Market Review, 21 Juni 2016

By on June 21, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 352 kali

Market Review Hari Ini – Kekhawatiran terhadap kemungkinan Brexit telah menurun setelah serangkaian hasil jajak pendapat selama akhir pekan menunjukkan bahwa kampanye untuk Inggris bertahan di Uni Eropa mulai mendapatkan momentum menjelang referendum pada hari Kamis nanti. Emas masih tertahan di kisaran 1288 pada sesi Asia pagi ini. Jika Inggris bertahan di Uni Eropa (UE) maka akan membangkitkan selera investor pada aset berisiko seperti pasar saham, emas akan mengalami pelemahan namun jika kondisinya sebaliknya maka emas akan menguat dan diminati karena Inggris meninggalkan Uni Eropa. Inggris akan mengadakan referendum terkait kelanjutan keanggotaannya dalam UE pada hari Kamis. Keputusan meninggalkan UE dipandang berpotensi mengguncang pasar global, peluang positif untuk harga emas. Secara teknikal, jika sentiment negative kemungkinan emas akan kembali test support 1272. Jika sentiment positif, emas kemungkinan akan test resistance 1309.

Harga minyak mentah menguat lebih dari 2% ke dekat level $50 pasca laporan pengurangan suplai minyak AS serta pelemahan Dolar AS. Data dari perusahaan riset Genscape menunjukkan suplai di Cushing, Oklahoma, berkurang 568.213 barel pada sepekan yang berakhir tanggal 17 Juni. Minyak sempat drop pada pekan lalu yang sebelumnya menguat hingga level 51.64. pada perdagangan kemarin, harga minyak diuntungkan oleh melemahnya Dollar AS setelah jajak pendapat terbaru menunjukkan penyusutan peluang keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE) yang mendongkrak poundsterling dan sebaliknya melemahkan dolar AS. Keluarnya Inggris dari UE dipandang akan berdampak secara tidak langsung pada pasar minyak karena jika terjadi Brexit guncangan pada pasar dapat merusak sentimen untuk aset berisiko seperti minyak dan penguatan dolar AS juga berefek negatif pada pasar minyak. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak akan menguji support  47.46.  Jika sentiment positif, kemungkinan harga minyak akan menguji resistance 51.64.

Sterling melonjak lebih dari 2% terhadap dollar pada hari Senin dan merupakan penguatan harian terbaik dalam 7 tahun terakhir, menempatkan sterling di jalur untuk kenaikan satu hari terbesar untuk lebih dari tujuh tahun karena meredanya kekhawatiran bahwa warga negara Inggris mungkin memilih untuk meninggalkan Uni Eropa pada referendum 23 Juni. Kampanye untuk pemungutan suara kembali diadakan pada hari Minggu setelah absen selama tiga hari setelah terbunuhnya anggota parlemen yang pro Uni Eropa. Tiga jajak pendapat pada akhir pekan menunjukkan bahwa pendukung “bertahan” mulai dapatkan momentum, namun secara keseluruhan gambarannya masih terbagi merata diantara dua kubu.Pasar taruhan mulai berubah dengan peluang terjadinya Brexit menjadi sekitar 24% pada hari Senin, turun dari sekitar 40% pada hari Kamis, biaya lindung terhadap fluktuasi harga yang besar dalam nilai tukar mata uang turun tajam.

Referendum Inggris yang dilangsungkan kurang dari 3-hari lagi dapat menjadi momentum besar lain dalam pergerakan yen. Keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa dapat dinilai dapat kembali menguat tajam. USDJPY perlahan melemah mendekati ke kisaran 104 per dolar AS sebelum rilis notula rapat Bank of Japan (BoJ) dan pidato Chairwoman Federal Reserve Janet Yellen pada Selasa (21/6) malam. Pada sesi Asia pagi ini pergerakan USDJPY menguat sementara ini low 103.580. Dolar AS sendiri melemah tajam di awal pekan terhadap pasangan mata uangnya seiring kenaikan pesat valuasi poundsterling merespon berkurangnya kecemasan Brexit. Pada Kamis (16/6) pekan lalu, BOJ memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneternya menunggu hasil referendum Uni Eropa. Keputusan ini menjatuhkan saham-saham Jepang, sebaliknya mata uang yen menguat ke level tertinggi hampir 2-tahun terhadap dolar AS di level 103.55.

Bursa saham AS ditutup menguat pada hari Senin, meski ditutup jauh dari level tinggi sesi, dalam kelegaan pasca indikasi bahwa warga Inggris pekan ini akan memilih untuk tetap berada di dalam Uni Eropa dan di tengah kenaikan harga minyak mentah. Dow Jones ditutup menguat sebanyak 129.71 poin, atau sebesar 0.73%, pada level 17,804.87, S&P 500 naik sebanyak 12.03 poin, atau sebesar 0.58%, pada level 2,083.25, dan Nasdaq Composite ditutup naik 36.87 poin, atau sebesar 0.77, di kisaran 4,837.21. Inggris akan menggelar referendum keanggotaannya di dalam Uni Eropa pada hari Kamis. Sejumlah hasil jajak pendapat yang dirilis pada akhir pekan menunjukkan bertambahnya dukungan untuk bertahan di dalam Uni Eropa, yang mana unggul tipis dari yang menginginkan untuk keluar. Dukungan terhadap Brexit nampak kehilangan momentum pasca terbunuhnya salah satu anggota Parlemen Inggris Jo Cox pekan lalu.

Bursa Eropa mengumpulkan keuntungan terbesar sejak bulan Agustus pada hari Senin seiring penurunan peluang Brexit. Kenaikan saham-saham perbankan dan properti bantu indeks-indeks utama Eropa menguat. Kenaikan harga minyak mentah ke dekat level $50 per barel menambahkan sentimen positif dalam perdagangan saham seiring penguatan saham-saham energi. Meski menguat, masih ada kewaspadaan beberapa pelaku pasar seiring ketidakpastian terkait referendum. Indeks FTSE Futures naik 2,43% atau +144.5 poin di level 6096.5 di akhir perdagangan dan indeks DAX Futures naik 3,4% atau +330.66 poin di level 9926.0.

Incoming search terms:

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty