Keluar Dari Perusahaan dan Memilih Menjadi Wirausahawan? Pikirkan Asuransi Yang Telah Anda Miliki

By on May 28, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 2,389 kali

Asuransi – Anda merasa telah terlalu lama bekerja menjadi karyawan suatu perusahaan dan Anda menganggap apa yang  Anda lakukan untuk perusahaan tersebut telah cukup. Anda jenuh dan ingin menjalankan usaha wiraswasta sendiri. Selama bertahun-tahun, Anda telah mengumpulkan cukup banyak uang untuk setidaknya memulai suatu usaha baru tanpa tergantung oleh hutang. Hati Anda mantap dan Anda benar-benar mewujudkan apa yang Anda cita-citakan.

Dari pertama kali Anda membuka usaha baru Anda, Anda melihat segala sesuatunya berjalan lancar. Income rutin masuk dan omzet cenderung meningkat. Anda terlena dengan bisnis Anda dan lupa memilkirkan bahwa Anda meninggalkan asuransi yang telah bertahun-tahun menjadi hak Anda melalui gaji yang dipotong di perusahaan yang Anda tinggalkan.

Setelah satu bulan, Anda telah hampir saja melupakannya jika saja Anda tidak tertimpa musibah. Di luar dugaan Anda, ketika Anda hendak berangkat ke tempat Anda menjalankan  usaha baru Anda, sebuah mobil yang datang dari arah yang bebeda  menabrak motor yang Anda kendarai tepat di bagian tengahnya. Motor Anda rusak parah, tapi yang lebih parahnya, tubuh Anda juga mengalami banyak benturan yang mematahkan beberapa bagian tulang lengan dan kaki Anda.

Anda tak dapat menolak aral bahwa akhirnya Anda tergeletak di tempat tidur rumah sakit dan menjalani perawatan medis dengan biaya sendiri. Dari patah tulang tersebut, Anda perlu mengeluarkan kocek puluhan juta dari kantong Anda sendiri. Maka lagupun disenandungkan “Sakitnya tuh di sini” bukan hanya di dalam tulang Anda tapi juga di dalam kantong Anda .  Ya, baru saja bisnis mulai berjalan, Anda mengalami musibah yang menyedot dana lebih besar dari hasil yang telah Anda terima. Saat itulah Anda ingat andai saja semua dapat direwind.

Keluar / resign dari pekerjaan tidak perlu harus terburu-buru jika itu berasal dari niat Anda sendiri. Bahwa segala aspek harus Anda pikirkan seharusnya sudah masuk dalam agenda ancang-ancang Anda. Kesalahan seperti contoh kasus di atas (maaf ya penulis mencontohkan  seolah Anda yang mengalami kasus)  adalah bahwa orang-orang sering hanya mempersiapkan sumber income apa selanjutnya jika mereka keluar dari suatu pekerjaan. Mereka sering mengabaikan bahwa asuransi juga sama pentingnya. Dan lebih sayang lagi karena mereka sebenarnya telah memiliki asuransi yang terabaikan pembayarannya karena keluar dari tempat kerja yang lama.

Adalah lebih baik, jika Anda misalnya saja telah tergabung dalam BPJS dan bermaksud keluar dari pekerjaan Anda, untuk mengurus segala persyaratan supaya Anda tetap dapat melanjutkan pembayaran premi secara mandiri alias melanjutkan menjadi anggota BPJS dengan melakukan sedikit perubahan data penghasilan dan sumber penghasilan. Pada prinsipnya Anda dapat mengunjungi kantor Jamsostek untuk mengurus ini dan menayakan hal-hal lain. Setelah semuanya beres, Anda dapat mengajukan surat pengunduran diri.  Dengan demikian tidak ada status keanggotaan BPJS yang menggantung dan tidak terjadi tunggakan pembayaran premi. Anda sewaktu-waktu tetap aman secara finansial jika mengalami musibah kesehatan tak terduga. Jika ini Anda masukkan dalam agenda resign Anda, kasus kehilangan uang puluhan juta dari kantong sendiri untuk mengoperasi tulang-tulang Anda yang remuk tidak perlu terjadi.