Market Review and Analisa Teknikal Chart, 24 Agustus 2015

By on August 24, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 346 kali

Market Review Hari Ini – Emas masih bertengger di level $ 1156 sesi asia pagi ini setelah minggu lalu rally naik mencapai level $1168. Terpuruknya saham global dan Dollar US yang melemah setelah Minutes The Fed yang membuat para pelaku pasar melihat The Fed ragu dalam menaikan suku bunga US sehingga membuat emas menjadi safe haven. Disisi lain pertumbuhan ekonomi global yang melambat, data China yang lebih buruk dari perkiraan, semakin membuat investor kembali memburu emas karena dianggap asset yang lebih aman ditengah terpuruknya perekonomian global. Disisi fundamental lainya , Korea Utara dan Korea Selatan masih dalam status siaga tinggi, kedua Negara tersebut sedang dalam pembicaraan untuk meredam ketegangan yang terjadi diperbatasan kedua Negara tersebut. PBB juga mengharapkan kedua Negara tersebut untuk mengakhiri ketegangan. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan harga emas mengalami koreksi untuk test support $ 1149 dan $ 1140. Jika sentimen positif, kemungkinan harga emas akan kembali test resistance $ 1168 dan $ 1175.

Harga minyak kembali drop, jumat lalu sempat menembus psikologis price $ 40 dan masih dilanjutkan sesi asia pagi ini, saat ini running $ 39.83 (Monex Trader Platform jam 08.23WIB). Data Manufaktur China yang buruk membuat harga minyak semakin terbenam karena kekhawatiran melambatnya permintaan minyak dari Negara tersebut, China adalah konsumen terbesar kedua Dunia. Pasokan minyak global yang melimpah dan permintaan yang kecil telah membuat minyak menderita. Laporan Baker Hughes, jumlah rig aktif di Amerika naik 2 rig, dari sebelumnya 672 menjadi 674 rig aktif. Sementara itu di Atlantik, Badai Danny dilaporkan tengah menuju Karibia. Namun beberapa analis menilai faktor tersebut tidak akan banyak merubah gambaran minyak secara keseluruhan. Kendati badai mungkin menyebabkan terhentinya semua aktivitas produksi di Teluk Meksiko. Pasokan minyak global masih berlimpah setidaknya setengah juta barrel dan itu belum termasuk potensi pasokan minyak tambahan dari Iran. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga Crude Oil akan test support $ 39.00 dan jika berhasil ditembus akan memicu harga bergerak ke support berikutnya $ 38.50. Jika sentiment positif, kemungkinan harga Crude akan test resistance $ 41.00 dan resistance berikutnya $ 41.50

Dollar melemah terhadap berbagai mata uang utama di hari Jumat, anjlok ke level terendah 2-bulan terhadap Euro, seiring data pabrik raksasa ekonomi China yang lemah menambah keraguan atas prospek kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve bulan Depan. Aktivitas manufaktur China menyusut ke laju kontraksi terburuknya dalam 6 ½ tahun terakhir di bulan Agustus, menambah kekhawatiran pelambatan ekonomi China serta dampaknya terhadap pertumbuhan global. Sebelumnya market berharap data ekonomi AS yang solid dapat menopang skenario kenaikan Fed Rate untuk kali pertama dalam 10 tahun terakhir.

Pagi ini Menteri Ekonomi Jepang, mengatakan melemahnya perekonomian China dapat menyebar ke Negara Asia lainnya, China perlu mengelola ekonomi berbasis investasi dan difokuskan pada belanja konsumen. Yen terhadap Dollar US mengalami penguatan selama 4 sesi perdagangan, saat ini running 121.20, kemungkinan akan menguji level 121.00 jika berhasil dilewati maka akan menguji support 120.80.

Sementara itu sterling terhadap Dollar US mengalami penguatan dan mendekati level tinggi 7 minggu. The Fed belum tentu menaikan suku bunga US pada bulan september ditengah kecemasan melemahnya pertumbuhan ekonomi global dan laju inflasi US yang melemah .Para investor lebih optimis bahwa BoE akan menaikkan suku bunga di kwartal pertama tahun depan, seiring outlook ekonomi Inggris yang lebih positif. Sterling tertopang juga oleh data negatif China yang menambah sentimen negatif di sektor komoditas serta implikasi nya terhadap outlook inflasi yang dipertimbangkan oleh The Fed.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down dilevel 21708. Sementara itu Shanghai Comp dibuka turun lebih dari 5%. Sedangkan Wall Street kemarin jumat juga jatuh seiring ketakutan terhadap ekonomi China dan pertumbuhan ekonomi global yang melambat, telah memicu aksi jual besar-besaran. . Indeks utama AS membukukan aksi jual besar-besaran dalam satu hari dan ini adalah penurunan mingguan terbesar mereka dalam hampir empat tahun. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 3.1%, membuat indeks blue chip turun lebih dari 10% dari rekor penutupan tertinggi mereka di bulan Mei. Indeks S&P 500 turun di bawah level 2.000 untuk pertama kalinya sejak bulan Februari dan ditutup 3.2% lebih rendah. Indeks Nasdaq merosot 3.5% untuk mencatat penurunan mingguan terbesar sejak Agustus 2011. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 21300. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan bergerak diarea resistance 22000.

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart EURJPY  time frame 60 menit, terlihat Formasi Inverse Head and Shoulders, Kemungkinan kenaikan ke 139.06

Klik gambar untuk memperbesar

EURJPY.mH1