Inilah Jenis Jenis Reksadana Yang Bisa Anda Pilih Sesuai Profil Anda

By on June 29, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 351 kali

Investasi Reksadana – Bentuk investasi yang mungkin masih kurang familiar di masyarakat adalah investasi reksadana. Investasi reksadana identik dengan para pemain yang merupakan investor yang sudah berpengalaman atau perusahaan besar. Padahal reksadana juga bisa dilakukan oleh orang biasa asalkan memenuhi syarat dan siap menerima resikonya. Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana yang dikumpulkan oleh masyarakat atau investor lalu dikelola oleh Manajer Investor dalam bentu protofolio efek yang pada umumnya terdiri dari saham, obligasi, atau pasar mata uang. Di Indonesia sendiri ada sekitar 800 produk reksadana yang terdiri dari beberapa jenis. Berikut adalah jenis-jenis reksadana yang berkembang di Indonesia.

Reksadana Pasar Uang (RDPU)

Reksadana jenis adalah reksdana dengan tingkat resiko paling kecil, namun juga return yang paling rendah. Jenis ini cocok bagi Anda yang memiliki profil resiko konservatif atau tidak mau mengambil resiko. Jika Anda memilih jenis RDPU maka MI akan menginvestasikan uang Anda ke instrument investasi pasar uang seperti deposito, sertifikat Bank Indonesia, dan obligasi yang memiliki jangka waktu kurang dari 1 tahun.

Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT)

Pada RDPT, Manajer Investasi akan menyalurkan dana investor sebanyak minimal 80% untuk membeli obligasi atau surat hutang. Sementara sisanya bisa diinvestasikan di saham dan/atau instrument investasi pasar uang. Obligasi bisa yang berjangka pendek, menengah atau berjangka panjang dan akan dibagikan dividen dalam jangka waktu 3 bulan, 6 bulan, atau setahun sekali. RDPT memiliki nilai return yang lebih besar dibandingkan RDPU pada jenis jenis reksadana.

Reksadana Saham (RDS)

Reksadana saham merupakan jenis jenis reksadana yang memiliki resiko paling besar tetapi juga nilai return yang paling tinggi. Investor yang memilih RDS dananya akan dikelola oleh Manajer Investor sebanyak minimal 80% ke dalam saham, dan sisanya bisa dialirkan ke RDPU dan/atau RDPT. Jika pada pasar uang dan pendapatan tetap investor akan mendapatkan keuntungan dari bunga, pada saham investor akan mendapatkan keuntungan dari kenaikan nilai saham (capital gain) dan dividen oleh perusahaan.

Reksadana Campuran (RDC)

Pada jenis ini Manajer Investasi akan membagian dana yang Anda serahkan berimbang terhadap obligasi, pendapatan tetap, dan kepada saham. RDC cocok untuk Anda yang ingin berinvestasi dengan resiko yang tidak terlalu tinggi tetapi dengan nilai return yang lebih besar dibandingkan reksadana pasar uang atau pendapatan tetap. Reksadana campuran juga bersifat lebih fleksibel bagi Manajer Investasi untuk mengelola dana investasi Anda. Misalnya jika penilaian MI menganggap bahwa nilai saham sebuah perusahaan sedang naik maka ia akan mengalokasikan dana investor lebih banyak untuk saham, dan sebagainya.

Itulah beberapa jenis jenis reksadana yang tersedia bagi para investor untuk dipilih di Manajer Investasi yang disesuaikan dengan profil resiko investor. Bagi Anda yang ingin berinvestasi dalam jangka panjang sebaiknya memilih reksadana saham karena keuntungan dari investasi ini biasanya akan muncul dalam waktu yang lama. Waktu menunggu Anda untuk berinvestasi di saham akan terbayarkan dengan nilai return yang cukup tinggi yang bergantung pada nilai saham perusahaan tempat uang Anda diinvestasikan. Tetapi jika Anda tidak berani mengambil resiko dan lebih suka melihat keuntungan langsung dalam jangka pendek maka reksadana pasar uang atau pendapatan tetap adalah yang cocok untuk Anda. Sedangkan reksadana campuran lebih cocok bagi Anda yang berani mengambil sedikit resiko dan ingin mendapatkan nilai return yang lebih tinggi meski belum sampai ke level reksadana saham.