Kasus Investasi Bodong Terbesar yang Pernah Terjadi di Dunia

By on May 5, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 2,650 kali

Penipuan Investasi – Semua orang pasti memiliki keinginan untuk berinvestasi. Namun, sebelum memilih investasi pada instrumen tertentu, Anda harus melakukan survey terlebih dahulu. Mengapa? Karena investasi sekarang dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Pada awalnya Anda ingin untung besar malah dapat buntung. Jadi, Anda harus sangat berhati-hati dalam memilih instrumen investasi, tentunya Anda tidak ingin kan terjebak dalam investasi bodong? Itulah yang terjadi pada beberapa kasus penipuan investasi yang pernah terjadi di dunia yang diulas pada artikel ini. Berapa kerugiannya? Cukup mencengangkan.

Dalam definisinya, penipuan keuangan didefinisikan sebagai tindakan sengaja menipu seseorang mengenai transaksi keuangan untuk tujuan keuntungan pribadi. Sebagian besar penipuan ini umumnya dilakukan oleh para penjahat kerah putih, seperti profesional bisnis. Sebab, mereka memiliki pengetahuan yang cukup dalam pada transaksi keuangan dan melihat ada peluang untuk melakukan penipuan. Berikut adalah beberapa investasi bodong yang pernah tercatat menjadi yang terbesar sepanjang masa yang dikutip dari cekaja.com.

 

Charles PonziCharles Ponzi

Kita sering mendengar skema Ponzi sebagai sistem penipuan investasi, tapi siapa sebenarnya Ponzi? Terlahir di keluarga sederhana dan serba kekurangan, membentuk jiwa dan pemikiran Charles Ponzi untuk selalu gesit melihat peluang yang mampu menghasilkan uang.

Sebelumnya Ponzi bekerja menjadi petugas pos di tanah kelahirannya Italia, dan merupakan sosok pintar yang pernah mengenyam pendidikan di salah satu universitas besar di Italia yaitu University of Rome La Sapienza. Namun, keinginannya untuk menjadi cepat kaya membuat dirinya menciptakan skema investasi pada tahun 1920 di Amerika yang menipu banyak orang.

Saat itu, dikenal sebuah kupon khusus yang dapat diperjual belikan sebagai pengganti perangko di seluruh dunia. Karena berlaku di seluruh dunia, maka kupon tersebut menjadi komoditas yang menjanjikan untuk dijual. Ponzi memanfaatkan kesempatan ini untuk menawarkan 50% keuntungan dalam waktu 45 hari dan 100% keuntungan selama 90 hari untuk seseorang yang menanamkan investasi pada kupon yang dijualnya. Alasannya, harga kupon di satu negara, berbeda dengan negra lainnya. Di situlah margin keuntungan ditawarkan oleh investor yang ditawarkan oleh Ponzi.

Orang-orang pun tertarik dengan investasi yang ditawarkan oleh Ponzi. Dalam waktu beberapa hari, ia berhasil mendapatkan ribuan dollar. Walaupun, ternyata ia menggunakan uang dari investor terbaru untuk membayar investasi dari investor sebelumnya setelah 90 hari berselang. Atas penipuan ini, Ponzi pun harus menghabiskan total 17 tahun penjara, dan dideportasi kembali ke Italia.

 

Mark DreierMark Dreier

Mark Dreier adalah seorang pengacara populer yang menjual surat berharga fiktif untuk melindungi nilai dana dan klien kaya lainnya. Dreier menciptakan dokumen palsu untuk meyakinkan nasabahnya, saham yang dijualnya adalah nyata. Kemudian, ia akan menggelapkan uang untuk kepentingan pribadi. Transaksi ilegal akhirnya dihentikan saat Dreier tertangkap pada 2008. Dari hasil penyelidikan, Dreier diperkirakan telah melakukan penipuan mencapai US $400 juta. Ia pun dihukum 20 tahun penjara.

 

Kweku AdoboliKweku Adoboli

Kweku Adoboli adalah warga negara Ghani dan lulusan dari Universitas Nottingham. Ia dianggap sebagai pegawai penting dari perusahaan investasi UBS British. Namun, ia menciptakan transaksi fiktif yang melebihi batas perdagangan yang dibolehkan oleh otoritas bursa London. Kegiatannya meliputi investasi dalam perdagangan tidak sah sebesar US $2,3 miliar. Bahkan, selama bertugas di UBS, Adoboli telah memanipulasi catatan keuangan dan menyembunyikan semua kerugiannya. Dengan kerugian lebih dari £1,5 miliar, angka ini menjadi penipuan terbesar dalam sejarah Inggris.

 

Barry MinkowBarry Minkow

Barry Minkow memulai perusahaan restorasi karpet bernama ZZZZ ketika berusia 21 tahun. Dirinya cukup populer saat itu, bahkan pernah menjadi tamu di Oprah Winfrey Show. Menurutnya, nilai bisnis karpetnya sekitar US $110 juta ketika memasuki pasar saham. Nyatanya, 86% dari perusahaan itu semuanya tidak ada. Ia memakai motif bisnis skema Ponzi. Penipuannya terungkap ketika salah satu kliennya menemukan kebohongan yang dibuat Minkow. Ia juga divonis melakukan penipuan kartu kredit guna menipu investor sebesar US $100 juta. Dari kesalahannya, ia dijatuhi hukuman 25 tahun penjara, dan dibebaskan setelah tujuh tahun. Sempat menjadi seorang pendeta, ia juga didakwa lagi dengan kasus manipulasi dan kecurangan saham di San Diego Community Bible sebesar US $3 juta dolar.

