Kerugian Rp 900 Juta : Deputy General Manager PT ACF Ditangkap

By on April 10, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,804 kali

Kerugian Rp 900 Juta : Deputy General Manager PT ACF Ditangkap

Aparat Polsek Semarang Barat menangkap Deputy General Manager PT Axo Capital Futures (ACF) Cabang Semarang, Fanny Sudarmono (27), warga Kaliwiru, Semarang.

Dia ditangkap karena diduga telah melakukan tindak penipuan bermodus investasi saham dengan kerugian Rp 900 juta. Para korban dijanjikan mendapat keuntungan 2,5 persen dari uang modal yang diinvestasikan. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa belasan buku tabungan, satu unit laptop serta sejumlah dokumen perjanjian.

Kapolsek Semarang Barat Kompol Yani Permana mengatakan, praktik dugaan penipuan ini terbongkar setelah dua korban yakni Hasina Suprapti (56), warga Jalan Bongsari, Semarang Barat serta Bakti Budiyanto (44), warga Jalan Sendangsari, Pandansari, Banyumanik, melapor pada 22 Januari dan 11 Februari 2013.

“Keduanya mengaku telah ditipu tersangka dengan total kerugian Rp 900 juta,” ungkapnya saat gelar perkara, di Mapolsek Semarang Barat, Selasa (9/4) pagi. Laporan itu, lanjut dia, kemudian dikembangkan dengan melakukan penyelidikan, hingga keberadaan tersangka dapat dilacak dan penindakan dilakukan. ”Tersangka kami tangkap saat sedang berada di gerai makanan cepat saji di Mal Paragon,” ujarnya.  Sementara itu, Fanny mengaku jika tindak penipuan dengan modus investasi sudah dilakukannya sejak 2011.

Dalam praktiknya, dia memanfaatkan kedudukanya sebagai deputy general manager PT ACF cabang Semarang yang beralamat di Jalan DI Panjaitan nomor 36, Semarang, untuk merekrut para nasabah.

”Dengan begitu, para calon nasabah lebih yakin dan tidak ragu untuk menanamkan modal kepada saya. Sebab perusahaan tempat saya bekerja sudah dipercaya dan banyak dikenal. Perekrutan itu juga sepengetahuan direktur utama PT ACF,” ungkapnya.

Begitu korban tertarik, lanjut dia, penawaran investasi dengan dijanjikan untuk 2,5 persen dari uang modal yang ditanamkan kepadanya, mulai dilakukan.

”Saya kemudian menjelaskan kepada nasabah bahwa uang mereka tidak saya tradingkan lewat PT ACF, tapi ke CV Gold Asset di mana saya berkedudukan sebagai direktur utama,” paparnya.

Korban yang sudah termakan bujuk rayu dan tergiur untung besar, tidak menaruh curiga. Mereka tetap percaya dan mengikuti apa yang dikatakan tersangka.”

Bangkrut

Terkait dua korban yang melapor, lanjut dia, korban Hasina Suprapti memberikan uang modal Rp 250 juta dengan masa kontrak 4 Januari 2012- 4 Januari 2013. Adapun Bakti Budiyanto, memberikan uang modal Rp 100 juta masa kontrak 11 Januari 2012 – 11 Januari 2013 serta Rp 550 juta masa kontrak 21 Mei 2012 –  21 Mei 2013.

”Awalnya saya tidak berniat untuk mengelapkan uang nasabah. Namun karena pada masa kontrak habis perusahaan saya bangkrut, jadi saya tidak bisa mengembalikan uang nasabah,” akunya.

Dia berdalih, kebangkrutan yang dialami perusahaannya lantaran harga pasar internasional turun naik atau labil. ”Collapse akhir tahun 2012 karena harga dunia sedang tidak stabil, jadi saya rugi dan uang tidak kembali,” ungkapnya. Namun begitu, dia mengaku sudah pernah memberikan uang keuntungan 2,5 persen setiap bulannya sebelum perusahaanya gulung tikar. ”Beberapa kali keuntungan sudah saya berikan,” tandas Fanny.

Atas tindakan tersebut, tersangka dijerat Pasal 378 dan 372 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.  ”Berkas perkara sudah P-21, rencananya setelah gelar perkara ini, tersangka akan kami limpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang,” imbuh Kapolsek. (Suara Merdeka)