Jam Terbang atau Teori yang Mempengaruhi Keuntungan?

By on August 19, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 332 kali

Investasi Forex – Banyak orang yang berpendapat bahwa dalam melakukan trading di dalam Forex tidak perlu terlalu banyak mempelajari teori dan cukup mengenal aturan mainnya saja. Seorang trader hanyalah sebanyak mungkin menambah jam terbang saja dan belajar sambil jalan. Apakah benar begitu?

Hal tersebut tidak sepenuhnya benar karena kita sebagai seorang trader juga harus paham dan mengerti tentang teori-teori yang seperti apa yang mempengaruhi keuntungan kita menjadi maksimal.

Lalu, jam terbang atau teori yang mempengaruhi keuntungan?

Trader melakukan trading untuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin. Maka sudah layak dan sepantasnya apabila kita sebagai trader juga harus betul-betul paham mengenai teori apa saja yang mempengaruhi keuntungan. Forex tidak sesimpel menebak dan menerka apakah setelah ini arahnya naik atau turun. Sudah sepantasnya trader mengetahui indikator dan sistem trading di dalamnya agar tidak tersesat dan kebingungan di tengah jalan. Forex tidak sesederhana menebak jika sehabis ini riwayatnya loss terus berarti akan terjadi penaikan nilai.

Hendaknya seorang trader membekali diri dengan teori-teori apa saja yang memuat sistem trading di dalam Forex. Teori dasar mengenai cara menganalisa Forex menjadi dua cara yaitu analisis Fundamental dan analisis teknikal pastinya harus dikuasai seorang trader.

Sebagai contoh ada pada kasus krisis ekonomi Yunani. Misalkan apabila berdasarkan analisis teknikal bahwa suatu nilai mata uang seharusnya naik secara hitung-hitungan, namun ternyata analisis fundamental bermain disini akibat dari krisis besar-besaran yang melanda Yunani menjadikan ekonomi global terkena dampak baik langsung maupun tidak langsung oleh karenanya.

Memang jam terbang juga dibutuhkan dalam hal keterbiasaan terhadap situasi. Namun, Forex juga memiliki pola jalur yang sudah ditetapkan aturan mainnya dan penguasaan teori menjadi sangat penting sebagai bahan pertimbangan dalam bertransaksi mata uang di Forex.

Pasar akan selalu bergerak dinamis dan ini dapat menjadi bumerang bagi para trader yang meyakini akan pentingnya jam terbang saja karena merasa menguasai lapangan. Teori akan membuat kita para trader menjadi bergerak lebih terarah dan sesuai jalur.

Trader yang terlalu berfokus pada teori pun akan terkena bumerangnya sendiri. Akibat yang dapat ditimbulkan trader jenis ini adalah keragu-raguannya dalam mengambil keputusan, tidak berani bertindak di luar kebiasaan, dan tidak melihat logika kondisi ekonomi dunia. Trader tipe teori akan cenderung mengambil keputusan secara berhati-hati dan akan kebingungan saat dihadapkan pada kondisi yang mendadak seperti misalkan ada pergolakan atau kudeta sebuah negara yang menjadikan keuangan suatu negara ambruk. Pastinya kondisi keuangan negara tersebut akan bergantung pada kondisi dan gejolak yang terjadi di negaranya, bagaimana cara menghadapi situasi yang krisis, dan sebagainya.

Pada dasarnya, sebenarnya karakter seorang trader adalah berbeda-beda dan mereka memiliki jurus masing-masing untuk memperoleh kesuksesan. Kegiatan analisa Forex sesungguhnya bergantung pada pribadi yang bersangkutan. Kemampuan untuk menganalisa segala hal yang terjadi selama proses trading merupakan hasil dari jumlah jam terbang dan kedisiplinan para trader untuk mempelajari pengetahuan mengenai Forex. Keduanya sama baiknya dan keduanya haruslah seimbang. Trader yang terlalu bergantung pada jam terbang akan terpeleset pada teori-teori dan aturan main yang sudah bisa ditebak apabila mengikuti jalurnya, dan trader yang hanya serius pada teori akan sangat berhati-hati dan tidak berani mengambil keputusan ekstrim yang kadang diperlukan. Jadi, mutlak diperlukan sebuah sikap yang dinamis dalam trading di Forex. Seorang trader harus memiliki dua kemampuan yang seimbang dan saling melengkapi kelebihan dan kekurangan masing-masing tipe. Semoga penjelasan di atas dapat menjawab pertanyaan Anda mengenai jam terbang atau teori  yang mempengaruhi keuntungan.