasil rapat para pemimpin Zona Eropa.

Sementara itu Bank of Japan menanggapi hasil data Tankan tadi pagi diharapkan lebih banyak perusahaan jepang yang meningkatkan pengeluaran guna untuk menambah produktivitas, renovasi pabrik dan peralatan. Yen terhadap Dollar US melemah tipis seiring data rilis Tankan. Saat ini running 122.50 ( Monextrader Platform jam 08.33 wib) sedangkan Indeks Saham Nikkei bergerak dilevel 20275, juga mengalami penguatan ketika rilis data Tankan. Sedangkan Aussie menguat tipis terhadap Dollar US sesi asia pagi ini ke level 0.7718. Rate Australia akan dirilis minggu depan dan Gubernur RBA juga akan memberikan konferensi pers minggu depan.

Sterling bergerak range selama 5 sesi perdagangan antara 1.5800 – 1.5660 selama kuartal kedua Sterling terhadap Dollar US menguat sekitar 17 % merupakan catatan terbesar hal ini ditopang oleh beberapa data inggris yang mengesankan termasuk pemulihan GDP Q1 yang lebih pesat dibandingkan estimasinya. Laju pertumbuhan ekonomi naik 0.4 % selama Q1 2015. Katalis lainnya dipicu oleh ketidakpastian nasib Yunani yang menopang peralihan arus modal ke valuta safe haven seperti sterling. Resistance berada dikisaran 1.5760 dan 1.5800 sedangkan support berada dikisaran 1.5643 dan 1.5600

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart GBPUSD time frame 30 menit, terlihat Formasi Triangle, Kemungkinan penurunan ke 1.5640

Klik gambar untuk memperbesar

GBPUSDM30

 

Pada Chart XAUUSD  time frame 15 menit  terlihat Triangle, Kemungkinan penurunan ke 1170

Klik gambar untuk memperbesar

XAUUSDM15

 

Pada Chart USDJPY time frame 60 menit, terlihat Formasi Triangle, Kemungkinan kenaikan ke 122.70

Klik gambar untuk memperbesar

USDJPYH1