Investor Pencari Aset Perkantoran dan Ritel Menyerbu China Sebagai Tempat Investasi Favorit

By on June 11, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,666 kali

Investor Pencari Aset Perkantoran dan Ritel Menyerbu China Sebagai Tempat Investasi Favorit

Konsultan properti swasta, Cushman & Wakefield menyatakan volume investasi properti regional pada kuartal I 2013 menembus US$ 109,8 miliar atau tumbuh 50,2% dibanding periode kuartal akhir tahun lalu.

Menurut Managing Director Asia Pacific Capital Market at Cushman & Wakefield, John Stinson, realisasi investasi di pasar regional tersebut juga 22,9% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama 2012.

“Pertumbuhan investasi terjadi di semua pasar utama maupun pasar yang sedang berkembang,” ujar dia di Jakarta, seperti ditulis Selasa (11/6/2013).

John menambahkan, kawasan asia pasifik masih merupakan target para investor, terutama di China dengan pusat bidikan pasar utama Shanghai.

“China memiliki prospek sangat positif, di mana banyak investor yang mencari aset di sektor perkantoran dan ritel, khususnya di wilayah Shanghai,” jelasnya.

Di pasar berkembang, negara-negara Asia Tenggara mampu memikat para investor di sektor properti karena alasan prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, program investasi, serta tawaran reformasi dari segi struktural dan tolok ukur yang digunakan. Sehingga John memproyeksikan volume investasi properti di pasar berkembang tahun ini mengalami kenaikan.

Menilik hasil riset Cushman & wakefield, jumlah total investasi yang masuk ke pasar utama pada Januari-Maret 2013 lebih dari dua kali lipat dari kuartal keempat 2012. Namun dibanding periode yang sama tahun lalu, peningkatannya cukup stabil sekitar 7%.

“Jadi investasi yang masuk di pasar berkembang sekitar US$ 22,6 miliar atau naik lebih dari 20% dibanding tiga bulan terakhir 2012. Pasar berkembang memperlihatkan peningkatan dalam aktivitas investasi dibuktikan dari penjualan lahan yang digunakan untuk pengembangan properti,” urai John. (Fiki Ariyanti, Liputan6 News)