Kenali Jenis Investasi Anda

By on November 10, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 356 kali

Edukasi – Sebelum mengetahui jenis investasi, Sudah pahamkah anda perbedaan antara menabung dan berinvestasi? jika belum, maka akan kami jelaskan dahulu mengenai apa perbedaannya.

Menabung adalah menyisihkan sebagian uang yang anda miliki tanpa adanya mengharap kenaikan atas uang yang anda simpan tersebut. Biasanya dengan memilih menabung ke Bank paling tidak anda akan merasa aman ketimbang disimpan dibawah bantal. Meskipun jika kita perhatikan di Bank sendiri ada beberapa macam tawaran bunga sebesar 1% hingga 3%  dalam setahunnya. Namun apabila anda pahami lagi setiap tahun harga barang pun juga akan selalu bertambah dalam persentase yang mungkin nominalnya lebih daripada jumlah tabungan anda. Dengan kata lain uang anda semakin berkurang.

Sedangkan berinvestasi adalah anda mengharap suatu kenaikan nilai atas uang yang anda investasikan seiring berjalannya waktu. Hal ini tentu akan menguntungkan bagi anda. Dan uang yang diharapkan tersebut nilainya akan bertambah ketika anda simpan kedalam bentuk kekayaan yang biasa kita kenal dengan sebutan aset.

Jenis investasi dalam bentuk aset :

Jenis aset dalam melakukan investasi yang biasa kita tahu memang ada 2, yang pertama aset riil dan yang kedua adalah aset finansial. Keduanya bisa anda pertimbangkan untuk digunakan dalam berinvestasi. Namun yang perlu anda ingat di dalam berinvestasi adalah adanya resiko yang bisa anda alami termasuk kehilangan modal anda. jadi kenali secara benar aset yang anda pilih.

Aset Riil

Aset yang satu ini merupakan aset yang mempunyai wujud. Misalnya saja seperti rumah, tanah , perhiasan, emas serta jenis logam yang lain. Investasi pada aset ini memang sudah menjadi hal umum yang biasa dilakukan. Sebagai contoh, anda membeli sebuah rumah lalu rumah tersebut disewakan, dari situ anda akan memperoleh uang bulanan. Ditambah lagi jika harga tersebut harganya semakin naik, maka jelas anda memperoleh keuntungan nyata atas investasi anda pada aset riil tersebut.

Aset Finansial

Aset finansial adalah sebuah aset yang tidak bisa kita lihat dari wujudnya, akan tetapi mempunyai nilai nominal yang tinggi. Biasanya aset ini bisa kita jumpai pada dunia perbankan serta di pasar modal, atau lebih akrab dikenal bursa efek. sebagai contohnya adalah Obligasi, Intrument pasar, saham serta reksa dana.

Obligasi merupakan suatu surat hutang piutang yang memang diterbitkan pemerintah maupun perusahaan untuk jangka waktunya adalah 1 tahun. Obligasi diperjual belikan pada pasar modal. Seorang pembeli akan memperoleh upah yang biasanya berupa kupon bunga dari investas awal anda. Kupon tersebut biasa dibayar 3 sampai 6 bulan sekali tiap tahunnya. Yang perlu anda tahu obligasi ini memiliki resiko yang rendah.

Instrumen pasar uang merupakan surat hutang piutang dalam waktu yang pendek dan kurang dari 1 tahun. Untuk imbalan si pemberi hutang maka akan memperoleh bunga dari investasi awal anda. Biasanya bunga diberikan di akhir masa periode dari investasi tersebut.

Saham merupakan suatu bukti daripada kepemilikan dari sebuah perusahaan. Jadi bagi mereka yang mempunyai saham memiliki hak dari keuntungan dari yang di dapat suatu perusahaan tersebut, sesuai dari presentase yang dimilikinya. Tak hanya itu saham tersebut harganya juga akan bergerak menurut kinerjanya. Apabila suatu perusahaan kinerjanya bagus, maka saham nya pun harganya naik, jadi si pemilik saham akan memperoleh keuntungan bila menjualnya.

Reksadana dikelola lembaga hukum yaitu manager investasi yang merupakan suatu wadah yang digunakan menghimpun dana dari masyarakat, kemudian dana tersebut diinvestasikan ke jenis aset yang lain. Dan dana yang digunakan tersebut kemudian disimpan pada bank yang biasa dikenal dengan sebutan bank kustodian. Jadi bagi anda yang mempunyai dana terbatas namun menginginkan investasi ke dalam beberapa aset dan juga bagi yang memiliki informasi dan pengetahuan terbatas, maka Reksa dana bisa jadi pilhan investasi anda Hal ini dimungkinkan sebab dari kumpulan dana yang dihimpun diinvestasikan ke obligasi, saham maupun instrumen pasar yang menyesuaikan kebijakan yang ada.