Investor Jerman siap investasi US$ 3,5 miliar

By on March 15, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,879 kali

Investor Jerman siap investasi US$ 3,5 miliar

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengklaim kunjungan Pemerintah Indonesia ke Jerman dan Hongaria pekan lalu membawa hasil positif bagi investasi. Buktinya ada beberapa perusahaan besar yang menjanjikan untuk masuk pasar Indonesia maupun menanam modal dengan nilai investasi hampir US$ 3,5 miliar.

Sejumlah perusahaan kakap yang disebut berminat masuk ke Indonesia antara lain; Pertama, perusahaan asal Jerman Ferrostaal GmbH yang berniat membangun pabrik petrokimia downstream di kawasan Papua Barat. Pabrik ini akan menghasilkan metanol, propilena dan polipropilena dari gas bumi. Mereka akan bertindak sebagai developer dan investor, dengan menggandeng mitra lokal.

Pabrik tersebut saat rampung dibangun nanti bakal menghasilkan sekitar 400.000 ton polipropilena per tahun. Bahan sintetik serta produk sampingan bensin sebanyak 150.000 ton dan gas cair 34.000 ton. “Nilai investasinya berkisar antara US$ 1,8 miliar hingga US$ 2 miliar,” kata Deputi Bidang Promosi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Himawan Hariyoga di Jakarta, Kamis (14/3).

Saat ini Ferrostaal tengah menanti jawaban dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terutama untuk kepastian mendapatkan pasokan gas. Mengingat ketersediaan gas alam tersebut sangat penting untuk produksi yang akan dilakukan perusahaan tersebut.

Kedua, Accor Group yang berencana membangun 57 hotel hingga 2015 mendatang. Komitmen investasi untuk proyek ini pun mencapai US$ 732 juta. Pihak Accor pun akan menggandeng mitra lokal untuk mewujudkan minatnya. “Terserah mereka mau joint venture atau hanya jadi pengelola saja. itu kan tergantung pembicaraan dengan investor,” jelas Himawan.

Untuk membangun hotel Accor saat ini berkoordinasi juga dengan pihak Kementerian Pariwisata untuk menentukan lokasi yang sesuai.

Ketiga adalah komitmen Carlson Rezidor Hotel yang akan join dengan Panorama Grup. Kedua perusahaan yang sama-sama bergerak disektor perhotelan dan travel ini menjajaki pembangunan 20 hotel. “Komitmen investasinya sekitar US$ 200 juta, kalau semuanya dibangun,” tambahnya.

Keempat adalah TUV SUD Group, yang berencana melakukan investasi di sektor pelayanan minyak dan gas, manufaktur serta industri otomotif. Nilai proyek yang akan dikembangkan di Indonesia ini pun masih tentatif yaitu antara € 60 juta–€ 200 juta.

Semen dan otomotif

Selain itu masih ada janji investasi dari Linde AG, yakni investor yang berniat masuk usaha  gas alam cair (LNG). Lokasi yang dipilih pun berada di wilayah Papua dengan perkiraan komitmen di kisaran € 150 juta. Perusahaan lain seperti produsen semen Heidelberg yang berniat membuka pabrik di kawasan Jawa Timur. Nilai investasi sekitar Rp 3,5 triliun.

Dan terakhir adalah pabrikan otomotif legendaris asal Jerman Volkswagen atau VW yang berniat membangun pabrik di Indonesia. VW sudah menyatakan akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi dan marketing di kawasan Asia. “Mereka sudah mengirim tim untuk berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian,” katanya.

Sebelumnya Menteri Perindustrian MS. Hidayat pernah menyebut rencana investasi VW di Indonesia nilainya sekitar US$ 140 juta.Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengklaim kunjungan Pemerintah Indonesia ke Jerman dan Hongaria pekan lalu membawa hasil positif bagi investasi. Buktinya ada beberapa perusahaan besar yang menjanjikan untuk masuk pasar Indonesia maupun menanam modal dengan nilai investasi hampir US$ 3,5 miliar.

Sejumlah perusahaan kakap yang disebut berminat masuk ke Indonesia antara lain; Pertama, perusahaan asal Jerman Ferrostaal GmbH yang berniat membangun pabrik petrokimia downstream di kawasan Papua Barat. Pabrik ini akan menghasilkan metanol, propilena dan polipropilena dari gas bumi. Mereka akan bertindak sebagai developer dan investor, dengan menggandeng mitra lokal.

Pabrik tersebut saat rampung dibangun nanti bakal menghasilkan sekitar 400.000 ton polipropilena per tahun. Bahan sintetik serta produk sampingan bensin sebanyak 150.000 ton dan gas cair 34.000 ton. “Nilai investasinya berkisar antara US$ 1,8 miliar hingga US$ 2 miliar,” kata Deputi Bidang Promosi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Himawan Hariyoga di Jakarta, Kamis (14/3).

Saat ini Ferrostaal tengah menanti jawaban dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terutama untuk kepastian mendapatkan pasokan gas. Mengingat ketersediaan gas alam tersebut sangat penting untuk produksi yang akan dilakukan perusahaan tersebut.

Kedua, Accor Group yang berencana membangun 57 hotel hingga 2015 mendatang. Komitmen investasi untuk proyek ini pun mencapai US$ 732 juta. Pihak Accor pun akan menggandeng mitra lokal untuk mewujudkan minatnya. “Terserah mereka mau joint venture atau hanya jadi pengelola saja. itu kan tergantung pembicaraan dengan investor,” jelas Himawan.

Untuk membangun hotel Accor saat ini berkoordinasi juga dengan pihak Kementerian Pariwisata untuk menentukan lokasi yang sesuai.

Ketiga adalah komitmen Carlson Rezidor Hotel yang akan join dengan Panorama Grup. Kedua perusahaan yang sama-sama bergerak disektor perhotelan dan travel ini menjajaki pembangunan 20 hotel. “Komitmen investasinya sekitar US$ 200 juta, kalau semuanya dibangun,” tambahnya.

Keempat adalah TUV SUD Group, yang berencana melakukan investasi di sektor pelayanan minyak dan gas, manufaktur serta industri otomotif. Nilai proyek yang akan dikembangkan di Indonesia ini pun masih tentatif yaitu antara € 60 juta–€ 200 juta.

Semen dan otomotif

Selain itu masih ada janji investasi dari Linde AG, yakni investor yang berniat masuk usaha  gas alam cair (LNG). Lokasi yang dipilih pun berada di wilayah Papua dengan perkiraan komitmen di kisaran € 150 juta. Perusahaan lain seperti produsen semen Heidelberg yang berniat membuka pabrik di kawasan Jawa Timur. Nilai investasi sekitar Rp 3,5 triliun.

Dan terakhir adalah pabrikan otomotif legendaris asal Jerman Volkswagen atau VW yang berniat membangun pabrik di Indonesia. VW sudah menyatakan akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi dan marketing di kawasan Asia. “Mereka sudah mengirim tim untuk berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian,” katanya.

Sebelumnya Menteri Perindustrian MS. Hidayat pernah menyebut rencana investasi VW di Indonesia nilainya sekitar US$ 140 juta. (Sumber dari kontan.co.id)