Jakarta Semakin Dipenuhi Oleh Apartemen

By on June 20, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,953 kali

Jakarta Semakin Dipenuhi Oleh Apartemen

Jakarta semakin disesaki bangunan-bangunan tinggi, tanpa terkecuali gedung apartemen yang terus bertumbuh begitu pesat.

Menurut catatan konsultan properti Research Colliers International Indonesia (RCII), jumlah apartemen baru di Jakarta mencapai rekor tertinggi pada 2012.

Tahun lalu, menurut catatan RCII, terdapat 117.276 unit apartemen baru, atau bertumbuh 20,2 persen lebih tinggi ketimbang 2011, yang mencapai 18,97 persen.

Pertumbuhan tinggi juga terjadi pada awal 2013. Dari catatan Colliers International Indonesia, dalam tiga bulan di 2013 (Januari-Maret), ada penambahan 3.979 unit apartemen di Jakarta.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta Rudy Margono menjelaskan, pesatnya pertumbuhan apartemen di Jakarta, disebabkan tingginya permintaan masyarakat yang ingin berdomisili di pusat kota, atau daerah-daerah strategis dekat pusat bisnis dan perkantoran.

“Warga Jakarta akan terus bermigrasi ke apartemen, karena minimnya infrastruktur yang menyebabkan jalanan semakin macet,” kata Rudy kepada Warta Kota (Tribun Network), Rabu (19/6/2013).

Berkembangnya gaya hidup di masyarakat, juga menjadi salah satu faktor penyebab tingginya permintaan apartemen di Jakarta.

Masyarakat, khususnya kalangan menengah ke atas, juga menganggap tinggal di apartemen lebih praktis, karena berada di tengah kota sebagai pusat aktivitas bisnis.

Melihat fenomena ini, Rudy memerkirakan pertumbuhan apartemen di Jakarta akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Karena, selain daya beli masyarakat terus menguat, tingginya permintaan juga karena makin sempitnya lahan hunian di Jakarta.

“Dalam lima tahun ke depan, apartemen akan terus tumbuh, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata per tahun mencapai 20 persen. Ini jika melihat budaya warga kosmopolitan yang semakin meningkat dari sisi pembelian apartemen,” jelasnya.

Para pengembang terus menawarkan berbagai tipe dan harga apartemen yang bermacam-macam. Tapi, Rudy menambahkan, apartemen yang paling laris saat ini adalah apartemen  dengan harga di bawah Rp 1 miliar.

Selain menjadi hunian yang nyaman dan strategis, besarnya permintaan akan apartemen oleh masyarakat juga terkait tujuan mereka untuk berinvestasi. Apalagi, kata Rudy, harga property dari tahun ke tahun semakin mahal.

“Jika digunakan untuk investasi pasti menguntungkan. Karena, harga lahan makin mahal. Di Singapura, harga apartemen sudah Rp 100 juta/meter persegi. Sedangkan di Jabodetabek masih murah, cuma kisaran 10 persen dari harga di Singapura,” ungkapnya.

Perumahan Tetap Dilirik

Meski permintaan hunian apartemen terus bertambah, bukan berarti segmen perumahan tidak dilirik. Menurut Rudy, segmen perumahan tetap memiliki pasar tersendiri, terutama bagi kalangan menengah ke bawah.

“Segmen perumahan tetap ada. Tapi, konsumen kalangan menengah ke atas, kecenderungannya akan memilih tingal di apartemen, karena harga rumah di Jakarta sudah mencapai minimal Rp 1 miliar,” urainya.

Terkait rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Rudy menyebut hal itu akan berdampak pada kenaikan harga properti.

“Kenaikan harga BBM pasti akan ada adjustment ke harga properti. Kenaikannya minimal 10 persen,” ucapnya.

(Feryanto Hadi, TribunNews)