Keuntungan Serta Kerugian Investasi Saham

By on June 19, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 4,582 kali
Investasi Saham

Berbicara mengenai keuntungan dalam berinvestasi saham, Memang secara umum terdapat 2 keuntungan yang dapat kita peroleh apabila membeli ataupun mempunyai saham.

  • Yang pertama adalah deviden

deviden merupakan hasil bagi keuntungan yang diberikan untuk pemilik saham yang dihasilkan oleh perusahaan, deviden ini sifatnya diberikan apabila telah mendapat persetujuan oleh si pemegang saham RUPS. Deviden dibagikan dari perusahaan biasanya bisa dalam bentuk uang tunai atau bisa juga dalam bentuk deviden stock. hal ini berarti bagi para pemegang saham jumlah sahamnya akan semakin bertambah dengan diberikannya deviden stock.

  • Kedua adalah Capital Gain

Yang ini merupakan keuntungan yang didapatkan atas selisih nilai harga beli dengan harga jualnya. yang mana harga jualnya lebih besar ketimbang harga ketika beli. Capital Gain ini biasanya ada karena aktivitas dagang pada pasar sekunder.

Selain dua keuntungan di atas, seorang pemegang saham pun juga masih mungkin untuk mendapatkan keuntungan lain seperti :

  • Saham Bonus

Apabila mendapatkan saham bonus, biasanya saham ini didapatkan dari perusahaan untuk pemegang saham yang berasal dari selisih pendapatan dari harga jua dengan harga nominal saham tersebut ketika dilakukannya penawaran umum di pasar perdana oleh suatu perusahaan .

Sedangkan untuk kerugian yang biasa terjadi dalam berinvestasi saham adalah :

  • Tidak dapat deviden

Apabila suatu perusahaan memperoleh keuntungan maka akan dibagikannya deviden. Hal ini juga berlaku sebaliknya jika perusahaan itu rugi maka juga tidak ada deviden yang dibagikan. Oleh karena itu hasil deviden yang bisa di dapat pemegang saham sangat berpengaruh pada kinerja daripada perusahaan itu sendiri.

  • Capital Loss

Di dalam perdagangan saham, memang tidak semua pemodal akan memperoleh capital gain / keuntungan dari saham yang mereka jual. Bahkan ada saat dimana para investor memperdagangkan sahamnya lebih rendah ketimbang harga ketika beli. dengan demikian seorang investor tersebut mengalami capital loss.

Dalam perdagangan saham, kadang cara menghindar dari kemungkinan kebangkrutan yang lebih besar adalah dengan menjualnya lebih murah. ini biasa dikenal dengan sebutan cut loss.

  • Perusahaan mengalami kebangkrutan dan juga dilikuidasi

Apabila perusahaan mengalami kebangkrutan, hal ini tentu akan berimbas langsung pada si pemegang saham. Berdasarkan peraturan yang disepakati bursa efek, saat perusahaan di likuidasi secara otomatis posisi pemegang saham akan lebih rendah daripada pemegang obligasi. Namun apabila ada sisa hasil kemudian akan dibagi.

  • Delisting

Resiko yang lain yang kemungkinan bisa dihadapi adalah apabila saham tersebut di delisting dari bursa efek. Biasanya hal ini terjadi apabila memang kinerja perusahaan sendiri sangat buruk. contohnya dalam beberapa waktu sudah tidak diperdagangkan, terjadi kerugian dalam sekian tahun, tidak adanya pembagian deviden secara terus menerus sejak beberapa tahun. selain itu bisa juga di delist untuk tujuan go private. biasanya perusahaan yang melakukan hal ini tidak ingin merugikan para investor sebab pihak penerbit saham melakukan buy back atas saham tersebut.

  • Suspend

Apabila dilakukannya suspend pada suatu saham perusahaan oleh bursa efek. maka dengan demikian investor tidak bisa lagi menjual saham sampai suspend saham tersebut dicabut. Suspend sendiri biasanya terjadi selama 1 kali perdagangan, namun mungkin juga berlangsung selama beberapa hari. Hal ini disebabkan karena saham tersebut mengalami kenaikan harga yang sangat fluktuatif, atau bisa juga perusahaan tersebut di rugikan oleh sang kreditor .