Ketepatan Investasi Reksana Dari Perekonomian Negara

By on October 13, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 280 kali

Investasi Reksadana – Perekonomian lesu, apakah tepat investasi reksadana? Menjawab bentuk pertanyaan yang satu ini sebaiknya kita melihat pada bentuk perekonomian yang saat ini tengah terjadi di lingkungan Indonesia. Seperti yang masyarakat umumnya ketahui, bahwa tahun ini perekonomian dari negara Indonesia memang tengah mengalami pelemahan, hal ini terlihat melalui kuartal pertama pada tahun ini yang bahkan melambat menjadi angka 4.7% dari angka 5.2% pada tahun sebelumnya. Perlambatan yang terjadi pada perekonomian tersebut tentu saja membuat kinerja dari indeks saham menjadi lebih loyo.

Hal ini terlihat dari harga saham gabungan atau yang biasanya disebut sebagai HSG, sehingga penurunan yang terjadi padanya pun berdampak pada hal lainnya, seperti pada bentuk kinerja dari saham reksadana. Bahkan untuk waktu 6 bulan terakhir ini, saham reksadana pun juga tercatat mengalami penurunan hingga mencapai angka minus 9%. Selain saham reksadana, masih terdapat pula bentuk saham lainnya yang juga mengalami penurunan seperti halnya pada reksadana campuran yang mana mencapai angka minus 4%.

Penjelasan tersebut diuraikan dalam salah satu acara mengenai prospek industri dari reksadana. Pada saat itu Rudiyanto mengungkapkan bahwa kinerja negatif yang mempengaruhi saham reksadana bukan bermula dari kondisi global yang diakibatkan oleh krisis tengah terjadi di Yunani. Namun memang tidak bisa dipungkiri juga bahwa kebijakan yang diberlakukan oleh The Fed atau The Federal Reserve yaitu bank sentral dari Amerika Serikat yang tengah menaikan suku bunga yang dimilikinya memang turut mempengaruhi pula.

Menurut beliau pendorong dari hal tersebut yang paling utama justru bermula dari pihak pemerintah yang mana tingkat realisasi perbelanjaan yang dimiliki olehnya masih berada dalam tahap yang rendah. Karena itulah banyak para investor yang menaruh harapan besar pada pihak pemerintah saat ini. Selain itu, bentuk kinerja dari pihak emiten juga memang dirasa kurang memuaskan.

Dengan kata lain beliau menyatakan bahwa kinerja negatif memang tengah terjadi, tapi bukan bentuk kinerja negatif karena pihak Yunani, melainkan karena bentuk data makro perekonomian Indonesia yang memang tengah tidak bagus, bahkan untuk kinerja dari pihak perusahaan juga banyak yang tidak mencapai ekspektasi dan pada akhirnya menimbulkan perekonomian yang lesu.

Rudiyanto, sebagai anggota dari PRDI atau pengelola reksadana Indonesia dan juga anggota dari kompartemen sosial ini juga menyatakan bahwa kondisi perekonomian Indonesia dimasa mendatang dapat berubah menjadi lebih baik, jika penyerapan belanja yang dilakukan oleh pemerintah dan juga kinerja yang dilakukan oleh emiten berjalan dengan baik dan bagus lagi. Dengan demikian, ia pun menyimpulkan bahwa perekonomian Indonesia saat ini bukan berada dalam tahap yang negatif melainkan lambat, karena hal ini juga berkaitan dengan tingkat perekonomian yang memang selalu mengalami perubahan naik atau pun turunnya.

Karena itulah bagi Anda yang ingin memulai investasi di tahun ini, maka cobalah untuk memperhatikan beberapa hal terlebih dahulu terhadap bentuk investasi yang hendak dilakukan. Selain itu pastikan pula untuk tidak memilih jenis investasi yang tengah mengalami penurunan, seperti halnya pada bentuk investasi dari reksadana saham dan juga reksadana campuran yang mana pada saat ini memang tengah mengalami penurunan dengan cukup tajam. Karena meskipun jenis investasi tersebut cukup menjanjikan, tetapi Anda selaku pihak investor juga harus tetap memperhatikan bentuk perekonomian yang tengah terjadi di lingkungan sekitar. Hal ini berkaitan dengan lingkungan sekitar terutama untuk lingkungan perekonomian akan mempengaruhi jenis investai yang Anda miliki itu sendiri.

Dari penjelasan yang sudah diuraikan pada bagian di atas, tentunya Anda sudah bisa menilai sendiri dalam menjawab pertanyaan dari perekonomian lesu, apakah tepat investasi reksadana?