Kasus Investasi: Nasabah Danagraha Menggugat Bappebti

By on April 12, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,316 kali

Kasus Investasi: Nasabah Danagraha Menggugat Bappebti

Puluhan nasabah PT Danagraha Futures melayangkan gugatan ke Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Mereka menuding Bappebti telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan membiarkan praktik investasi bermasalah yang dijalankan Danagraha Futures.

Akibat kelalaian Bappebti, nasabah Danagraha Futures mengaku mengalami kerugian. “Yang mengajukan gugatan ini ada 22 nasabah Danagraha yang dananya sampai saat ini tidak bisa dicairkan,” kata kuasa hukum nasabah, Roni Pandingan, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (11/4).

Dalam berkas gugatannya, nsabah ini juga membidik Inspektorat Jendral Kementrian Perdagangan sebagai tergugat II, Kementrian Perdagangan sebagai tergugat III dan Dirut Danagraha Hardi Sentosa, sebagai tergugat IV.

Sebelumnya nasabah tertarik investasi karena Danagraha berjanji akan mentransaksikan dana tersebut melalui signal trading dengan untung 2% hingga 3% per bulan. Selain itu, nasabah dapat mengambil dananya kapan pun.

Namun sejak tanggal 2 November 2011, Danagraha menyatakan dana nasabah disuspensi, dan trading terakhir pada 3 November 2011. Mereka mengaku, broker Danagraha yang menagani transaksi global, yakni MF Global mengalami kebangkrutan.

Nasabah pun menanyakan hal ini kepada PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) selaku penyelenggara bursa berjangka dan Bappebti. Ternyata Danagraha tidak memiliki izin bertransaksi ke luar negeri.

Nasabah pun melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya Maret 2012. Polisi pun menyatakan ada tindak pidana di bidang perdagangan berjangka komoditi. Selanjutnya polisi melimpahkan kasus ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bappebti September 2012. Sayangnya, hingga kini penanganan kasus ini masih berjalan di tempat.

Dalam gugatannya, para nasabah minta hakim memerintahkan Bappebti melanjutkan penyidikan kasus ini. Nasabah juga menuntut dananya senilai US$ 1,247 juta dikembalikan.

Bappebti sebagai otoritas yang bertugas melindungi nasabah tampak dingin menanggapi kasus ini yang sudah bergulir sejak 2011 ini. (Yudho Winarto, Kontan)

Incoming search terms: