Karena Peryataan Bernanke, Emas Kembali Anjlok

By on May 23, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,575 kali
Emas Berjangka

Karena Peryataan Bernanke, Emas Kembali Anjlok

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena Ketua Federal Reserve AS Ben Bernanke membuat pernyataan bervariasi di hadapan Kongres.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni turun 10,2 dolar AS, atau 0,74 persen, menjadi menetap di 1.367,4 dolar AS per ounce.

Ketua Fed Bernanke dalam kesaksiannya kepada Komite Ekonomi Gabungan Kongres pada Rabu mengatakan bahwa “kebijakan pengetatan moneter prematur akan membawa risiko besar memperlambat atau mengakhiri pemulihan ekonomi.”

Tetapi, ia juga mengatakan saat menjawab pertanyaan dari seorang anggota komite kongres bahwa perlambatan pembelian aset bisa datang dalam beberapa pertemuan berikutnya, bergantung pada data belanja konsumen AS, pengeluaran bisnis AS dan perekrutan pekerja AS.

Risalah pertemuan Fed 30 April-1 Mei mengungkapkan bahwa sejumlah pejabat bank sentral bersedia untuk memperlambat pembelian aset di pertemuan berikutnya pada Juni.

Namun menjelang kesaksian Bernanke, Presiden Fed New York Dudley mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa para pejabat akan membutuhkan tiga hingga empat bulan sebelum mereka dapat memutuskan kapan untuk memperketat kebijakan moneter.

Beberapa analis pasar tidak memperkirakan adanya perubahan dalam kebijakan QE the Fed sampai September 2013.

Pernyataan Bernanke tentang perlambatan pembelian asetnya juga mendukung dolar naik pada Rabu, yang pada gilirannya memperlemah harga emas. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, telah meningkat hampir enam persen sejauh tahun 2013, ketika harga emas telah turun lebih dari 17 persen pada periode yang sama.

Perak untuk pengiriman Juli naik 1,7 sen, atau 0,08 persen, menjadi ditutup pada 22,472 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 10,8 dolar AS, atau 0,74 persen, menjadi ditutup pada 1.469,2 dolar AS per ounce, demikian Xinhua.  (Ruslan Burhani, AntaraNews)