Konsep dalam Ber-Investasi Properti

By on June 28, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,624 kali
Rumah

Konsep dalam Ber-Investasi Properti

Pada dasarnya apabila kita berbicara mengenai investasi properti maka sebenarnya hanya mencakup 2 hal, yaitu mengeluarkan sejumlah uang secara pasti dengan keuntungan yang belum pasti atau mengeluarkan sejumlah uang untuk saat ini dan kelak mengharapkan suatu keuntungan. Dengan definisi diatas suatu investasi properti atau biasa disebut real estate dapat kita artikan menanamkan atau mengeluarkan sejumlah modal pada suatu aset dalam bidang tanah atau bangunan. Untuk bentuk lain dari investasi ada beberapa seperti obligasi, saham, emas, deposit dan sebagainya. Biasanya seseorang melakukan investasi dikarenakan terdorong dengan besarnya harapan untuk mendapatkan suatu keuntungan yang menggiurkan, paling tidak beberapa keuntungan yang bisa anda dapatkan:

  • proteksi terhadap inflasi
  • agunan bank yang baik
  • tambahan pendapatan (bisa disewakan)
  • bisa dikembangkan (mendirikan bangunan pada aset tanah)
  • apresiasi nilai tambah ( bersifat terbatas & immobility)
  • menjadi kebanggaan pemilik

Selain keuntungan yang bisa didapat namun ada pula kerugiannya seperti:

  • Penyusutan bangunan
  • terkendala waktu
  • adanya biaya perawatan
  • rusak bila ada bencana
  • dibebani biaya (pajak)
  • perijinan serta hukum yang rumit

Pada umumnya investor yang berinvestasi di bidang properti memiliki 2 tujuan.

  • Yang pertama adalah investasi yang mereka lakukan hanya jangka pendek yang mana tujuan awal dari membeli properti tersebut untuk dijual kembali. Misalnya seperti membeli rumah, ruko dan sebagainya lalu dijual ke orang lain.
  • Yang kedua adalah investasi yang mereka lakukan dalam jangka panjang yang mana tujuan awal memang untuk dimiliki atau disewakan. Misalnya seperti Apartemen, Villa, hotel dan sebagainya. Pada poin ini “kebanggaan” dari pemilik aset sangat nampak dominan.

Akan tetapi apapun itu tujuannya, sekarang ini banyak masyarakat yang lebih memilih investasi di bidang properti karena dianggapnya lebih menguntungkan dan juga lebih menarik dari aset yang lainnya. Karena kita tahu bahwa hampir tidak ada kemungkinan dari harga suatu tanah atau rumah akan mengalami penurunan harga, bahkan akan terus mengalami peningkatan. Disebutkan pula dalam ilmu investasi properti bahwa yang akan dijadikan bahan pertimbangan saat berinvestasi properti ada 5 hal yaitu:

  • Income

Income adalah suatu pendapatan atas hasil dari investasi yang dilakukan seperti disewakan. Untuk perhitungannya bisa dilakukan dengan melihat presentasi dari nilai sewa atas properti tersebut tiap tahunnya. Selain itu tahun kebeberapa modal yang anda keluarkan di awal bisa kembali.

  • Declaration

Declaration adalah suatu pengalokasian dana atas aset properti yang dihitung sebagai unsur biaya. Umumnya declaration ini sering dilakukan di suatu perusahaan, yang mana biaya depresiasi dimasukkan untuk biaya dari perusahaan tersebut. Sedangkan untuk aset properti masih mempunyai bernilai.

  • Equity Build-up

Equity Build-up adalah sebuah nilai atas saham yang dipunyai dari properti yang dipinjam oleh investor serta sudah berlangsungnya amortisasi atas pinjaman pokok. Contohnya, apabila ada yang membeli aset properti dengan harga Rp. 100 juta dengan meminjam bank Rp. 80 juta serta membayarkan uang muka sebesar Rp. 20 juta. Kemudian setelah diangsur beberapa kali , pinjaman tinggal Rp. 70 juta dengan catatan harga pasar tetap, maka ia akan mendapatkan equity bulid-up sebesar Rp. 10 juta.

  • Appreciation

Appreciation ini adalah meningkatnya suatu nilai dari properti. Contohnya, sebuah properti yang tahun lalu dibeli sebesar Rp. 50 juta, kondisi sekarang naik menjadi Rp. 70 juta. Maka untuk kasus ini telah mengalami appreciation total Rp. 20 juta selama setahun. Untuk istilah lain dari appreciation adalah capital gain. Untuk itulah kenapa banyak yang berinvestasi properti karena ini salah satu faktornya.

  • Leverage

Leverage adalah suatu penggunaan sejumlah dana pinjaman yang digunakan untuk meningkatkan suatu pendapatan dari investasi yang dilakukan. Untuk leverage memang agak susah untuk diulas disini, sebab harus melihat tiap-tiap kasus.

Akan tetapi sebagai seorang investor yang hendak berinvestasi properti sebaiknya harus tetap memperhatikan tiga hal:

  • Memperhitungkan biaya
  • Menghitung kemungkinan pendapatan
  • Memperhatikan kapan hasil investasi bisa didapatkan