Jawaban Mengapa Anda Ditolak Saat Ajukan Kredit Bank

By on May 28, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 2,276 kali

Perencanaan Keuangan – Meskipun tawarkan banyak kemudahan, seseorang yang mengajukan kredit ke bank tidak langsung disetujui.  Selain karena gagalnya verifikasi, ada pula lima alasan lain yang bisa menyebabkan penolakan itu terjadi.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui oleh Anda tentang apa saja yang membuat penolakan itu terjadi.

Gagalnya verifikasi

Ketika melakukan pengajuan kredit, Anda akan mengisi formulir data pribadi. Coba periksa lagi dengan seksama setelah Anda mengisi formulir tersebut.

Jangan sampai ada informasi yang tidak lengkap. Sebab, dikarenakan hal inilah maka kegagalan verifikasi dapat terjadi.

Misalnya, nomor telepon yang Anda masukkan salah, atau tanpa sengaja ada satu nomor yang terlewat atau keliru. Maka, ketika pihak bank akan menghubungi Anda untuk verifikasi proses pengajuan kredit, mereka tidak dapat menghubungi nomor tersebut.

Akhirnya, proses pengajuan pun gagal walau baru dalam tahap awal.

Karena itu, usahakan untuk memberi nomor yang langsung dapat dihubungi dan bisa memperoleh informasi tentang Anda.

Buruknya catatan kredit

Anda pernah mengajukan kredit sebelumnya atau memiliki kartu kredit? Bila ya, maka sebenarnya dua hal itu akan mempermudah Anda melakukan pengajuan.

Sebab, dari situlah rekam jejak kredit bisa langsung dinilai dan diketahui. Bila ternyata rekam jejak kredit Anda baik, maka akan menjadi nilai plus yang menambah skor berhasilnya pengajuan kredit.

Bila sebaliknya, misal karena suatu alasan Anda harus menunggak salah satu tagihan kredit atau kartu kredit yang dimiliki lebih dari tiga bulan, atau pembayaran Anda cukup seret dalam beberapa tagihan.

Bila itu yang terjadi, sudah dipastikan rekam jejak kredit Anda buruk. Imbalannya, besar kemungkinan pengajuan kredit Anda pun akan mengalami kegagalan.

Sebagai informasi, setiap bank dapat melacak riwayat kredit seseorang melalui sistem BI Checking, yaitu laporan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia yang berisi riwayat kredit/pinjaman seorang nasabah kepada bank atau lembaga keuangan non bank.

Baik atau buruknya riwayat kredit seorang nasabah akan terdata dan dapat terlihat pada Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia atau melalui BI checking ini.

Gunakan kartu kredit melebihi limit

Lagi-lagi, kartu kredit akan menjadi penilaian untuk pengajuan aplikasi kredit. Karena itu, jika saat mengajukan kredit kemudian penggunaan kartu kredit Anda lebih dari 70 persen jumlah limit yang diberikan, hal itu pun biasanya akan mempengaruhi penilaian kredit yang Anda miliki.

Apalagi pemakaian kartu kredit Anda malah over limit atau melewati jumlah limit yang diberikan.

Sebab itu, bila Anda memiliki rencana untuk mengajukan sebuah kredit ke bank, usahakan agar pemakaian kartu kredit Anda sedang dalam kondisi baik.

Maksudnya penggunaannya sedang tidak ada tunggakan, tidak lebih memiliki tagihan lebih dari 70 persen atau bahkan 100 persen limit yang dimiliki, bahkan melebihi limit yang diberikan.

Manipulasi data

Poin ini sangat diharamkan bila Anda mengajukan aplikasi kredit apapun. Manipulasi dalam kredit biasa disebut fraud atau diartikan penipuan.

Penipuan di sini maksudrnya adalah pemalsuan data, informasi, dan dokumen yang dibutuhkan. Jika Anda melakukannya, tanpa tawar menawar sudah bisa dipastikan pengajuan kredit Anda akan ditolak.

Karena itu, pastikan data dan informasi yang diberikan sesuai kenyataan dan benar sesuai yang Anda miliki.

Dokumen tidak jelas

Misal, dokumen yang Anda lampirkan telah lengkap. Tapi, karena suatu hal dokumen tersebut tidak dapat dilihat dan dibaca dengan jelas.

Seperti kesalahan dalam proses duplikasi atau foto kopi yang buram. Bila tidak mau ditolak dalam pengajuan kredit, pastikan dokumen yang dilampirkan dalam bentuk salinan/fotokopi masih dapat terbaca dengan jelas.

Besarnya limit pengajuan

Bila memang sedang butuh, misalnya sedang butuh modal untuk bisnis, tentunya Anda sangat ingin melakukan pengajuan limit kredit yang sebesar-besarnya.

Sayangnya, bank memiliki penilaian atau rasio tertentu untuk memberikan limit kredit. Karena besar kredit akan disesuaikan berdasarkan analisis kemampuan finansial yang Anda miliki. Khususnya menyangkut jumlah penghasilan dan kemampuan dalam membayar cicilan.

Secara umum bank menetapkan rasio kurang dari 30 persen dari jumlah total penghasilan seseorang. Bila penghasilan total Anda adalah Rp10 juta per bulan, maka jumlah cicilan yang bisa dilakukan untuk pinjaman yang diajukan maksimal Rp3 juta per bulan.

Namun, dengan catatan tidak ada cicilan kredit lain yang Anda miliki.

Sebab, cicilan kredit lain yang dimiliki juga akan memengaruhi rasio kemampuan kredit seseorang . Ketika angka rasio terlampaui atau melewati batas, besar kemungkinan pengajuan kredit Anda pun akan semakin kecil untuk disetujui.

 

Sumber: cekaja.com