Laporan GDP Indonesia Dirilis Mengecewakan

By on May 6, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,273 kali

Laporan GDP Indonesia Dirilis Mengecewakan

Perekonomian Indonesia hanya tumbuh 6.02% pada kuartal I 2013 sekaligus menandai rasio pertumbuhan terendah sejak kuartal II 2010. Data GDP yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik hari ini juga gagal memenuhi ekspektasi pelaku pasar.

Sembilan ekonom yang disurvei oleh Dow Jones Newswires memperkirakan gross domestic product kuartal I tumbuh 6.10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan 1.52% dibandingkan kuartal sebelumnya. Pertumbuhan GDP kuartal IV lalu tercatat sebesar 6.11%.

Pertumbuhan formasi modal tetap Indonesia, yang menjadi parameter investasi publik dan swasta, melambat jadi 5.90% di kuartal pertama atau jauh di bawah catatan triwulan akhir 2012, 7.29%. Sementara konsumsi rumah tangga, yang merupakan kontributor ekonomi terbesar negara ini, memang naik 5.17%. Namun rasio kenaikannya juga masih di bawah rata-rata kenaikan kuartal IV lalu yang sebesar 5.36%.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6.8% tahun ini sekaligus melanjutkan trend pertumbuhan tahun lalu yang mencapai 6.23%. Pun demikian, sebagian besar ekonom pesimis pemerintah mampu mencapai target itu mengingat iklim perlambatan ekonomi mulai menggerogoti sektor investasi riil. Bank Indonesia bulan lalu merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2013 dari 6.8% menjadi 6.2-6.3%.

Hasil data hari ini kian memperkecil ruang bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat dari rekor rendah 5.75%. Otoritas kemungkinan lebih fokus pada penyeimbangan neraca keuangan, khususnya pada pos belanja. Sementara suku bunga masih akan bertahan sebagai simbol dukungan pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Kurs Rupiah saat ini terpantau di 9732 per Dollar.

(dim)