Investor Reksadana Siap Masuk April

By on March 18, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,602 kali
reksadana

Investor Reksadana Siap Masuk April

Dana kelolaan reksadana diperkirakan akan turun memasuki bulan April 2013. Penurunan dana kelolaan tersebut didorong oleh pasar saham yang tertekan setelah mengalami kenaikan sejak awal tahun.

Pasar saham naik pesat dalam dua bulan terakhir ini. “Kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) sudah tinggi seharusnya konsolidasi di bulan April,” kata Direktur CIMB Principal Asset Management Fajar Rachman Hidajat akhir pekan lalu.

Sepanjang tahun ini, IHSG telah naik 10,88% dan berada di level 4.819 akhir pekan lalu. Fajar memperkirakan, pasar saham akan terkoreksi seiring keluarnya semua laporan keuangan emiten pada bulan April mendatang.

Sebelumnya, laporan keuangan emiten ini menjadi salah satu faktor yang mengangkat IHSG. Dus, tidak ada sentimen positif yang akan mengangkat pasar saham setelah seluruh laporan keuangan emiten keluar. “April nanti, dana kelolaan akan berkurang, namun unit penyertaan reksadana kemungkinan bertambah. Saat pasar saham terkoreksi, investor akan kembali masuk,” tutur Fajar.

Data Infovesta Utama menunjukkan, dana kelolaan industri reksadana naik akibat kenaikan pasar saham menjadi Rp 183,20 triliun pada Februari 2013 dibandingkan akhir 2012 lalu yang sekitar Rp 181,61 triliun.

Di sisi lain, unit penyertaan reksadana justru turun menjadi 110,64 miliar unit pada Februari 2013 dibandingkan akhir Desember 2012 lalu yang sekitar 112,26 miliar unit. Data tersebut tidak memperhitungkan jenis penyertaan terbatas dan reksadana berdenominasi dollar Amerika Serikat.

Direktur CIMB Principal, Gunanta Afrima mengatakan, penurunan unit penyertaan terjadi lantaran investor melakukan aksi ambil untung atau profit taking. “Investor sudah untung tinggi akibat kenaikan pasar saham sehingga melakukan profit taking,” kata Gunanta.

Direktur Emco Asset Management, Hans Kwee sepakat. Dia menduga, investor akan kembali masuk saat IHSG mengalami koreksi. “Investor sudah mulai pintar. Saat IHSG dan dana kelolaan naik, investor akan menjual lebih dahulu,” kata Hans.

Analis Infovesta Utama, Praska Putrantyo mengungkapkan hal senada. Menurut dia, investor merealisasikan keuntungan investasi reksadana di tengah IHSG yang melaju tinggi.

Hal tersebut bisa terlihat dari unit penyertaan reksadana saham yang mengalami penurunan 6,66% menjadi 27,61 miliar unit pada Februari 2013 dibandingkan akhir 2012 yang sebesar 29,58 miliar unit. Sedangkan unit reksadana lain justru mengalami kenaikan.

Praska menambahkan, waktu masuknya investor kembali ke reksadana belum dapat diprediksi karena sentimen-sentimen yang dapat menghambat pasar saham belum dapat dipastikan. “Saya menyarankan investor tetap konsisten dengan tujuan investasinya beserta profil risiko serta metode investasi periodik karena reksadana merupakan instrumen investasi berorientasi jangka panjang,” papar Praska. (Sumber kontan.co.id)