Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 1 Desember 2015

By on December 1, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 278 kali

Market Review Hari Ini – Emas melambung lagi hingga level $ 1069 pada perdagangan kemarin, namun tetap menderita persentase penurunan bulanan terbesar dalam lebih dari dua tahun terakhir. Semakin dekatnya kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Rerserve membuat emas akan kembali tertekan. Data non-farm payrolls pada besok hari Jumat akan menjadi perhatian utama investor, bahkan lebih besar dari biasanya. Penambahan jumlah tenaga kerja yang bagus setelah lonjakan di bulan Oktober, dapat memperkuat ekspektasi The Fed akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade terakhir. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan bisa mengirim emas test support $ 1055 dan test support selanjutnya $ 1046. Jika sentimen positif, kalau ada penguatan maka emas akan test resistance $ 1079.

Minyak sempat melonjak ke level $ 42.60 namun berakhir kembali turun hingga sesi asia pagi ini bergerak dikisaran $ 41.72. Trader minyak telah bersiap untuk menantikan hasil pertemuan OPEC yang akan digelar besok Jumat. Survei Reuters menunjukkan output minyak OPEC naik di bulan November dari bulan sebelumnya, dipimpin oleh kenaikan produksi minyak Irak. Kenaikan output tersebut membuat produksi minyak OPEC mendekati rekor tertinggi dengan tujuan dan berpotensi terus menekan harga minyak. Berdasarkan survei tersebut, output OPEC di bulan November mencapai 31,77 juta barel per hari, naik dari 31,64 juta barel di bulan Oktober. Pada pertemuan besok jumat, OPEC diperkirakan akan mempertahankan jumlah produksi minyaknya untuk mempertahankan pangsa pasar. Sementara itu survey Bloomberg mengatakan jika harga minyak terus menerus melemah hingga dibawah $ 30 barel, maka akan mengancam sistem stabilitas keuangan Rusia.  Para analis memperkirakan kenaikan harga minyak, baru akan terjadi jika produsen besar di luar OPEC, seperti Rusia, bersedia untuk menurunkan jumlah produksi. Namun Rusia sendiri masih memproduksi minyak dengan jumlah yang tinggi, menjadi indikasi keingingan Rusia bersaing memperoleh pangsa pasar dengan OPEC.  Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 41.00 dan $ 40.00. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 42.60 dan resistance selanjutnya $ 43.40.

Semakin dekatnya perkiraan waktu kenaikan suku bunga di AS membuat dollar membukukan kinerja bulanan terbaik sepanjang tahun ini di bulan November. Menurut FactSet, indeks dollar terhadap mata uang utama menguat 3,4% sepanjang bulan November, kenaikan tersebut menjadi yang terbesar sejak bulan Januari ketika naik 5%. Penguatan dollar paling kentara terhadap Euro, dimana kedua bank sentral memiliki outlook kebijakan yang berbeda di bulan ini. European Central Bank akan mengadakan rapat kebijakan moneter pada hari Kamis pekan ini, dan diperkirakan akan menggelontorkan stimulus tambahan untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan menaikkan inflasi. Nonfarm payrolls besok jumat akan menjadi pusat perhatian para pelaku pasar sebelum The Fed mengumumkan suku bunganya pada pertengahan Desember.

Sementara itu siang nanti RBA akan mengumumkan suku bunga terbaru sekitar jam 10.30 wib dan diprediksi bahwa RBA mempertahankan suku bunga 2.00%.  Aussie menguat terhadap Dollar AS untuk pertama kalinya dalam 4-sesi, didukung komentar gubernur bank sentral pada pekan lalu yang meminta pasar “tenang” sampai bulan Februari dan laporan laba operasional perusahaan Australia yang mampu naik tipis di kuartal ketiga. Data ini bertolak belakang dengan gambaran yang diberikan laporan aktivitas konstruksi dan data belanja modal swasta pekan lalu.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap up dilevel 22198. Bursa Wall Street merosot di hari Senin seiring kejatuhan saham sektor konsumen dan sikap wait & see para investor pada hasil trend belanja selama musim liburan. Selain itu bursa Wall Street juga masih bergerak dalam range trading yang sempit sepanjang beberapa minggu terakhir, karena para investor menunggu arah kenaikan suku bunga The Fed. Melihat kedepan, fokus para investor akan tertuju pada laporan tenaga kerja bulan November, dijadwalkan rilis hari Jumat Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 22000. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 22530.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart EURGBP time frame 15 menit  terlihat Formasi Descending Triangle,  Kemungkinan penurunan ke 0.70000

Klik gambar untuk memperbesar

EURGBP.mM15