Investasi, Cara Pintar Menyimpan Uang

By on April 22, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,775 kali
Investasi

Investasi, Cara Pintar Menyimpan Uang

Rajin menabung pangkal kaya! Siapa yang tidak kenal slogan tersebut? Sebuah kalimat yang sudah tidak asing lagi sejak kita duduk dibangku sekolah dasar sampai hari ini. Namun masih relevankah slogan tersebut saat ini?

Patut diakui untuk menyisihkan sebagaian penghasilan dan disimpan sebagai tabungan merupakan sebuah perjuangan bagi sebagian besar dari kita saat ini karena kebutuhan yang tidak pernah habis. Namun harus disadari bahwa kita hidup bukan hanya untuk saat ini, masih ada masa depan yang menanti. Kita memiliki tanggung jawab terhadap anak, keluarga dengan peningkatan biaya yang tidak sedikit dari tahun ke tahun.

Kenaikan harga barang, biaya pendidikan, gaya hidup dan biaya-biaya lainnya menyebabkan “Rajin menabung pangkal kaya” tidak lagi sepenuhnya relevan apabila tidak disiasati dengan bijak. Oleh karena itu selain rajin menabung kita juga harus pintar dalam mengelola pendapatan yang kita terima antara lain dengan cara berikut:

1. Miliki tujuan dan target
Tujuan dan target akan menjadi motivasi untuk kita semakin disiplin dalam menabung. Misalnya bagi keluarga muda yang baru saja memiliki anak, harapan agar putera/puterinya mendapatkan pendidikan yang baik dimasa mendatang akan menjadi motivasi utama dalam disiplin menabung agar terkumpul biaya yang cukup

2. Sisihkan penghasilan
Tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak diantara kita yang mengadopsi prinsip “sisa” dibandingkan dengan “sisih”. Maksudnya adalah sebagian besar dari kita cenderung membelanjakan terlebih dahulu pendapatan yang diterima dan sisanya baru disimpan sebagai tabungan. Akan lebih bijak jika kita menyisihkan terlebih dahulu sebagian pendapatan sebelum kita belanjakan. Tidak ada aturan baku berapa banyak dari pendapatan yang harus disisihkan, tetapi pada umumnya 20-30 persen dari total pendapatan merupakan jumlah yang cukup ideal untuk memulai.

3. Mulai berinvestasi!
Untuk menyiasati agar nilai uang yang kita tabung tidak berkurang tergerus inflasi, sebaiknya kita mulai mencari instrumen-instrumen investasi yang bisa memberikan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan dengan instrumen konvensional seperti tabungan atau deposito.

Salah satu instrumen investasi yang cukup populer belakangan ini adalah reksa dana. Reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan kembali ke dalam portfolio efek oleh manajer investasi dan diadministrasikan oleh bank kustodian.

Nominal kecil yang diperlukan (mulai dari Rp 100.000) untuk memulai investasi membuat reksa dana semakin menjadi pilihan masyarakat kita didalam berinvestasi. Reksa dana memiliki potensi imbal hasil yang lebih tinggi dari bunga tabungan (tergantung pada jenis reksa dana yang ada). Reksa dana saham contohnya dalam 10 tahun terakhir memberikan imbal hasil antara 18- 20 persen per tahun, sementara bunga tabungan dan deposito pada umumnya hanya dikisaran 5-8 persen.

Bagaimana, apakah siap mengelola keuangan dengan lebih pintar?(Anastasia Joice, Kompas)