Keuntungan Serta Resiko Saat Berinvestasi Reksadana

By on August 6, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 2,863 kali

Investasi Reksadana – Pentingkah investasi itu? Mungkin masih banyak orang yang mempertanyakan hal ini. Dizaman ini, harga untuk seiap kebutuhan hidup semakin naik. Karena itulah dibutuhkan investasi untuk bisa mencapai tujuan keuangan di masa depan yang sudah Anda rencanakan, seperti dana pensiun, dana pendidikan, dana kredit rumah, dana naik haji dan yang lainnya. Untuk dapat berinvestasi, Anda memerlukan sebuah wadah untuk menghimpun dana yang diinvestasikan. Reksadana adalah salah satu dari produk investasi yang fleksibel dan relatif aman. Namun, sebelum melakukan investasi di Reksadana, ada baiknya untuk mengenal jenis-jenis inventasi, keuntungan, serta resiko investasi Reksadana. (Baca juga: Tips Dan Trik Investasi Reksadana Untuk Pemula)

Jenis-Jenis Investasi Reksadana

Investasi di Reksadana sendiri dibagi menjadi lima jenis yang memiliki tujuan yang berbeda. Yang pertama adalah Reksadana Pasar Uang yang masuk ke dalam kategori produk investasi yang lumayan aman. Tujuan jangka pendek untuk 1-3 tahun kedepan cocok menggunakan Reksadan Pasar Uang ini karena resiko yang rendah dengan pendapatan kembali sekitar 5-7% per tahunnya. Jenis Reksadana yang sau ini menempatkan investasi pada surat hutang jangka pendek.

Berikutnya adalah Reksadana Pendapatan Tetap yang memiliki return 7-15% pertahun dan cocok untuk tujuan jangka pendek sampai menengah namun resikonya diatas Reksadana Pasar Uang. Penempatan investasi dalam jenis Reksadana ini adlah pada obligasi atau fixed income/pendapatan tetap. (Baca juga: Inilah Jenis Jenis Reksadana Yang Bisa Anda Pilih Sesuai Profil Anda)

Setelah itu, ada Reksadana Campuran yang investasinya terdiri dari saham, obligasi, serta yang lainnya. Itulah mengapa jenis Reksadana yang satu ini disebut campuran. Karena obligasi dan komposisi saham yang dimiliki dapat menyesuaikan kondisi pasar, investasi Reksadana yang satu ini memang lebih simpel. Biasanya investasi jarak menengah sekitar 5-10 tahun bagus menggunakan Reksadana Campuran yang return pertahun-nya sekitar 15-20%.

Resiko yang lebih tinggi terdapat pada Reksadana Saham yang penempatan investasinya terfokus pada saham. Sangat jelas jika jenis Reksadana yang satu ini memiliki resiko yang paling tinggi dan cocok untuk investasi jangka panjang yang memiliki periode 10 tahun keatas. Contohnya adalah dana bisnis, dana pendidikan, dan juga dana pensiun di hari tua. (Baca juga: Hmm Pilih Investasi Reksadana atau Deposito ya?)

Ada Reksadana Terproteksi yang menempati urutan terakhir. Jenis investasi Reksadana yang satu ini dapat memproteksi dana yang akan diinvestasikan pada produk yang disesuaikan oleh Manajer Investasi. Reksadana Terproteksi ini tidak dapat digunakan untuk dana darurat.

Keuntungan Investasi Reksadana

Setelah mengetahui beberapa jenis serta resiko investasi Reksadana, kini kita dapat menarik beberapa keuntungan berinvestasi di Reksadana. Di Reksadana, siapa saja dapat berinvestasi dengan dana yang relatif kecil. Sarana berinvestasi di Reksadana juga fleksibel dan praktis dengan jenis-jenis investasi yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan. Manajer investasi yang berpengalaman akan mengelola Reksadana yang pastinya terpercaya dan relatif Aman. Keterbukaan investasi dan juga hasil investasi yang bersih dari pajak juga merupakan keuntungan lainnya berinvestasi di Reksadana. (Baca juga: Tempat Dan Tata Cara Pembelian Investasi Reksadana)