Investasi Reksadana atau Deposito

By on March 6, 2017 | Artikel ini Sudah di baca 735 kali

Investasi Reksadana – Bingung memilih investasi reksadana atau deposito? Mungkin beberapa dari Anda ada yang merasa seperti itu. Investasi ini kelihatannya sama. Namun, mari kita perhatikan masing-masing penjelasan mengenai kedua investasi ini – reksadana atau deposito.

Investasi Reksadana

Investasi reksadana adalah suatu bentuk investasi dengan uang Anda akan diinvestasikan kepada yang lain seperti misalnya di pasar saham. Uang Anda akan dijadikan dalam bentuk obligasi jangka pendek. Reksadana sendiri hanya ada pada beberapa bank. Terdapat 2 jenis reksadana, yakni sebagai berikut:

1. Reksadana dengan pendapatan tetap
-Reksadana dengan dana Anda sebesar 80% akan digunakan untuk Bursa Efek.

2. Reksadana saham
-Sesuai dengan namanya, sebesar 80% dari dana Anda akan digunakan untuk bermain saham.

3. Reksadana pasar uang
-Uang yang Anda miliki akan diinvestasikan ke Bursa Efek dengan bentuk utang dalam jangka waktu yang bervariasi.

4. Reksadana campuran
Portofolio Anda akan dicampur antara Bursa Efek dan Saham.

Investasi Deposito

Deposito merupakan bentuk investasi dalam jangka waktu tertentu dimana uang yang Anda tabung tidak bisa ditarik kapan saja. Bunga yang ditawarkan oleh investasi deposito lebih besar ketimbang tabungan. Jadi, sebenarnya keuntungan yang Anda peroleh adalah bunga yang lebih besar saja.

Amda bisa mengambil deposito dengan beragam jangka waktu, ada yang 3 bulan, ada yang 6 bulan atau 1 tahun dan sebagainya. Bunga yang ditawarkanpun beragam dan tentunya lebih besar daripada tabungan biasa.

Investasi Reksadana atau Deposito?

Sampai pada kesimpulan, kalau begitu pilih investasi reksadana atau deposito? Tergantung. Ada faktor penting yang harus Anda perhatikan. Untuk reksadana sendiri, jelas pengembalian dana yang Anda investasikan jauh lebih besar daripada deposito. Prinsip Reksadana adalah high risk high return. Satu hal yang perlu Anda catat adalah dana pada investasi reksadana tidak dijamin oleh pihak LPS. Jadi, apabila bank terlikuidasi maka dana Anda akan hangus dan tidak ada pengembalian. Berbeda dengan deposito yang dijamin oleh LPS, dimana kalau bank mengalami likuidasi akan ada pergantian dari pihak LPS hingga sebesar 2 miliar setiap nasabah!

Oleh karena itu, ketika memilih investasi reksadana atau deposito, Anda harus memerhatikan kondisi. Pasar modal yang sedang dalam keadaan tenang menjadikan reksadana sebagai pilihan terbaik karena return-nya yang sangat jauh lebih tinggi daripada deposito. Namun, untuk deposito sendiri, Andapun harus menghitung nilai inflasi yang terjadi. Semisal Anda akan mendapatkan bunga 8% per tahun, harus dicatat bahwa angka tersebut masih dikurangi 5-6,5% inflasi yang terjadi di Indonesia setiap tahunnya. Jadi, dari sini Anda bisa memikirkan matang-matang mengenai pilihan investasi Anda. Pada dasarnya kedua jenis investasi ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Sekarang bergantung pada prinsip Anda, apakah berani mencoba sebuah risiko tinggi atau tidak. Tetapi memang, reksadana jauh kelihatan lebih menggiurkan dengan pengembalian yang besar, bukan?