Joanna Alexandra Menginspirasi Untuk Memulai Bisnis Tanpa Modal Besar

By on November 17, 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3,076 kali

Inspirasi – Banyak orang menunda memulai bisnis karena merasa kurang modal. Kesempatan memulai bisnis akhirnya hilang atau didahului orang lain karena kurang yakin dengan modal seadanya. Jika Anda pernah merasakan hal yang sama, Anda harus belajar dari Joanna Alexandra.

Perempuan 27 tahun itu menuruti instingnya untuk memulai bisnis selagi masih muda. Beruntung, dia bertemu dengan Sugeng pada 2012 yang ternyata mempunyai pemikiran yang sama. Sugeng termasuk orang yang cukup dekat dalam lingkaran Joanna. Mereka sudah bershabat sejak TK. Jadi bisa dikatakan, mereka cukup nyambung antara satu sama lain.

Ihwalnya,  Sugeng yang mencetuskan ide membuat sebuah label sepatu, dan ide itu langsung disambut hangat Joanna. “Saya suka banget sama sepatu, sementara Sugeng lulusan desain dari sebuah sekolah mode. Kayaknya, ide bisnis ini yang paling pas,” ungkap ibu dua anak tersebut. Akhirnya mereka pun menerbitkan label Ug.Na .

Kegemaran Joanna  membeli sepatu sebagai kebutuhan menyakinkannya bahwa bisnisnya bisa berjalan tanpa harus menunggu modal besar dengan mass production.Mereka nekat menjalankan bisnis tersebut dengan modal seadanya.  Ide gilanya langsung muncul begitu Joanna dan Sugeng mendapat tawaran ikut bazaar.

“Saya dan Sugeng menyewa lahan di bazaar. Kami membuat 30 sepatu produksi awal kami sebagai contoh. Dan itupun pakai ukuran kaki saya. Jadi kalaupun nggak laku, bisa saya pakai sendiri. Toh, nggak akan rugi,” ujar Joanna saat merilis website Ug.Na beberapa waktu lalu.

Dari awal 30 sepatu yang dipamerkan ternyata yang memesan sampai 70-an orang. Dari situlah, pesanan terus berlanjut hingga akhirnya brand Ug.na mulai menyebar dari mulut ke mulut.  “Bisnis kita mulai berjalan dari situ. Kita pun mulai gencar berpromosi melalui sosial media. Ternyata bisa terus sampai sekarang,” katanya.

Sebagai seorang pecandu sepatu, Joanna sadar bahwa yang dibutuhkan seorang perempuan tidak hanya model sepatu yang cantik, tetapi kenyamanan memakainya juga menjadi pertimbangan utama.  Untuk itu, dia ingin menghilangkan konsep “beauty is pain”, bahwa untuk menjadi cantik, perempuan harus rela bersakit-sakit dahulu.

Di dunia persepatuan, konsep ini, terutama berlaku untuk sepatu-sepatu high heel.  “Nah, sepatu Ug.Na itu nyaman dipakai karena kami memberikan alas yang empuk. Alas ini juga yang membuat high heel Ug.Na tidak sakit saat dipakai,” katanya.

Untuk memberikan nilai tambah, Joanna juga mengaplikasikan kain-kain nusantara pada produk sepatunya. Mulai dari  batik, tenun, dan ulos. “Penggunaan kain-kain nusantara ini dikombinasikan dengan kulit sintetis hingga kulit asli. Prosentasinya, 30 persen kain nusantara, 70 persen kulit,” jabar perempuan mungil itu.

Untuk harga, dulu, saat masih diproduksi terbatas, Ug.Na dibanderol dengan harga Rp 700 – an.  Namun sekarang karena sudah mulai banyak pesanan, harga sepatu sudah mulai diturunkann dengan kisaran Rp 300 – an. “Buat kami, ini semakin menyenangkan,” ujarnya.

Tentu saja dengan harga yang terjangkau, Ug.Na semakin banyak penggemarnya. Karena itu Joanna berharap kelak bisa memproduksi massal sepatunya sehingga bisa lebih banyak dinikmati wanita. “Pokoknya jangan takut mencoba. Bisnis ya lakukan saja, jangan menunggu,” sarannya.

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: dompetpintar.com