Korea Selatan Kembali Menjadi Korban Serangan Cyber

By on March 21, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 1,404 kali

Korea Selatan Kembali Menjadi Korban Serangan Cyber

Para hacker sementara ini menutup jaringan komputer di stasiun televisi dan perbankan di Korea Selatan dalam serangan cyber terbesar di negara tersebut dalam dua tahun terakhir, sehingga mendorong pemerintah untuk menyelidiki kemungkinan keterkaitannya kejadian ini dengan Korea Utara.

Pemerintahan Presiden Park Geun Hye telah membentuk sebuah kelompok krisis cyber untuk menginvestigasikan apakah Korea Utara akan bertanggung jawab dalam masalah ini, pernyataan tersebut datang dari kantornya. Korea Communication Commision mengatakan dalam pernyataannya adalah perusahaan – perusahaan yang jaringan komputernya dimatikan pada hari ini adalah Shinan Bank, Nonghyup Bank, Munhwa Broadcasting Corp, YTN dan Korea Broadcasting System

Serang ini terjadi kurang dari satu bulan setelah Park menjadi presiden di negara dengan perekonomian terbesar keempat di Asia, dan ditengah meningkatnya gesekan atas program nuklir Korea Utara. Rezim Kim Jong Un’s, yang meledakan perangkat nuklir pada bulan Februari, akhir-akhir ini mengancam akan menyerang AS dengan senjata nuklir dan hari ini pihaknya memperingatkan akan membalas  jika AS masih menerbangkan  pesawat pembom B-52 diatas semenanjung Korea.

“Sulit untuk segera menemukan siapa yang melakukan hal ini namun biasanya Korea Utara tersangkanya,” kata Park Choon Sik, seorang professor keamanan cyber di Seoul Women’s University. “Serangan cyber adalah senjata yang jauh lebih mudah bagi Korea Utara karena biayanya jauh lebih sedikit daripada rudal atau tes nuklir, namun hal itu hanya akan membuat orang-orang lebih panik. Selain itu, mereka dapat melakukan hal tersebut kapan pun tanpa harus khawatir dengan sanksi internasional.