 

Kim Woo ChoongKim Woo Choong

Kim Woo Choong adalah pendiri Daewoo Group, seorang konglomerat besar di Korea Selatan. Tetapi,, pihak berwenang percaya, Choong telah membuat penipuan keuangan tunggal terbesar di Asia ketika memiliki laporan keuangan palsu antara 1997 sampai 1998. Laporan keuangan palsu ini telah menggelembungkan nilai ekuitas Daewoo sebesar US $32 miliar dari nilai sebenarnya.

Ketika penipuan itu terungkap, 20 orang eksekutif perusahaan tersebut dipenjara selama 6 bulan. Sementara Choong melarikan diri dan pergi ke Perancis. Ia kemudian ditangkap oleh pihak berwenang ketika kembali ke Korea Selatan pada 2005. Ia dijatuhi hukuman sepuluh tahun penjara atas kejahatan penipuan sebesar US $22 miliar. Choong juga didaulat untuk membayar denda US $10.600.

 

Jerome KervielJerome Kerviel

Jerome Kerviel adalah pedagang asal Perancis yang memiliki pertaruhan besar di pasar saham. Ia dihukum atas pemalsuan perdagangan dan menghilangkan otoritas bank-nya, Societe Generale, sebesar US $6,3 miliar pada 2008. Societe Generale mengklaim, Kerviel telah melakukan perdagangan tanpa otorisasi. Ia dijatuhi hukuman 3 tahun penjara pada 2010 dan secara permanen dilarang bekerja dalam lembaga keuangan.

 

Tom PettersTom Petters

Tom Petters adalah pengusaha tampan yang memimpin Petters Group Worldwide. Namun, pada September 2008, terungkap bila Petters telah melakukan penipuan investasi dengan skema Ponzi sejak 1995. Agen federal menyerbu perusahaan dan Tom Petters ditangkap beberapa hari kemudian. Ia didakwa dengan 20 tuduhan konspirasi, penipuan dan pencucian uang. Atas kejahatannya ia divonis hukuman 50 tahun penjara atas perannya dalam penipuan sebesar US $3,65 miliar, dan menjadi penipuan keuangan terbesar di wilayah Minnesota.

 

Bernard EbbersBernard Ebbers

Bernard Ebbers adalah mantan CEO WorldCom, sebuah perusahaan telekomunikasi jarak jauh terbesar kedua. Pada 2002, Departemen Kehakiman membuka penyelidikan kriminal dari perusahaan ini setelah adanya laporan penyalahgunaan dana sebesar US $3,8 miliar. Selanjutnya, WorldCom mengajukan kebangkrutan dan harga saham mereka anjlok hingga nilai US $1. Hasil investigasi mengungkapkan, Ebbers adalah dalang di balik penipuan keuangan sebesar US$11 miliar. Ebbers pun dihukum 25 tahun penjara.

 

Kenneth LayKenneth Lay

Kenneth Lay adalah CEO Enron yang cukup terkenal. Enron pernah dianggap sebagai salah satu perusahaan paling inovatif di Amerika. Pada 2001, perusahaan mempekerjakan sekitar 22.000 orang dan melaporkan penjualannya sebesar US$ 101 miliar. Ternyata, pendapatan itu hanya hasil pembukuan kreatif. Karena Enron akhirnya mengajukan kebangkrutan pada 2001.

Setelah bangkrut, penyelidikan mengungkapkan Enron melakukan manipulasi rekening, paktik insider trading dan memiliki beberapa kemitraan fiktif. Kenneth Lay mengaku tidak bersalah atas tuduhan pidana terhadapnya, namun ia dihukum atas enam tuduhan penipuan surat berharga. Ia dijatuhi hukuman 45 tahun penjara, namun meninggal pada 5 Juli 2006 sebelum kalimat vonis diberikan.

 

Bernard MadoffBernard Madoff

Siapa orang yang harus menjalani vonis hukuman penjara paling lama di dunia? Tidak lain ialah Bernard Madoff, seorang manajer investasi dari New York dan Wall Street yang telah melakukan penipuan dengan (lagi-lagi) skema Ponzi US $65 miliar.

Penipuan yang dilakukannya menjadi penipuan keuangan terbesar yang dilakukan oleh seorang individu. Sebagai manajer, ia meyakinkan kliennya 90% dari hasil investasi akan diberikan. Nyatanya, ia hanya menjalankan skema Ponzi dan semua investor kehilangan uangnya. Penipuan ini mengakibatkan ribuan individu, organisasi amal, dan bank merugi. Madoff ditangkap pada Desember 2008 dan didakwa dengan penipuan sekuritas. Madoff pun divonis hukuman 150 tahun penjara.

Incoming search terms: