Investasi Saham: Benarkah High Risk High Profit? – Cermati Kembali Investasi Saham

By on November 28, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 159 kali

Investasi Saham – Apakah saat ini Anda sedang ragu mengenai investasi saham: benarkah high risk high profit? Anda perlu mencermati postingan ini terlebih dahulu. Dalam postingan ini kami akan mengupas resiko – resiko apa saja yang mungkin terjadi dalam investasi saham. Dengan demikian, Anda sendiri bisa menyimpulkan investasi saham: benarkah high risk high profit?

Kemungkinan Resiko – Resiko Investasi Saham

Inilah beberapa resiko – resiko yang dapat menjawab persoalan investasi saham: benarkah high risk high profit? Resiko – resiko tersebut dibagi menjadi 2 kategori yakni resiko sistematis atau systematic risk dan resiko yang tidak sistematis atau unsystematic risk.

Resiko sistematis merupakan resiko yang disebabkan oleh pergerakan yang terjadi di luar control atau kegiatan perusahaan, yang mana artinya resiko ini disebabkan oleh perubahan yang terjadi di pasar. Oleh karena itu resiko sistematis akan sulit dihilangkan atau diminimalisir melalui pembentukan portfolio. Resiko seperti ini disebut juga undiversible risk. Beberapa perubahan pasar yang menyebabkan undiversible risk tersebut diantaranya adalah:

– Resiko tingkat suku bunga
Kenaikan atau penurunan suku bunga akan mempengaruhi return investasi yang terkait. Contohnya adalah, jika suku bunga pada SBI atau sertifikat Bank Indonesia naik maka investor saham akan tertarik dan berbondong – bonding memindahkan dana atau modal investasi ke sertifikat Bank Indonesia. Sedangkan akan banyak yang menjual saham yang menyebabkan pada penurunan harga saham. Dengan kata lain variabelitas return suatu investasi disebabkan oleh perubahan suku bunga.

– Resiko nilai tukar mata uang (kurs)
Dalam investasi saham, resiko sistematis juga disebabkan oleh kenaikan atau penurunan nilai tukar mata uang atau kurs. Oleh karenanya, untuk mendapatkan profit, Anda perlu terus update mengenai perkembangan nilai tukar mata uang.

– Resiko inflasi
Hasil inflasi akan sangat dipengaruhi oleh inflasi. Inflasi menyebabkan daya beli uang menurun atau berkurang sehingga tingkat pengembalian dari investasi saham akan disesuaikan dengan krisis inflasi tersebut yang mana bisa dipastikan akan menurun.

Kemudian, resiko lainnya adalah resiko yang tidak sistematis atau unsystematic risk. Resiko ini adalah resiko yang dipengaruhi oleh kondisi mikro sebuah perusahaan dan beresiko pada hal spesifik di perusahaan tersebut. Beberapa contoh dari resiko yang tidak sistematis adalah operating average risk, resiko industry, dan lain sebagainya. Berbeda dengan resiko sistematis, unsystematic risk dapat diminimalisir dengan cara pembentukan portfolio. Pembentukan portfolio ini adalah untuk melakukan diversifikasi investasi pada sekuritas yang banyak. Dengan kata lain, resiko ini disebut juga diversible risk.

Jadi, apakah Anda sudah yakin dengan investasi saham: benarkah high risk high profit? Ya, selalu ada resiko di balik setiap profit yang dicari.

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty