Investasi Reksadana dan Beberapa Kelebihannya

By on November 19, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 1,984 kali
investasi reksadana

Investasi Reksadana dan Beberapa Kelebihannya

Belum banyak masyarakat Indonesia yang melakukan investasi. Padahal jika bisa dibilang investasi sangat penting karena kenaikan harga kebutuhan hidup kita terus meningkat di atas bunga tabungan bahkan bunga deposito. Sehingga untuk mencapai tujuan keuangan kita di masa depan kita harus berinvestasi.

Salah satunya dengan investasi reksadana. Investasi reksadana sekarang ini sudah banyak diminati oleh masyarakat. Reksadana sendiri adalah suatu produk investasi yang berfungsi sebagai wadah untuk para investor. Dalam prosesnya, investasi Reksadana ini dikelola oleh Manajer Investasi yang sudah mendapatkan ijin dari Otoritas Jasa Keuangan. Reksadana juga dapat memberikan keuntungan yang bisa lebih tinggi dibandingkan apabila kita berinvestasi sendiri. Namun yang perlu diingat adalah bisnis investasi reksadana ini akan menjadikan para investor menjadi keranjingan untuk selalu menanamkan modalnya untuk investasi reksadana kepada sebuah perusahaan dengan dikelola oleh Manajer Investasi. Banyak yang beranggapan investasi ini adalah cara menabung yang baik untuk tetap bisa mendapatkan passive income. Agar hasil investasi reksadana yang kita lakukan bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Apa kelebihan Reksadana
1.   Dana yang diinvestasikan relatif kecil, bisa dengan hanya sebesar Rp. 100 ribu saja kita bisa sudah mulai berinvestasi.
2.   Praktis membelinya, kita bisa membeli di Bank yang menjadi agen penjual atau langsung pada perusahaan Manajer Investasi.
3.   Fleksibel, karena kita dapat membeli atau menjual kapan saja. Pencairan dana membutuhkan waktu minimal 3 hari dari tanggal penjualan.
4.   Keterbukaan informasi, kita bisa melihat daftar reksadana pada  media on line ataupun koran setiap harinya, begitu pula kinerja hariannya.
5.   Memiliki beberapa jenis reksadana, sehingga kita bisa memilih sesuai dengan profil resiko kita ataupun rencana investasi kita.
6.   Hasil investasi sudah bersih dari pajak dan biaya biaya yang terdapat pada transaksi investasi, sehingga tidak ada lagi pengurangan pajak atas return yang kita terima.

Jenis-Jenis Reksadana yang umum di Indonesia
Reksadana Pasar Uang
Reksadana pasar uang, menempatkan investasinya di surat hutang jangka pendek dibawah 1 tahun. Karena penempatannya pada produk investasi yang relatif aman, sehingga reksadana ini masuk kategori produk investasi yang cukup aman. Dengan resiko yang rendah, reksadana ini bisa memberikan return rata-rata sekitar 5% – 7% per tahun net. Dalam Perencanaan Keuangan, reksadana ini cocok digunakan untuk tujuan jangka pendek 1 – 3 tahun kedepan.

Reksadana Pendapatan Tetap
Reksadana ini menempatkan investasinya pada obligasi (istilahnya adalah fixed income dan diartikan secara harfiah pendapatan tetap). Memiliki tingkat resiko diatas reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap dapat memberikan rata-rata return sekitar 7% – 15% per tahun. Dalam perencanaan keuangan, reksadana ini cocok digunakan untuk tujuan jangka pendek hingga menengah, berkisar antara 3 – 5 tahun kedepan.

Reksadana Terproteksi
Reksadana terproteksi, memberikan proteksi untuk dana yang kita investasikan pada produk sesuai yang disampaikan oleh MI (bisa 100%, 90% atau prosentase lainnya dari nilai dana kita). Jenis investasi yang ada dalam reksadana ini umumnya adalah obligasi, sehingga jenis reksadana ini umumnya memiliki jangka waktu tertentu dengan pembayaran kupon bunga.
Dalam perencanaan keuangan, penggunaan reksadana terproteksi bisa digunakan untuk tujuan dengan jangka waktu yang sama dengan jangka waktu penggunaan dananya, dan tidak digunakan untuk dana darurat (misalnya 2 atau 3 tahun).

Reksadana Campuran
Reksadana ini berisikan produk investasi yang terdiri dari Obligasi, Saham serta produk investasi lainnya. Reksadana ini lebih fleksible karena komposisi saham dan obligasi yang dimiliki bisa disesuaikan dengan kondisi pasar oleh Manajer Investasi. Rata-rata return reksadana campuran adalah sebesar 15% – 20% per tahun dan dapat digunakan untuk investasi jangka menengah 5 – 10 tahun. Dari sisi resiko, reksadana ini memiliki resiko yang lebih tinggi dari reksadana pendapatan tetap tapi lebih rendah dari resiko reksadana saham.

Reksadana Saham
Reksadana ini menempatkan investasinya pada saham dan merupakan jenis reksadana dengan resiko yang paling tinggi. target return rata-rata untuk reksadana saham adalah sebesar 20% – 25% per tahun untuk jangka panjang. Dengan resiko fluktuasi yang tinggi ini, maka reksadana saham sangat disarankan digunakan hanya untuk tujuan investasi jangka panjang dengan periode diatas 10 tahun. Dana Pensiun, Dana Pendidikan Anak untuk tingkat S1, Dana untuk Bisnis serta tujuan jangka panjang lainnya merupakan tujuan tujuan yang menggunakan reksadana saham.

Ada beberapa kriteria umum yang bisa digunakan saat memilih reksadana, antara lain :
1.   Dana yang dikelola pada reksadana tersebut (AUM – asset under management) lebih besar dari 25 Miliar.
2.   Memiliki rata-rata return beberapa tahun kebelakang (3-5 tahun) yang cukup baik dibandingkan reksadana lainnya.
3.   Profil Manajer Investasi masih tetap perlu kita perhatikan, artinya, pilihlah Manajer Investasi yang memiliki nama cukup baik.
4.   Pada saat melakukan transaksi pembelian, penjualan serta switching (mengganti jenis) reksadana, ada biaya yang umumnya dikenakan kepada investor berkisar antara 0% – 3%.

Seperti produk investasi lainnya, reksadana juga memiliki resiko penurunan nilai nya apabila kondisi  pasar modal sedang mengalami penurunan. Besarnya penurunan tentu saja sangat tergantung dari jenis reksadana yang kita pilih.
Masih ragu untuk memulai berinvestasi di reksadana? Mulailah dulu dengan jumlah yang relatif kecil buat kita, pilihlah reksadana yang relatif aman seperti reksadana pasar uang atau pendapatan tetap, dan lakukanlah secara reguler.
Selamat berinvestasi di reksadana.

 


Sumber: Florentina Lenny Kristiani, tabloidnova.com