Manajemen Suatu Portofolio Saham

By on July 4, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,475 kali

Manajemen Suatu Portofolio Saham

Mungkin ada yang belum tahu apa itu portofolio? Ya, portofolio adalah kumpulan dari beberapa aset baik itu milik kita ataupun milik suatu perusahaan. Contohnya saja seperti deposito, properti, emas. saham dan sebagainya. untuk portofolio saham sendiri maksudnya adalah kumpulan dari aset investasi dalam bentuk saham (milik perorangan / perusahaan). Lantas apa yang dimaksud dengan menajemen portofolio?  Pada dasarnya manajemen portofolio adalah suatu cara yang digunakan untuk mengelola sekumpulan investasi / aset untuk mencapai suatu tujuan berinvestasi (profit). Dalam hal ini salah satu cara yang dilakukan untuk mengelolanya adalah dengan memperkecil risiko yang mungkin terjadi, Termasuk berinvestasi saham tersebut. Saat sebelum dilakukannya manajemen portofolio ada baiknya dilakukan pengecekan atas profil dari masing-masing investasi. Hal ini dapat mempengaruhi pemilihan suatu jenis saham, sehingga sebelum berinvestasi perlu juga untuk memperhatikan COR.

COR ( Capital Objektive Risk) pada masing-masing orang memang berbeda. Pada Capital yang kecil ada baiknya dipergunakan untuk berinvestasi sebab kurang likuid untuk bertrading. Terlepas dari itu pemilihan jenis saham juga sangat terbatas, karena dengan jumlah Capital yang kecil perlu juga untuk memperhitungkan biaya untuk trading sebab secara otomatis fee-nya akan lebih banyak. Sedangkan Objektive merupakan tujuan, jadi apa sih tujuan kita dalam membeli suatu saham? Apabila tujuan kita sebagai tabungan atau untuk dana pensiun, maka metode ESP untuk investasi tahunan sangatlah sesuai. Metode ESP (Equity Savings Plan) memang terbilang simpel dan profitable serta fee-nya tidak melebihi 30ribu per bulannya. Dengan melakukan pembelian saham rutin dengan jumlah slot sama. ESP sendiri menggunakan Strategi yang hampir sama dengan DCA ( Dollar Cost Averaging), tapi bedanya apabila pada DCA nominalnya tetap sedangkan ESP jumlah lotnya yang tetap. Selanjutnya yang harus diperhatikan adalah profil risiko. Jadi kita sebagai seorang investor harus tahu akan profil risiko, karena didalam pasar saham harga dapat berubah naik turun secara cepat. Berdasarkan profil risk sendiri terdapat beberapa macam diantaranya adalah :
investor konservatif. Seperti apa kira-kira karakteristiknya? seperti namanya, pada investor konservatif lebih cenderung mencari kondisi yang aman / menghindari risiko. Jadi Investore jenis ini umumnya memilih saham yang fundamentalnya bagus serta bisa disimpan dalam jangka panjang. Seorang investor konservatif tidak begitu menyukai dengan kondisi yang fluktuatif.
Investor Moderat. Seorang investor yang mempunyai tingkatan toleransi kepada risiko yang lebih tinggi dengan imbal hasil yang sebanding. Untuk tipe investor ini memiliki kemampuan sedang dalam menanggung risiko serta biasanya sering melakukan suatu value investing atau growing investing.
Investor Agresif. Untuk investor yang satu ini mempunyai tingkat toleransi dari risiko yang lebih tinggi dengan imbal hasil yang tinggi pula. Akan tetapi investor ini akan cenderung lebih aktif serta sering melakukan spekulasi perdagangan saham dan lebih berani. Apabila tidak dibarengi ilmu yang baik serta kedisiplinan yang benar maka investor agresif ini dapat dengan mudah menjadi spekulan.

Yang biasa terjadi ialah ada banyak sekali investor yang menginginkan keuntungan dengan jumlah yang besar namun tidak mau melakukan pembatasan risiko yang mungkin terjadi. Padahal prinsip high risk – high return berlaku dalam berinvestasi. Jadi investasi dengan penawaran profit yang tinggi pasti juga mempunyai risiko yang lebih besar. Apabila semakin banyak pengalaman dan juga semakin banyak pengetahuan seorang trader maka risiko juga akan semakin mengecil.

Sebenarnya apabila dibanding dengan investor maka yang lebih agresif adalah trader atau seseorang yang melakukan jual beli saham dalam jangka waktu yang pendek. Posisi trader yang membeli atau menual saham dengan jangka waktu 1 hingga 3 bulan, maka profit yang didapat sekitar 10% hingga 30% untuk setiap saham. Sedangkan swing trader melakukan aktivitas perdagangan jangka waktu beberapa minggu dengan mendapat keuntungan 1% hingga 5%. Jadi besar kecil dari keuntungan itu tergantung atas trend market, pemilihan suatu saham serta kedisiplinan dari masing-masing trader.