Market Review dan Analisa Teknikal, 22 Februari 2016

By on February 22, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 209 kali

Market Review Hari Ini – Data ekonomi Amerika berupa laju inflasi Amerika kembali menguji pergerakan emas pada perdagangan jumat minggu lalu. Emas cenderung bergerak range $ 1220 – $ 1234. Pada perdagangan sesi Asia pagi ini, emas bergerak diarea $ 1224. Harga emas telah reli sebesar 16% di sepanjang tahun ini dan membuatnya menjadi aset terbaik di tengah gejolak di pasar keuangan dan kecemasan atas ekonomi global. Namun beberapa analis mengatakan bahwa pasar telah bereaksi berlebihan dan harga emas akan turun lebih lanjut. Secara teknikal, jika sentiment negative masih mempengaruhi pergerakan emas, kemungkinan emas akan kembali test support $ 1220 dan support berikutnya $ 1212. Jika sentiment positif, emas kemungkinan akan test resistance $ 1242 dan $ 1248.

Harga minyak kembali melemah ke level $ 31, seiring fokus para pelaku pasar pada melimpahnya pasokan minyak mentah dunia serta harapan yang pudar atas kesepakatan produksi diantara produsen minyak utama. Para pelaku pasar dan analis masih pesimis jika deal antara produsen minyak dapat diraih agar dapat mendongkrak harga, karena kesepakatan tersebut membutuhkan partisipasi dari produsen minyak lainnya, sehingga nasib pakta tersebut semakin tidak pasti. Di sisi lain, sulit untuk melihat pertumbuhan permintaan minyak dalam kondisi ekonomi global yang sedang lesu. Pasar masih meragukan dampak kesepakatan pembekuan produksi karena memiliki persyaratan adanya partisipasi dari produsen-produsen utama dunia lain. Jika pun pembekuan produksi dilaksanakan, ini artinya tingkat produksi akan bertahan di dekat rekor tertinggi. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak akan menguji support $ 30.75 dan support berikutnya $ 29.55. Jika sentiment positif, kemungkinan harga minyak akan menguji resistance $ 33.00 dan resistance berikutnya $ 34.00.

Dollar AS berhasil menguat terhadap sebagian besar mata uang utama pasca dirilisnya data ekonomi yang menunjukkan laju inflasi di AS berakselarasi, menguatkan peluang kenaikan suku bunga tahun ini. Federal Reserve sedang mengawasi laju inflasi untuk sinyal kesiapan perekonomian untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut, setelah menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya bulan Desember lalu. Dollar menguat ke level tinggi 2-pekan terhadap euro seetlah laju inflasi inti AS naik paling tajam dalam lebih dari 4 tahun bulan lalu.

Aussie mencatatkan performa terburuk dalam perdagangan terhadap Dollar AS dibandingkan mata uang utama lain, menyusul ucapan dovish salah satu penentu kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA). Anggota dewan RBA, John Edwards, merasa lebih nyaman dengan valuasi Aussie yang lebih rendah karena akan berdampak baik untuk proses peralihan dari investasi pertambangan. Dalam kesempatan lain, Edwards bahkan menginginkan Aussie berada di level 0.65.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan open gap up di area 19337. Bursa Wall Street kembali terkoreksi seiring kejatuhan tajam harga minyak, ditambah faktor ketidakpastian arah kebijakan moneter AS dan kekhawatiran atas pelambatan pertumbuhan. Indeks Dow Jones turun 0.13%, indeks S&P 500 melemah tipis 0.01% sedangkan nasdaq naik 0.38%. Secara teknikal, jika sentiment negative kemungkinan indeks saham hangseng akan menguji support 19750 dan jika sentiment positif kemungkinan indeks saham hangseng akan menguji resistance 19100.

NEWS

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart USDJPY timeframe 30 menit, terlihat formasi Channel Down, kemungkinan kenaikan ke 113.250

Klik gambar untuk memperbesar

USDJPY.mM30

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty