Jenis Investasi yang bisa Anda Lakukan saat Dollar terus Naik

By on October 29, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 273 kali

Investasi Reksadana – Melemahnya nilai mata uang Rupiah terhadap Dollar AS tentu membuat kita semua was-was. Kita pastinya memikirkan soal kondisi keuangan kita di masa yang akan datang. Nah, agar kita tak perlu cemas soal keuangan akibat terus menguatnya nilai mata uang Dollar AS, ada beberapa jenis investasi yang bisa Anda lakukan saat dollar terus naik. Salah satunya yaitu investasi reksadana. Sebelum Anda menentukan pilihan produk investas reksadana, Anda harus tentukan terlebih dahulu tujuan keuangan Anda dan berapa jumlah uang yang akan Anda simpan. Nah, untuk tujuan jangka pendek (paling lama 1 tahun), jenis investasi reksadana pasar uang adalah jenis investasi yang paling disarankan. Untuk tujuan jangka menengah (1 hingga 3 tahun), investasi reksadana pendapatan tetap adalah pilihan yang tepat bagi Anda. Sedang bagi Anda yang berminat menanam investasi jangka panjang (4 sampai 6 tahun), gunakan saja jenis investasi reksadana campuran. Terakhir, untuk tujuan investasi jangka panjang di atas 6 tahun, pilih saja jenis investasi reksadana saham.

Reksadana sebagai jenis investasi yang bisa Anda lakukan saat dollar terus naik memang menjadi pilihan jenis investasi yang tepat dengan catatan Anda harus mengetahui kuncinya. Kunci agar investasi reksadana Anda tetap aman dan bahkan menguntungkan Anda akibat dollar menguat adalah semakin lama Anda menyimpannya, semakin agresif pula produk investasi yang dapat Anda pilih. Misalnya saja Anda ingin berinvestasi reksadana jangka panjang sebagai dana talangan Anda saat Anda telah memasuki usia senja, Anda dapat mulai menanam investasi Anda di investasi reksadana saham. Hanya dengan modal Rp. 250.000 saja yang Anda setorkan tiap bulan, misalnya, Anda sedang melakukan investasi jangka panjang tersebut.

Dalam kondisi perekonomian yang sedang terpuruk seperti sekarang ini, Anda para pelaku investasi reksadana sebaiknya memahami terlebih dahulu tiap produk investasi reksadana dengan cermat. Tujuannya adalah agar Anda tidak salah pilih produk investasi. Bila perlu lakukan analisa baik analisa teknikal maupun analisa fundamental terlebih dahulu. Tak hanya itu, sangat disarankan bagi Anda yang sedang berivestasi untuk tidak ‘mengutak-atik’ dana investasi Anda. Tambahan informasi, sebelum Anda melakukan investasi yang bisa Anda lakukan saat dollar terus naik, pastikan terlebih dahulu bahwa Anda telah menyiapkan dana cadangan atau dana darurat yang nantinya bisa Anda gunakan untuk hal-hal yang bersifat darurat. Mengapa? Agar Anda tidak kesulitan untuk mendapatkan dana apabila Anda membutuhkan dana besar sewaktu-waktu sehingga Anda tidak akan mencairkan dana investasi jangka panjang Anda dengan alasan kebutuhan yang bersifat mendadak.

Jenis investasi lainnya yang tergolong dalam jenis investasi yang bisa Anda lakukan saat dollar terus naik adalah investasi reksadana berbasis USD. OJK memperbolehkan tiga jenis mata uang yang digunakan sebagai mata uang investasi reksadana, yaitu Rupiah, Euro, dan USD. Namun hanya Rupiah dan USD saja yang konsisten digunakan oleh reksadana. Dilihat dari jenisnya, tidak ada perbedaan antara reksadana berbasis Rupiah dan reksadana berbasis USD. Hanya saja jika reksadana pendapatan tetap, rekasadana pasar uang, reksadana saham,  reksadana campuran, dan reksadana  terproteksi menggunakan mata uang Rupiah, dan para investor diperbolehkan memilih jenis reksadana yang sama namun dengan mata uang USD (reksadana pendapatan tetap USD, rekasadana pasar uang USD, reksadana saham USD,  reksadana campuran USD, dan reksadana  terproteksi USD).  Jenis investasi reksadana berbasis USD ini semakin diminati oleh masyarakat kita karena mereka beralasan bahwa jenis reksadana ini ditujukan untuk jaminan keuangan dengan mata uang USD. Misalnya saja untuk keperluan dana pendidikan anak yang hendak kuliah di luar negeri atau hanya sekedar mengembangkan kekayaan dalam bentuk USD.