Inilah Konsekuensi Berbohong Pada Bank Saat Mengajukan KPR

By on October 21, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 288 kali

Perencanaan Keuangan – Konsekuensi berbohong pada bank saat mengajukan KPR merupakan akibat yang akan Anda dapatkan apabila Anda memanipulasi beberapa data ketika akan mengajukan KPR pada bank yang Anda pilih. Kredit Perumahan Rakyat (KPR) ialah salah satu fasilitas kredit yang dapat didapatkan oleh Anda yang akan membeli sebuah hunian atau rumah dengan jangka waktu pembayaran yang sangat ringan dan jua suku bunga yang bersahabat. Membeli rumah yang juga merupakan salah satu kebutuhan pokok sebuah keluarga kini menjadi semakin sulit untuk dilakukan. Bukan hanya karena tanah yang semakin menipis dan sedikit untuk didapatkan, namun juga karena harga rumah dan tanah yang semakin mahal.

Bagi Anda yang sedang mengalami permasalahan tersebut, maka Anda bisa mengambil fasilitas kredit dari bank yang biasa disebut dengan istilah KPR di mana Anda dimungkinkan untuk membayar rumah Anda dalam bentuk cicilan jangka panjang. Hanya saja, beberapa persyaratan untuk mengajukan KPR terkadang dimanipulasi hanya demi mendapatkan KPR tersebut tanpa memikirkan akibat  yang mungkin ditimbulkan di kemudian hari. Apabila Anda ingin berbohong kepada pihak bank ketika Anda hendak mengajukan KPR, maka hal itu sebaiknya Anda urungkan karena ada beberapa konsekuensi berbohong pada bank saat mengajukan KPR. Berikut ini merupakan sedikit pembahasannya untuk Anda.

Kredit Macet

Resiko pertama yang dapat Anda alami apabila berbohong kepada pihak bank ketika mengajukan KPR ialah kredit macet yang juga akan merugikan Anda. Pihak bank yang akan memberikan fasilitas KPR untuk Anda tentu telah memiliki beberapa persyaratan dasar yang harus Anda penuhi sebelum pihak bank memberikan KPR untuk Anda. Pada tahap inilah para calon nasabah banyak melakukan manipulasi dan berbohong pada pihak bank. Hal itu bukan tak memiliki akibat, namun akibat paling besar justru akan dirasakan oleh para nasabah sendiri apabila membohongi pihak bank.

Di kemudian hari, ketika persyaratan seorang nasabah sebenarnya tak terpenuhi namun kredit telah terlanjur diberikan, maka nasabah yang bersangkutan kemungkinan akan mengalami kredit macet dalam proses mencicil rumah tersebut. Apabila hal ini terjadi, maka pihak yang paling dirugikan adalah Anda, karena rumah Anda bisa terkena hukuman berupa penalty dari bank hingga akhirnya rumah tersebut akan dilelang oleh pihak bank. Seluruh biaya yang telah Anda bayarkan selama Anda belum terkena penalty atau hukuman akan hilang dan tidak bisa Anda nikmati.

KPR Ditolak

Apabila Anda berbohong kepada pihak bank saat mengajukan KPR, maka risiko lain yang dapat Anda terima ialah pengajuan KPR Anda yang akhirnya ditolak. Tak hanya sebatas itu saja, namun Anda juga dapat terkena blacklist dari pihak bank. Blacklist tersebut dapat membuat Anda mengalami kesulitan di kemudian hari apabila ingin menggunakan fasilitas kredit dari bank. Seluruh track record Anda yang selalu tercatat justru dapat mempersulit Anda hanya karena Anda berbohong pada bank ketika Anda mengajukan KPR kepada pihak anak tersebut.
Efek itu juga akan Anda rasakan dalam jangka panjang bahkan setelah permasalahan KPR Anda di waktu tersebut telah Anda selesaikan. Beberapa risiko tersebut menunjukkan bahwa berbohong kepada pihak bank sama sekali tak akan menguntungkan Anda. Alih-alih mendapatkan keuntungan, bahkan Anda pun justru akan mengalami kerugian apabila akhirnya kebohongan yang Anda lakukan dapat terbongkar oleh pihak bank dan membuat Anda menjadi kesulitan untuk menikmati berbagai jenis fasilitas kredit dari bank tersebut. Sebelum Anda mengambil langkah ketika mengajukan KPR, maka beberapa konsekuensi berbohong pada bank saat mengajukan KPR juga harus Anda mengerti supaya Anda tak salah langkah di kemudian hari.