Konsep Dekorasi Pernikahan Vintage Mulai Populer

By on October 17, 2014 | Artikel ini Sudah di baca 4,000 kali

Hari pernikahan merupakan momentum yang ditunggu-tunggu setiap pasangan calon pengantin. Makanya, acara pernikahan selalu dipersiapkan dengan matang. Salah satu persiapan yang tak pernah dilewatkan, yaitu, membuat dekorasi.

Pilihan dekorasi pernikahan sangat variatif dan menyesuaikan keinginan pengantin. Ada yang bernuansa tradisional hingga modern. Nah, belakangan dekorasi konsep vintage sedang tren digunakan.

Disebut vintage karena dekorasi ini banyak memakai perkakas klasik sebagai ornamen dekorasi. Fenomena ini tentu menjadi peluang bagi para penyedia atau vendor jasa pernikahan.

Salah satu pemainnya adalah Hari yang mengusung brand Artakaline Studio di Tangerang, Banten. Berawal dari jasa fotografi pernikahan, Artakaline Studio mulai merambah dekorasi pernikahan dengan konsep tradisional etnik Jawa.

Seiring menjamurnya dekorasi berunsur klasik dan antik, kini Artakaline Studio menambah konsep vintage di dalam daftar jasa dekorasi pernikahan sejak 2011 lalu. Meski kebanjiran order, Artakaline Studio hanya membatasi satu dekorasi pernikahan dalam seminggu. Alasannya, agar dapat bekerja dan menata dekorasi secara maksimal.

“Dekorasi pernikahan ala vintage memang tengah digandrungi para pasangan pengantin. Sejak setahun terakhir ini, dekorasi itu mulai ngetren,” katanya. Menurutnya, permintaan dekorasi vintage tahun lalu mengambil porsi hingga 70% dari total permintaan dekorasi yang masuk ke tempatnya.

Konsep klasik yang ditawarkan meliputi dekorasi dari meja tamu hingga properti antik. Antara lain jendela lama, barel atau drum wadah anggur, mesin tik, bangku dan meja klasik, hingga hiasan pada tempat pelaminan pengantin yang dipoles dengan kesan klasik.

Harga paket dekorasi ala vintage cukup bervariasi, mulai dari Rp 18 juta. “Namun ada yang pernah memesan sesuai selera konsumen hingga mencapai Rp 250 juta,” katanya.

Paket dekorasi standar meliputi dekorasi meja penerimaan tamu, area jalan, dua booth foto, pernak-pernik klasik, dan hiasan pelaminan ala vintage. Dalam sebulan, ia bisa memperoleh omzet mulai Rp 40 juta hingga Rp 80 juta. Adapun laba bersihnya 50% dari omzet. “Kalau sepi, omzet hanya Rp 20 juta,” ujarnya.

Pemain lainnya adalah Taufik Armand, pemilik Azka Anggun Art di Jakarta. Menurut Taufik, tren dekorasi vintage mulai marak sejak tiga tahun terakhir. Taufik sendiri menawarkan tiga konsep dekorasi pernikahan, yakni dekorasi tradisional, internasional, dan vintage.

Dalam sebulan, ia dapat melayani 16 dekorasi pernikahan. “Separuhnnya dekorasi vintage,” ujarnya. Paket standar dekorasi vintage dihargai Rp 25 juta. “Paket ini tak banyak pilihan. Umumnya hanya standar di penerimaan tamu, standing flower, dan pelaminan,” ujarnya.