Investasi Saham untuk Mahasiswa – Kenapa Tidak?

By on October 3, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 4,865 kali
Saham

Investasi Saham untuk Mahasiswa – Kenapa Tidak?

Investasi saham untuk mahasiswa, kenapa tidak? Siapa bilang mahasiswa tidak bisa berinvestasi. Justru berbalik dari pandangan umum tersebut, mahasiswa sudah seharusnya bisa memulai sejak di bangku kuliahnya tersebut. Salah satu contoh seorang mahasiswa yang pernah diliput oleh media lokal di Indonesia adalah Early Saputra. Early Saputra adalah seorang mahasiswa Universitas Andalas mengambil jurusan Akuntansi. Sejalan pula dengan jurusan yang dia ambil. Semenjak terlibat dalam Bursa Efek Indonesia atau BEI selama setahun lebih, Early sudah bisa memperoleh keuntungan yang cukup besar. Dia mengungkapkan bahwa dulunya dia mengeluarkan modal di angka Rp 10 juta. Pada saat itu, mahasiswa tersebut berinvestasi pada Matahari Swalayan. Modal tersebut bisa dikatakan cukup besar untuk ukuran mahasiswa. Tetapi, Early mampu berhasil menghasilkan keuntungan dan bahkan membeli saham-saham lainnya.

Investor Akan Dibekali

Sebenarnya mahasiswa tidak perlu takut untuk terjun ke dunia investasi saham. Investasi saham untuk mahasiswa pasti bisa dipelajari karena calon investor akan dibekali dengan pengetahuan mengenai bursa efek sebelum terjun. Mahasiswa akan diberikan panduan pula mengenai pergerakan saham oleh para broker dari pihak bank securities apabila tidak sempat untuk memantau.

Investasi Saham untuk Mahasiswa dalam Bentuk Reksadana

Salah satu investasi saham termurah yang bisa mahasiswa coba adalah reksadana. Bahkan ketika uang bulanan yang diberikan oleh orang tua Anda kelihatannya sangat pas-pasan dan kecil, Anda pasti bisa! Bagaimana caranya, berikut beberapa tips sederhana yang bisa Anda terapkan sebagai mahasiswa:

1. Uang jajan yang diberikan oleh orang tua langsung dibagi menjadi kebutuhan hidup dalam waktu 4 minggu.

2. Usahakan agar Anda menggunakan HANYA satu ponsel saja agar biaya pulsa tidak bertambah. Sadar tidak sadar, memiliki lebih dari satu ponsel mengharuskan kita menambah jumlah total pulsa kita per bulannya.

3. Sisihkan Rp 1.000 per harinya untuk tabungan. Kelihatannya kecil tapi coba kita hitung-hitung. Enam bulan jumlah uang akan menjadi Rp 180.000. Nah, Anda bisa menginvestasikannya ke reksadana saham dengan imbalan sampai 20% per tahun. Nah, apabila Anda bisa menjaga kebiasaan tersebut selama 35 tahun, nilai uang yang Anda punya dapat mencapai 1 milyar! Padahal hanya dengan menyisihkan uang sebesar Rp 1.000 setiap harinya.

4. Punya disiplin untuk tidak mengambil uang dari tabungan yang akan digunakan untuk berbelanja. Biarkan reksadana saham tersebut hingga 35 tahun hingga 40 tahun dan lihat hasil luar biasa dari tindakan biasa.

Ya, siapa bilang investasi saham untuk mahasiswa tidak bisa dilakukan? Justru pada saat-saat seperti ini Anda sebenarnya lebih mudah memulainya. Pada saat ini belum ada begitu banyak tanggung jawab karena mungkin masih ditanggung orang tua. Jadi, mengapa tidak memanfaatkan waktu ini untuk menabung? Menabungpun tidak lagi dengan konsep konvensional lagi mengingat nilai uang yang terus tergerus. Investasi saham bisa menjadi pilihan terbaik dan sekarang jalan menuju ke sana juga semakin mudah.